Indonesiasenang-, Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menebar kepedulian. Semangat tersebut terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan komunitas Seket Jari bersama anak-anak yatim piatu pada Ramadan 1447 H.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat ini menjadi momen kebersamaan yang penuh makna. Para tamu yang hadir terlihat kompak mengenakan busana putih, menciptakan kesan sederhana namun elegan sekaligus melambangkan kesucian di bulan Ramadhan.
Tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu yang hadir sebagai tamu istimewa. Senyum dan tawa mereka mengisi suasana menjelang waktu berbuka, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan penuh rasa syukur.
Kehadiran Om Adi Roeslan bersama keluarga besar Seket Jari Perpom semakin menambah keakraban dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk menebar kebaikan dan mempererat hubungan antar sesama.
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana dengan penuh keberkahan. Kami berharap kebersamaan ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbagi”, ujar Om Adi Roeslan.
Menariknya, acara buka puasa bersama ini juga menghadirkan sentuhan hiburan melalui penampilan Grup Band Seket Jari yang membawakan lagu-lagu bernuansa Ramadhan. Alunan musik yang lembut membuat suasana semakin teduh sekaligus menambah kehangatan momen kebersamaan tersebut.
Selain menjadi hiburan, penampilan musik tersebut juga menghadirkan pesan bahwa Ramadhan dapat dirayakan dengan cara yang positif dan inspiratif, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual yang menjadi inti dari bulan suci.
Melalui kegiatan ini, Seket Jari ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang membawa manfaat bagi banyak orang. Kebersamaan antara komunitas, tokoh masyarakat, artis, serta anak-anak yatim piatu dalam satu ruang menjadi gambaran indah tentang solidaritas yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, kebersamaan di bulan suci bukan sekadar pertemuan, melainkan perjalanan hati untuk menebar kebaikan. Dari kebahagiaan sederhana hingga doa yang terucap menjelang berbuka, semuanya menjadi pengingat bahwa keberkahan Ramadhan selalu hadir bagi mereka yang berbagi dengan tulus.
Semangat berbagi seperti inilah yang diharapkan dapat terus hidup, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga dalam setiap langkah kehidupan. (ridho; foto donz)