Indonesiasenang-, JAKARTA — Indonesia resmi mencatat sejarah baru dalam dunia literasi internasional melalui peluncuran perdana Choix Goncourt de l’Indonésie 2026. Program sastra bergengsi ini menempatkan Indonesia sebagai bagian dari jaringan global Choix Goncourt yang kini hadir di 51 negara.

Yang paling mencuri perhatian, sebanyak 13 mahasiswa sastra Prancis dari 17 kampus di Indonesia terpilih menjadi juri utama untuk menentukan karya sastra Prancis terbaik versi Indonesia.

Peluncuran resmi program berlangsung di Résidence de France, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 11 Mei 2026. Kehadiran program ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi budaya serta keterlibatan generasi muda Indonesia dalam percakapan sastra dunia.

Philippe Claudel saat menghadiri peluncuran Choix Goncourt Indonesia 2026 di Jakarta Pusat.

Mahasiswa Indonesia Jadi Juri Sastra Internasional
Dalam program Choix Goncourt Indonesia 2026, para mahasiswa tidak hanya membaca novel-novel kontemporer berbahasa Prancis, tetapi juga mendiskusikan, mengkritisi, dan memilih karya terbaik melalui sistem penjurian layaknya penghargaan sastra internasional.

Presiden Akademi Goncourt, Philippe Claudel, yang hadir langsung dalam peluncuran program tersebut mengaku kagum dengan antusiasme mahasiswa Indonesia terhadap sastra Prancis modern.

“Mahasiswa Indonesia menunjukkan ketertarikan luar biasa dalam membaca karya sastra Prancis dalam bahasa aslinya. Ini sangat mengesankan,” ujar Philippe Claudel dalam agenda peluncuran Choix Goncourt Indonesia 2026.

Kunjungan Philippe Claudel ke Jakarta berlangsung pada 11–12 Mei 2026. Selain bertemu para mahasiswa juri, ia juga dijadwalkan berdialog dengan masyarakat umum, pegiat sastra, hingga pelaku perfilman Indonesia sebelum melanjutkan agenda ke Makassar International Writers Festival pada 14–17 Mei 2026.

Prancis Ingin Perluas Jangkauan Sastra Indonesia
Dalam kunjungan tersebut, Philippe Claudel turut didampingi oleh Karina Hocine, editor sekaligus sekretaris jenderal penerbit ternama Prancis, Gallimard.

Karina Hocine menegaskan bahwa Prancis memiliki misi besar untuk memperluas akses sastra dunia, termasuk membuka peluang lebih luas bagi karya sastra Indonesia agar dikenal secara internasional.

“Misi kami adalah mengumpulkan koleksi karya sastra dari seluruh dunia. Saya memahami karya sastra dari Indonesia masih sangat sedikit. Kami datang ke Indonesia untuk menemukan karya dari penulis Indonesia dan membangun jembatan budaya antara Prancis dan Indonesia,” ungkap Karina Hocine dalam sesi konferensi pers.

Menurutnya, karya sastra Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang di pasar global, terutama melalui kolaborasi penerjemahan dan penerbitan internasional.

Konferensi pers Choix Goncourt Indonesia 2026 yang memperkuat diplomasi budaya Indonesia dan Prancis.

Apa Itu Choix Goncourt?
Choix Goncourt merupakan versi internasional dari Prix Goncourt, penghargaan sastra paling bergengsi di Prancis yang telah berdiri sejak 1903.

Program internasional ini mulai dijalankan sejak 1998 dan memungkinkan mahasiswa dari berbagai negara menjadi juri pembaca karya sastra Prancis kontemporer.

Kehadiran Indonesia dalam jaringan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi generasi muda di tengah dominasi media sosial dan budaya konsumsi konten cepat.

Program ini mendorong mahasiswa untuk membaca lebih mendalam, berpikir kritis, serta aktif dalam diskursus budaya global.

Kelanjutan Program Literasi “Ayo Baca!”
Choix Goncourt Indonesia juga menjadi bagian dari kelanjutan program literasi “Ayo Baca!” yang sebelumnya dijalankan oleh Institut Français d’Indonésie bersama Kedutaan Besar Prancis.

Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dan Prancis dalam menjadikan sastra serta generasi muda sebagai penggerak utama dialog budaya bilateral.

Pengamat sastra menilai program ini dapat membuka peluang lebih luas bagi karya sastra Indonesia untuk dikenal dunia internasional. Selain memperkuat budaya membaca, program ini juga berpotensi melahirkan generasi baru penerjemah, akademisi sastra, hingga jejaring penerbitan lintas negara.

Lebih dari sekadar kompetisi membaca, Choix Goncourt Indonesia menjadi simbol penting bahwa anak muda Indonesia mampu terlibat aktif dalam diskursus intelektual global. Dengan hadirnya program ini, Indonesia tidak hanya menjadi pembaca sastra dunia, tetapi juga mulai mengambil peran dalam membentuk arah percakapan budaya internasional. (kintan; praba)