Indonesiasenang-, Anak-anak identik dengan gerak, tawa, dan rasa ingin tahu yang besar. Namun di era digital seperti sekarang, aktivitas bermain di luar ruangan semakin jarang dilakukan. Banyak anak lebih sering berada di dalam rumah, sibuk dengan layar, dan minim aktivitas fisik. Padahal, bermain di luar ruangan punya peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara fisik, emosional, dan sosial.

Berdasarkan data UNICEF (2025), anak-anak di berbagai belahan dunia kini semakin jarang bermain di luar ruangan, dan kecenderungan ini meningkat seiring bertambahnya usia. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi orang tua, karena aktivitas luar ruangan membantu anak belajar berinteraksi, mengenal lingkungan, sekaligus membangun kepercayaan diri sejak dini.

Melihat fenomena tersebut, hadir kampanye #Mainkan yang mengajak orang tua untuk kembali memberi ruang bagi anak-anak agar bebas bergerak dan bereksplorasi tanpa rasa takut. Kampanye ini membawa pesan sederhana: baju kotor bukan hal yang perlu dikhawatirkan, justru menjadi tanda bahwa anak sedang aktif, bahagia, dan berani mencoba hal baru.

“Kami ingin mengubah cara pandang orang tua terhadap kata ‘kotor’. Baju kotor adalah bukti bahwa anak sedang aktif, bermain, dan belajar. Yang terpenting bukan bajunya, tapi anaknya tetap bergerak, senang, dan berani main di luar”, ujar Ita Karo Karo, Fabric Clean & Unilever Professional Marketing Lead.

Lewat kampanye ini, bermain diposisikan sebagai proses belajar yang alami bagi anak. Mulai dari lari-larian, jatuh, berkeringat, hingga noda di pakaian adalah bagian dari cerita petualangan mereka. Anak diajak untuk lebih berani mengeksplorasi lingkungan, mencoba hal baru, dan tumbuh menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Sebagai bagian dari rangkaian kampanye, digelar pula kegiatan Friendly Match yang mempertemukan pemain sepak bola profesional Rizky Ridho dengan 22 anak terpilih dari kampanye digital yang diikuti anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi simbol ajakan agar anak-anak lebih aktif bergerak dan menikmati serunya bermain di luar ruangan.

“Sebagai atlet, saya belajar bahwa untuk berkembang kita harus berani kotor. Dari latihan, jatuh, sampai pakaian penuh noda, semua itu bagian dari proses. Anak-anak juga perlu merasakan hal yang sama, supaya mereka tidak takut bergerak dan mencoba”, ungkap Rizky Ridho.

Tak hanya menghadirkan aktivitas offline, kampanye #Mainkan juga diperkuat melalui berbagai konten edukasi di media sosial yang ditujukan untuk orang tua. Konten ini mengangkat pentingnya aktivitas fisik dan bermain di luar ruangan bagi tumbuh kembang anak, sekaligus mengajak keluarga untuk lebih aktif bersama.

“Kami berharap kampanye ini bisa menginspirasi lebih banyak keluarga Indonesia untuk membiarkan anak-anak bermain dengan bebas. Biarkan mereka kotor, karena dari sanalah anak belajar menjadi lebih aktif, percaya diri, dan bahagia”, pungkas Ita Karo Karo. (kintan; foto praba)