Indonesiasenang-, Buat kamu yang sudah menantikan kembalinya aksi Kate Beckinsale di layar lebar, film Wildcat siap menjadi tontonan terbaru yang sayang untuk dilewatkan. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2025, menghadirkan ketegangan dan aksi cepat yang menjadi ciri khas Beckinsale.
Dalam Wildcat, Kate Beckinsale beradu peran dengan Lewis Tan, Rasmus Hardiker, Alice Krige, Bailey Patrick, Tom Bennett, Matt Willis, hingga Roxy Striar. Kate memerankan Ada, seorang ibu yang nekat mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan sang putri, Charlotte. Konflik bermula ketika Charlotte diculik akibat utang yang ditinggalkan adik Ada, memaksa Ada mencuri sebuah berlian sebagai syarat pembebasan.
Dibantu mantan kekasihnya, Roman (Lewis Tan), perjalanan Ada penuh bahaya, tipu daya, dan aksi menegangkan. Meski premisnya menarik, Wildcat ternyata tak sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Mengapa demikian? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Review Film Wildcat
Disutradarai oleh James Nunn, Wildcat dibangun dengan nuansa tegang sejak awal. Adegan laga bergerak cepat dan memanfaatkan lokasi-lokasi sempit seperti gang kumuh, bangunan tua, dan ruang tertutup untuk menggambarkan kerasnya kehidupan jalanan.
Akting dan Pendalaman Karakter
Kate Beckinsale tampil kuat sebagai sosok ibu yang panik sekaligus cerdas dalam merencanakan penyelamatan. Namun sayangnya, pendalaman karakter Ada dan Charlotte terasa kurang maksimal. Penonton tidak cukup merasakan kedalaman emosi sang anak yang seharusnya menjadi pusat motivasi cerita. Karakter pendukung pun lebih banyak hadir sebagai pemicu alur tanpa latar atau motivasi yang jelas.
Beberapa bagian bahkan terasa berjalan lambat dan membuat tim Indonesia Senang kehilangan fokus karena kurangnya dinamika emosi.
Lewis Tan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai aktor laga melalui gerakan bela diri yang cepat dan presisi. Namun, chemistry romantis antara Tan dan Beckinsale terasa agak dipaksakan, sehingga hubungan karakter mereka tidak sepenuhnya natural.
Visual dan Penyutradaraan
Secara visual, Wildcat tampil standar untuk film aksi skala menengah. James Nunn memilih angle kamera stabil tanpa efek getaran berlebihan, sehingga adegan laga tetap nyaman ditonton. Namun, penggunaan efek visual di beberapa adegan terlihat kurang halus sehingga mengurangi intensitas adegan yang seharusnya lebih memukau.
Alur Cerita
Jalan cerita Wildcat cenderung mudah ditebak dengan formula klasik: misi penyelamatan demi orang tercinta. Penonton yang terbiasa menonton film aksi serupa mungkin tidak menemukan hal baru dari sisi naratif.
Kesimpulan Review Film Wildcat
Secara keseluruhan, Wildcat menyajikan aksi yang cukup seru namun belum mampu memberikan kedalaman karakter dan visual yang memuaskan. Tim Indonesia Senang memberikan nilai 6/10 untuk film ini.
Meski begitu, pengalaman menonton tetap subjektif. Kamu bisa menemukan keseruan versimu sendiri saat menyaksikan Wildcat di bioskop kota kamu mulai 10 Desember. Selamat menonton dan rasakan sendiri sensasinya. (kintan; foto fwc)