Indonesiasenang-, Penyanyi muda Jenaka Mahila menghadirkan cerita cinta pertama melalui single terbarunya, “Memendam Suka”. Dirilis bersama MyMusic Records pada Jumat, 23 Oktober 2026, lagu ciptaan Ana Achjuman ini mengangkat perasaan ketika seseorang mulai menyukai teman sendiri, tetapi masih malu untuk mengungkapkan isi hati.
Mengusung cerita yang dekat dengan kehidupan remaja, “Memendam Suka” menggambarkan momen ketika perhatian sederhana mulai terasa berbeda. Teman sebangku yang meminjam buku, kebiasaan menunggu di depan kelas, hingga munculnya kecurigaan bahwa rasa suka ternyata berbalas menjadi rangkaian cerita dalam lagu tersebut.
Alih-alih menghadirkan kisah cinta yang rumit, lagu ini berangkat dari pengalaman sederhana yang kerap mewarnai masa sekolah. Perasaan senang ketika bertemu seseorang berjalan beriringan dengan kebingungan membaca tanda-tanda ketertarikan.
Bagi Jenaka Mahila, lagu ini sekaligus menjadi ruang untuk mencoba hal baru dalam perjalanan bermusiknya. Jika sebelumnya ia mengangkat persoalan persahabatan melalui single “Teman Sejati?”, kali ini ia memilih mengeksplorasi tema percintaan.
“Di sini itu pertama kali aku mau rilis lagu mengenai cinta-cintaan, suka-sukaan, jadi it’s a fresh start for me, like explore new things", ujar Jenaka Mahila.
Kekuatan “Memendam Suka” terletak pada penggambaran perasaan yang sering sulit diungkapkan secara langsung. Ada keinginan untuk mengetahui isi hati seseorang, tetapi juga muncul kekhawatiran bahwa perhatian yang diterima mungkin hanya disalahartikan.
Situasi tersebut tergambar dalam bagian lirik yang menjadi favorit Jenaka Mahila, yakni “Aku mulai curiga kalau kau ada rasa, sampaikanlah saja kepadaku".
Menurut Jenaka Mahila, bagian tersebut terasa menggemaskan dan mudah dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari. Tokoh dalam lagu seolah ingin meminta kepastian, tetapi tetap membawa kecanggungan yang membuat cinta pertama terasa istimewa.
Lirik lainnya menegaskan keinginan untuk memperoleh kejelasan. Perasaan suka yang dipendam tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga keraguan ketika kedua pihak belum berani berbicara terus terang.
Melalui cerita itu, Ana Achjuman menghadirkan pengalaman cinta monyet yang tidak terbatas pada satu kelompok usia. Perasaan malu-malu, penasaran, dan berharap mendapatkan balasan merupakan pengalaman yang dapat dikenang oleh pendengar dari berbagai generasi.
Selain mencoba tema baru, Jenaka Mahila juga menghadapi tantangan ketika menjalani proses rekaman. Setelah cukup lama tidak memasuki studio, ia perlu kembali menyesuaikan diri dengan suasana dan proses kerja rekaman.
“Kesulitannya pas aku recording lagu ‘Memendam Suka’ itu karena aku udah lama nggak recording. Jadi aku waktu itu nyoba untuk adapt to the place", jelas Jenaka Mahila.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Jenaka Mahila dalam mempersiapkan karya terbaru. Ia tidak hanya membawakan lagu dengan cerita yang berbeda dari karya sebelumnya, tetapi juga kembali membangun adaptasi dalam proses produksinya.
Perubahan tema ini menjadi kelanjutan perjalanan musikal Jenaka Mahila yang semakin berkembang seiring pertambahan usianya. Dari lagu anak-anak dengan pesan edukatif, ia mulai mengeksplorasi cerita yang lebih dekat dengan pengalaman emosional remaja.
Cerita dalam “Memendam Suka” juga diterjemahkan ke dalam video musik yang menampilkan keseharian Jenaka ketika sedang jatuh hati.
Visual dibuka dengan aktivitas Jenaka Mahila di kamar. Ia memutar musik dan menuliskan perasaannya dalam buku harian. Sepanjang hari, pikirannya terus tertuju pada seseorang yang membuatnya tersenyum sendiri.
Jenaka Mahila kemudian bersantai di tepi kolam renang sambil membaca kembali catatannya. Setelah itu, ia bersepeda menuju taman, menikmati bekal dan musik, lalu kembali tenggelam dalam tulisan-tulisan pribadinya.
Rangkaian adegan tersebut memperlihatkan bagaimana rasa suka dapat menghadirkan kebahagiaan melalui aktivitas sederhana. Buku harian menjadi tempat untuk menyimpan perasaan yang belum berani disampaikan secara langsung.
Puncak cerita terjadi ketika Jenaka Mahila secara tidak sengaja bertemu dengan pria yang selama ini ia tulis dalam buku hariannya. Senyum bahagia yang sebelumnya terlihat spontan berubah menjadi senyum canggung.
Momen tersebut menjadi representasi visual dari situasi yang kerap terjadi ketika seseorang bertemu langsung dengan orang yang disukainya. Perasaan yang mudah dituliskan ternyata tidak selalu mudah diperlihatkan saat berhadapan langsung.
Jenaka Mahila turut terlibat dalam pengembangan konsep video musik tersebut. Hasilnya, cerita visual dibangun mengikuti suasana lagu yang ringan, manis, dan penuh kecanggungan khas cinta pertama.
Jenaka Mahila memulai karier musiknya melalui single debut solo “Peace Peace Peace” pada 2023. Lagu ciptaan Denny Chasmala itu membawa pesan kedamaian dan kebaikan.
Pada tahun yang sama, ia merilis EP Jenaka Mahila yang berisi enam lagu anak bertema edukatif, yaitu “Hari Senin”, “Ibu Pintu Surgaku”, “Peace Peace Peace”, “Hati Hati”, “Jangan Lupa Berdoa”, dan “Ayo Kita Menabung”.
Pada 20 Juni 2025, Jenaka Mahila meluncurkan “Teman Sejati?”, sebuah lagu yang lirik dan notasinya ia ciptakan sendiri. Karya tersebut mengangkat kisah persahabatan yang semula terasa nyaman, tetapi kemudian memperlihatkan sisi kepalsuan.
Kini, “Memendam Suka” menjadi langkah berikutnya untuk memperluas tema yang ia bawakan. Di luar musik, Jenaka Mahila juga mengembangkan kemampuan bermain gitar dan piano serta aktif menekuni tari. Pada 2026, ia bersama tim dance SMP Al-Jabr Jakarta meraih juara pertama dalam kompetisi tari remaja.
Melalui single terbarunya, Jenaka Mahila berharap dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan menghadirkan lagu yang menyenangkan untuk dinikmati. “Semoga lagunya disukain sama masyarakat Indonesia, bisa diterima, dan all the best, semoga berkah semuanya, amin", harapnya.
“Memendam Suka” kini tersedia di berbagai platform musik digital, sedangkan video musiknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube MyMusic Records. Lagu ini menjadi penanda eksplorasi baru Jenaka Mahila dalam merangkai kisah cinta pertama melalui musik yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. (Alvin; foto hmm)