Indonesiasenang-, Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa dalam acara Press Screening & Press Conference film Lebaran Na Willa yang digelar Selasa, 10 Maret 2026 di XXI Epicentrum. Film produksi Visinema Studios ini kembali menegaskan komitmennya menghadirkan tontonan keluarga yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan ruang emosional bagi anak dan orang tua untuk kembali memahami dunia masa kecil.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy serta diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari. Trio kreator ini sebelumnya sukses menghadirkan film animasi keluarga JUMBO yang mencuri perhatian jutaan penonton pada Lebaran tahun lalu.

Menariknya, Na Willa menjadi film live action pertama bagi Ryan Adriandhy setelah sebelumnya dikenal lewat karya animasi. Melalui film ini, ia mencoba menghidupkan kembali dunia anak-anak yang penuh imajinasi, rasa ingin tahu, dan kebahagiaan sederhana yang sering terlupakan ketika seseorang beranjak dewasa.

“Kita semua pernah menjadi Na Willa. Hal-hal yang dianggap sederhana oleh orang dewasa bisa terasa sangat besar bagi anak-anak. Rasa itu universal, dan kerinduan terhadap masa kecil akan selalu relevan sepanjang masa”, kata Ryan Adriandhy.

Film Na Willa mengajak penonton kembali merasakan dunia dari sudut pandang anak-anak. Tokoh utamanya adalah Na Willa, gadis berusia enam tahun yang percaya bahwa gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia yang penuh keajaiban.

Bersama teman-temannya dalam Geng Krembangan, Na Willa menjelajahi gang, pasar, hingga lapangan luas tempat mereka bermain layangan dan kelereng. Imajinasi mereka membuat dunia sederhana terasa penuh petualangan.

Film ini juga menghadirkan berbagai imajinasi khas anak-anak yang sering muncul dari rasa penasaran, seperti ikan bandeng bermata banyak atau pertanyaan sederhana yang mungkin pernah terlintas di masa kecil, apakah benar ada orang bernyanyi di dalam benda-benda tertentu?.

Melalui pendekatan tersebut, film ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggambarkan betapa pentingnya imajinasi dan rasa ingin tahu dalam perkembangan anak.

Lebih dari sekadar film keluarga, Na Willa juga menghadirkan pesan reflektif bagi orang tua. Film ini mencoba memperlihatkan bagaimana dunia anak-anak dipenuhi rasa penasaran, pertanyaan, dan emosi yang kadang terlihat kecil bagi orang dewasa, namun memiliki makna besar bagi mereka.

Produser sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, mengatakan bahwa film keluarga memiliki peran penting dalam mempertemukan pengalaman emosional lintas generasi. “Di Visinema, kami percaya film keluarga bukan sekadar hiburan. Ia adalah ruang emosional tempat generasi bertemu, anak, orang tua, bahkan anak kecil di dalam diri kita”, ujarnya.

Karena itu, Visinema berkomitmen untuk terus menghadirkan cerita keluarga pada momen Lebaran yang bisa dinikmati bersama di bioskop.

Film Na Willa diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo yang dikenal lewat cerita-cerita tentang dunia anak.

Reda Gaudiamo mengaku tersentuh melihat bagaimana kisah dalam novelnya dihidupkan dalam film. “Saya ingin orang tua bisa mendengar suara anak-anak mereka dan kembali menciptakan kebahagiaan masa kecil yang dulu pernah kita rasakan”, tuturnya.

Untuk memperkuat nuansa ceria dan emosional film ini, Visinema juga kembali menggandeng trio musisi Laleilmanino untuk menggarap original soundtrack berjudul “Sikilku Iso Muni.”

Film ini menghadirkan jajaran pemain dari berbagai generasi, mulai dari aktor anak hingga aktor senior Indonesia. Di antaranya, Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Putri Ayudya, dan Ratna Riantiarno.  Kehadiran para aktor anak menjadi elemen penting yang memperkuat nuansa dunia anak dalam film ini.

Dikatakan oleh CEO Visinema Studios, Herry B. Salim, bahwa Na Willa diproyeksikan sebagai kekayaan intelektual (IP) lokal berikutnya setelah kesuksesan JUMBO. Menurutnya, industri film Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita yang ramah bagi anak dan keluarga, cerita yang bukan hanya menghibur, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kenangan lintas generasi.

Dengan latar Indonesia era 1960-an yang hangat dan penuh nostalgia, Na Willa menghadirkan kisah sederhana tentang persahabatan, imajinasi, dan proses bertumbuh. Film ini diharapkan menjadi tontonan keluarga yang menyenangkan sekaligus mengingatkan orang dewasa tentang rasanya menjadi anak-anak yang penuh rasa penasaran, imajinasi, dan kebahagiaan sederhana.

Na Willa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026, menghadirkan petualangan yang hangat, magical, dan penuh keajaiban bagi anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu pada masa kecil. (fathur; foto hvs)