Indonesiasenang-, Malam konser Sparkle on Sound pada Sabtu (7/3) tidak hanya menjadi perayaan musik, tetapi juga ruang duka yang penuh emosi. Dua penyanyi perempuan Indonesia, Isyana Sarasvati dan Nadin Amizah, menghadirkan momen paling menyentuh ketika mengenang sahabat mereka, Vidi Aldiano, yang baru saja berpulang.

Sorotan panggung yang biasanya dipenuhi energi konser berubah menjadi ruang refleksi. Suasana penonton yang semula riuh perlahan hening ketika nama Vidi disebut di tengah penampilan.

Di tengah set penampilannya, Isyana Sarasvati menghentikan sejenak musik yang mengalun. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan pesan kepada ribuan penonton yang hadir malam itu.

Bagi Isyana Sarasvati, Vidi Aldiano bukan sekadar rekan sesama musisi. Ia adalah sahabat perjalanan hidup. “Vidi adalah salah satu hadiah terbaik yang Tuhan berikan untukku. Kami sangat dekat dan sudah banyak berpetualang bersama”, ujarnya dari atas panggung.

Persahabatan mereka telah terjalin selama bertahun-tahun. Dalam berbagai fase kehidupan, baik ketika menghadapi masa sulit maupun merayakan kebahagiaan keduanya saling menguatkan.

Isyana Sarasvati mengenang Vidi Aldiano sebagai pribadi yang selalu membawa keceriaan bagi orang-orang di sekitarnya. Sosoknya hangat, penuh energi positif, dan kerap menjadi sumber semangat bagi sahabat-sahabatnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Isyana Sarasvati mempersembahkan sebuah lagu dari album terbarunya, Eklektiko, album yang juga diketahui menjadi salah satu favorit Vidi Aldiano. Namun sebelum bernyanyi, Isyana Saravati sempat mengaku ragu apakah mampu menyelesaikan lagu tersebut.

Momen paling emosional terjadi ketika Isyana Sarasvati membawakan lagu Tetap Dalam Jiwa. Saat bagian refrain mengalun, ia terlihat berusaha menahan tangis. Penonton pun ikut larut dalam suasana haru, memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk dukungan hingga lagu berakhir.

Suasana haru berlanjut ketika giliran Nadin Amizah naik ke atas panggung. Penyanyi yang dikenal lewat lagu Bertaut itu membuka penampilannya dengan pesan yang menyentuh tentang kepergian Vidi Aldiano

Dengan suara yang nyaris pecah, Nadin Amizah menceritakan bahwa sahabatnya tersebut berpulang dengan tenang. “Kepergiannya adalah sesuatu yang sangat tenang, dikelilingi oleh orang-orang yang paling ia sayang dan menyayanginya,” katanya kepada penonton.

Nadin Amizah kemudian mengajak seluruh penonton yang hadir untuk mendoakan mendiang. “Aku minta doa dari teman-teman semua agar dimudahkan hisabnya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berbahagialah di sana Kak Vidi”, ucapnya.

Sebagai penghormatan terakhir, Nadin Amizah membawakan lagu Berpayung Tuhan. Lantunan lagu tersebut membuat suasana konser berubah menjadi sunyi dan penuh perenungan, seolah seluruh ruangan ikut mengirimkan doa.

Kabar meninggalnya Vidi Aldiano sebelumnya disampaikan oleh sang ayah, Harry Aprianto Kissowo, melalui unggahan di media sosial. Ia menyebut putranya berpulang pada usia 35 tahun di bulan suci Ramadan. “Telah berpulang menuju cahaya Ilahi, anak saya: Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto Kissowo. Sore tadi pukul 16.33, 17 Ramadhan 1447 H,” tulisnya.

Kepergian penyanyi yang dikenal lewat suara lembut dan kepribadiannya yang hangat itu meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para sahabat di dunia musik dan para penggemarnya.

Malam di Sparkle on Sound pun menjadi lebih dari sekadar konser. Ia berubah menjadi ruang kenangan, tempat musik dan air mata bertemu untuk mengenang seorang sahabat yang telah pergi. (triyadi; foto scss)