Indonesiasenang-, Di tengah hiruk pikuk industri musik yang kerap dipenuhi tema cinta dan patah hati, Sigit Wardana memilih jalur berbeda. Musisi yang dikenal luas lewat karya-karya reflektif baik sebagai vokalis band maupun solois kembali menyapa pendengarnya dengan sebuah perayaan. Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Sigit Wardana merilis single terbaru berjudul “Ramadan Raya”, sebuah lagu religi yang tidak larut dalam kesyahduan, melainkan penuh warna, hangat, dan sukacita.

Nama Sigit Wardana tentu tak asing di telinga penikmat musik Indonesia. Dari lagu-lagu yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari hingga karya-karya yang mengajak merenung, Sigit konsisten menghadirkan kejujuran emosional dalam setiap karyanya. Februari 2026 menjadi penanda babak baru itu, ketika pelantun “Kisah Hidup Bapak-Bapak” ini mempersembahkan single religi solo ketiganya.

“Kebetulan ada rencana rilis EP di tahun 2026 ini dan lagu ‘Ramadan Raya’ jadi salah satu lagu di album itu. Karena momennya pas, jadi dirilis duluan”, ujar Sigit Wardana.

Keputusan tersebut diambil oleh Sigit Wardana terasa alami, dimana Ramadan bukan hanya kalender tahunan, tetapi ruang kultural yang selalu hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Diciptakan sendiri oleh Sigit Wardana, “Ramadan Raya” mengisahkan perasaan bahagia menyambut bulan puasa: dari sahur bersama keluarga, menunggu waktu berbuka, hingga makna berbagi dan membersihkan diri. Liriknya sederhana, dekat dengan pengalaman banyak orang:

Oh nikmatnya tiada tara

Sahur bersama keluarga

Syukuri semua yang ada

Hati senang berkah terasa

Alih-alih menggurui, lagu ini mengajak pendengar untuk ikut larut dalam rasa syukur dan kebersamaan. “Pesannya ingin mengajak semua orang untuk ikut merasakan kebahagiaan, dan untuk sesama umat Islam bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan happy”, kata Sigit Wardana.

Menariknya, proses penulisan dan rekaman “Ramadan Raya” terbilang cepat. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari, lagu ini sudah rampung ditulis. Tantangan terbesar justru datang dari penjadwalan rekaman yang harus berpacu dengan tenggat rilis sebelum Ramadan tiba.

Berbeda dengan single religi sebelumnya yang lebih syahdu, kali ini Sigit sengaja menghadirkan nuansa ceria. Ia menggandeng Acoy Rocker Kasarunk sebagai produser musik, serta melibatkan sahabat-sahabat dan sang istri untuk mengisi bagian backing vocal.

“‘Ramadan Raya’ ini lebih cheer up sesuai temanya. Makanya saya ingin suasananya ramai, hangat, dan penuh sukacita”, tutur Sigit Wardana.

Semangat ceria itu juga diterjemahkan ke dalam video musiknya. Fransiscus Eko, co-executive producer, berharap lagu ini bisa menjadi teman berpuasa yang menyenangkan. “Semoga teman-teman pecinta musik Indonesia yang lagi menjalani puasa jadi lebih bersemangat, nggak lemes”, ujarnya sambil tertawa.

Video musik yang dijadwalkan tayang Senin, 16 Februari 2026, mengusung konsep santai, penuh warna, dan kasual, dimana Sigit Wardana bernyanyi diiringi band dalam sebuah ruang yang hangat dan bersahabat.

Konsep tersebut menjadi representasi cara Sigit Wardana menyambut Ramadan dengan cara sederhana, jujur, dan membumi.

Bagi Sigit Wardana, Ramadan bukan sekadar ritual puasa selama sebulan. Ia memaknainya sebagai waktu untuk berbagi, mempererat silaturahmi, dan kembali terhubung dengan keluarga serta sahabat, sering kali lewat momen buka puasa bersama yang sarat cerita.

Single “Ramadan Raya” produksi AFE Records kini sudah dapat dinikmati di seluruh digital store platform. Di tengah lanskap musik religi yang kerap identik dengan nada sendu, lagu ini hadir sebagai alternatif sebuah perayaan kecil tentang iman, kebahagiaan, dan kebersamaan versi Ramadan ala Sigit Wardana. (satria; foto hsw)