Indonesiasenang-, Industri musik Indonesia kembali kedatangan wajah baru yang membawa nuansa segar di ranah K-Pop dan pop Asia. Girl group I-Pop bernama LUMINA resmi memulai perjalanan mereka lewat single debut berjudul 안녕. Bintang (Hello, Bintang), yang dirilis secara digital pada 10 Maret 2026 di berbagai platform musik global.

Grup ini berada di bawah naungan HOUSE ENM dari Korea Selatan dan menjadi proyek kolaborasi lintas budaya Indonesia–Korea yang mengusung konsep I-Pop dengan kualitas produksi ala K-Pop. Kehadiran LUMINA juga menambah dinamika baru di tengah geliat global musik pop Asia, yang sebelumnya turut diperkenalkan ke panggung internasional lewat proyek dari 88rising.

Perjalanan debut LUMINA bermula dari proyek K‑Pop ON‑I, sebuah program intensif selama empat minggu yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata proses debut ala K-Pop. Selama program tersebut, para peserta menjalani pelatihan vokal dan tari, rekaman di studio profesional, hingga produksi video musik dan persiapan rilis digital. Dari proses inilah lima member muda LUMINA terpilih dan akhirnya memulai perjalanan mereka sebagai girl group baru di industri hiburan.

Nama LUMINA sendiri berasal dari gabungan kata luminous dan ina, yang melambangkan lima cahaya berbeda yang bersatu membentuk satu langit gemilang. Sementara itu, fandom mereka resmi disebut Starlets, komunitas penggemar yang akan menjadi bagian dari perjalanan karier grup ini.

Lewat single debut “안녕. Bintang”, LUMINA menghadirkan konsep Magical High-Teen yang memadukan warna pop Asia yang lembut dengan produksi modern. Lagu ini menggabungkan nuansa melodi liris ala J-Pop, sentuhan K-Pop kontemporer, serta atmosfer dreamy dari dream pop.

Menariknya, lagu ini menggunakan tiga bahasa sekaligus, yaitu Korea, Indonesia, dan Inggris yang menciptakan pengalaman musikal yang terasa universal.

Lirik lagu menggambarkan kisah remaja yang berani menyapa mimpi mereka, seperti tergambar dalam bagian chorus, “별처럼 빛나는 너, bintang bersinar terang / 꿈에게 속삭여봐, bisikkan harapanmu / 함께라면 돼, kita bisa terbang tinggi”.

Pesan yang diangkat sederhana namun kuat: keberanian untuk memulai mimpi, sekecil apa pun langkahnya. Video musik “안녕. Bintang” juga telah dirilis melalui kanal YouTube resmi LUMINA, menampilkan koreografi enerjik, visual cerah, serta atmosfer remaja yang penuh harapan.

Salah satu hal yang membuat LUMINA menarik adalah usia para member yang masih sangat muda, yakni antara 10 hingga 15 tahun. Meski demikian, masing-masing membawa karakter dan cerita unik.

Marsila Akwila (Wila), lahir di Bogor pada 6 Januari 2011, menjadi member paling senior dan memegang posisi main dancer. Ia juga dikenal sebagai sosok yang sering menjadi panutan bagi member lainnya.

Fara Alfiratasya H. (Fara), lahir di Bekasi pada 15 Januari 2011, tampil sebagai lead vocal. Ia juga menjadi satu-satunya member berhijab di grup ini dan ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan dalam dunia musik.

Kiandra Arundati H. (Kiandra), kelahiran Jakarta, 26 Oktober 2013, dipercaya sebagai main vocal, menghadirkan warna vokal emosional yang menyampaikan nuansa mimpi dalam lagu-lagu mereka.

Sementara itu Kadek Isyana (Isyana) dari Pontianak, lahir 2 Mei 2015, memegang peran lead vocal sekaligus lead dancer, membawa energi ceria khas usia muda.

Member termuda adalah Jennifer Natasha (Jennifer), lahir di Jakarta pada 1 Juni 2015. Ia berperan sebagai lead dancer dan sub vocal, dengan pesona polos yang membuatnya mudah mencuri perhatian.

Menjelang debut resmi, para member berbagi perasaan mereka dengan cara yang jujur dan menggemaskan. Jennifer, sebagai member termuda, mengaku masih banyak belajar. “Sebagai yang termuda di LUMINA, banyak hal yang harus aku pelajari dan adaptasi. Kadang rasanya dunia hiburan itu besar sekali, tapi aku ingin terus mencoba karena aku punya mimpi besar untuk bersinar”, katanya.

Sementara Wila, yang paling senior, merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan grup. “Aku merasa kami seperti saudara. Banyak hal baru yang harus dipelajari, dan aku ingin menjadi contoh yang baik untuk adik-adik di LUMINA”, ujarnya.

Fara juga menyampaikan pesan penting tentang keberagaman di industri musik. “Aku ingin membuktikan bahwa memakai hijab bukan halangan untuk bermimpi dan berkarya di musik”, ucapnya.

Di sisi lain, Isyana mengaku gugup sekaligus bahagia menghadapi debut mereka. “Debut ini bikin aku deg-degan to the max! Rasanya campur aduk antara nervous dan happy”, tuturnya.

Kiandra menutup dengan semangat khas remaja. “Aku senang banget akhirnya bisa tampil bareng teman-teman. Rasanya seperti mimpi jadi nyata”.

Ditegaskan oleh Produser Young Boss dari HOUSE ENM, bahwa proyek ini memiliki visi pembinaan jangka panjang bagi talenta muda. “Bakat anak-anak perlu diarahkan sejak dini dengan fondasi yang kuat, agar perjalanan mereka di industri musik dapat berkembang secara berkelanjutan”, jelasnya.

Dengan latar belakang budaya dan daerah yang berbeda, LUMINA tidak hanya menjadi girl group baru, tetapi juga representasi keberagaman Indonesia dalam kemasan pop global. Debut mereka pun menjadi langkah awal menuju perjalanan yang lebih besar di dunia hiburan Asia.

Dengan pesan sederhana yang mereka bawa “Say Hello To Your Dream” dari LUMINA kini resmi membuka babak baru, menyapa para pendengar di seluruh dunia, satu bintang kecil dalam satu langit mimpi yang sama. (sugali; foto henm)