Indonesiasenang-, Transformasi teknologi Artificial Intelligence (AI) kini menjadi penggerak utama inovasi di industri kecantikan nasional. ParagonCorp menjadi salah satu perusahaan yang aktif mengintegrasikan AI dalam proses riset dan pengembangan produk untuk menghadirkan kosmetik yang lebih personal, efisien, dan relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Komitmen tersebut diperkuat melalui pengembangan Smart Lab 2.0 yang diperkenalkan dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients 2026 di Jakarta. Dalam forum tersebut, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa menegaskan bahwa pemanfaatan AI menjadi bagian penting dari masa depan inovasi industri kecantikan.

“AI bukan untuk menggantikan scientist, melainkan sebagai co-pilot yang membantu mempercepat proses riset dan pengambilan keputusan berbasis data,” ujar dr. Sari Chairunnisa.
dr. Sari Chairunnisa menjelaskan inovasi AI ParagonCorp untuk mempercepat riset kosmetik Indonesia.

Smart Lab 2.0 Percepat Riset Kosmetik Berbasis AI
Smart Lab 2.0 menjadi fase baru transformasi digital ParagonCorp setelah sebelumnya perusahaan menggunakan sistem manual berbasis logbook, kemudian berkembang ke Smart Lab 1.0 berbasis web. Kini, integrasi AI memungkinkan proses penelitian berjalan lebih cepat, terukur, dan terkoneksi secara menyeluruh.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah teknologi AI Color Matching. Teknologi ini memungkinkan pencocokan warna kosmetik dilakukan secara lebih presisi dengan tingkat akurasi mencapai lebih dari 95 persen. Kehadiran AI juga mampu memangkas waktu pengembangan formula hingga sekitar 60 persen dibandingkan metode konvensional.

Menurut dr. Sari, penggunaan AI membantu tim riset mempercepat eksperimen tanpa menghilangkan peran manusia dalam proses inovasi.

“Human understanding tetap menjadi inti. AI membantu kami mengolah data lebih cepat sehingga scientist bisa lebih fokus pada kreativitas dan inovasi produk,” jelasnya.

AI Bantu ParagonCorp Pahami Karakter Kulit Perempuan Indonesia
Pemanfaatan AI juga dilakukan dalam ingredient discovery atau pencarian bahan aktif baru melalui pengolahan biological big data seperti skin genomics, metabolomics, dan skin microbiome. Teknologi ini membantu ParagonCorp memahami karakteristik kulit masyarakat Indonesia secara lebih mendalam sehingga formulasi produk menjadi lebih tepat sasaran.

Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan basis data warna kulit lebih dari 1.000 perempuan Indonesia guna menciptakan shade kosmetik yang lebih inklusif dan sesuai dengan keragaman konsumen lokal.

Pendekatan berbasis data ini menunjukkan bagaimana AI dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman kecantikan yang lebih personal sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia.

ParagonCorp kembangkan AI Beauty Tech untuk mendukung riset kosmetik modern dan berkelanjutan di Indonesia.

ParagonCorp Siapkan Smart Lab 3.0 dan Teknologi Otomatisasi
Dalam kesempatan tersebut, dr. Sari menekankan bahwa inovasi teknologi harus tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami percaya teknologi harus digunakan untuk menciptakan produk yang bukan hanya inovatif, tetapi juga relevan dan memberikan manfaat nyata bagi konsumen,” ungkapnya.

Langkah ParagonCorp sejalan dengan visi perusahaan sebagai Purposeful Beauty Tech Company yang menggabungkan sains, teknologi, dan keberlanjutan dalam setiap inovasi produk. Pemanfaatan AI dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing industri kosmetik Indonesia di tingkat global.

Selain mempercepat riset kosmetik, implementasi AI juga membantu efisiensi operasional perusahaan melalui analisis tren pasar, perilaku konsumen, hingga otomatisasi proses bisnis agar pengembangan produk lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan pasar.

ParagonCorp bahkan telah menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi global untuk memperluas penerapan AI di industri kecantikan. Kolaborasi tersebut menghasilkan berbagai solusi berbasis AI yang membantu konsumen memahami kondisi kulit dan kebutuhan produk secara lebih akurat.

Transformasi digital yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa AI kini bukan sekadar teknologi pendukung, melainkan bagian integral dari ekosistem inovasi kecantikan modern. Dengan pendekatan tersebut, ParagonCorp ingin menciptakan proses riset yang lebih agile, efisien, dan berbasis data.

Ke depan, perusahaan juga menyiapkan pengembangan Smart Lab 3.0 yang akan mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga automated pilot scale untuk mempercepat proses penelitian dan produksi kosmetik berbasis teknologi.

“Perjalanan transformasi ini masih panjang. Namun kami optimistis AI akan membantu menciptakan masa depan industri kecantikan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup dr. Sari Chairunnisa.

Dengan langkah ini, ParagonCorp semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pelopor transformasi digital dan inovasi AI di industri kosmetik Indonesia (kintan; humpar)