Indonesiasenang-, Bagi Kota Solo, jenang bukan sekadar kuliner tradisional. Ia adalah bahasa budaya, medium doa, sekaligus penanda harmoni hidup. Nilai-nilai itulah yang kembali dihadirkan dalam Festival Jenang Solo 2026, sebuah perayaan budaya yang tahun ini mengusung tema “Nirmala Nusantara”.

Festival ini akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, mengambil lokasi di Koridor Ngarsopuro, kawasan heritage yang telah lama menjadi etalase budaya dan destinasi wisata unggulan Kota Solo.

Tema Nirmala Nusantara bukan sekadar slogan. Dalam pemaknaan budaya Jawa, nirmala berarti bersih, suci, dan bebas dari noda batin. Nilai ini berkelindan dengan tradisi ruwatan, sebuah proses simbolik untuk membuang sengkala dan mengembalikan keseimbangan hidup.

Melalui jenang, pesan tersebut disampaikan secara halus namun mendalam. Proses memasak, mengaduk, hingga membagikan jenang dimaknai sebagai laku kebersamaan, ketulusan, dan doa agar kehidupan masyarakat kembali selaras, tentrem, dan penuh welas asih.

Festival Jenang Solo 2026 dirancang sebagai pengalaman wisata budaya yang utuh. Pengunjung tidak hanya menyaksikan, tetapi turut terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari Pre Event Incip-incip Jenang di Solo Car Free Day, Bladahan dan Kirab Aneka Jenang di Ngarsopuro, hingga Ngiras Jenang bersama pelajar sekolah dasar.

Pasar Jenang menjadi salah satu titik favorit, menghadirkan aneka jenang khas dengan rasa, warna, dan filosofi yang beragam. Sementara itu, agenda Masak Besar Jenang dan pembagian 15.000 jenang kepada masyarakat menjadi simbol syukur sekaligus pengikat solidaritas sosial dalam rangka HUT ke-281 Kota Solo.

Salah satu sorotan Festival Jenang Solo 2026 adalah diperkenalkannya Jenang Nirmala, produk baru yang menjadi representasi utama tema tahun ini. Jenang ini dirancang sebagai simbol kesucian rasa dan harapan kolektif menuju Nusantara yang harmonis.

Kehadiran Jenang Nirmala diharapkan tak hanya memperkaya khazanah kuliner tradisional, tetapi juga memperkuat posisi jenang sebagai identitas budaya Solo yang terus relevan dengan zaman.

Festival Jenang Solo 2026 diselenggarakan oleh Yayasan Jenang Indonesia bersama Pemerintah Kota Surakarta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkannya sebagai daya tarik wisata berkelanjutan.

Lewat Festival Jenang Solo 2026, Solo kembali menawarkan pengalaman wisata yang berbeda: menikmati kota melalui rasa, ritual, dan kebersamaan. Di tengah perubahan zaman, jenang menjadi pengingat bahwa budaya yang dirawat dengan ketulusan akan selalu menemukan jalannya untuk hidup dan menyatukan. (damar; foto dspks)