Prancis dan Indonesia Kolaborasi Kembangkan Museum Borobudur, Apa Saja yang Dibenahi?

Prancis dan Indonesia kolaborasi kembangkan Museum Borobudur mulai 2027, dengan pembenahan fasilitas, informasi sejarah dan layanan wisata budaya

Prancis dan Indonesia Kolaborasi Kembangkan Museum Borobudur, Apa Saja yang Dibenahi?

Indonesiasenang-,  Pengembangan Museum Borobudur menjadi salah satu fokus kerja sama Prancis dan Indonesia dalam pelestarian warisan budaya. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas museum, memperkaya informasi sejarah, serta menghadirkan pengalaman wisata budaya yang lebih edukatif dan bermakna bagi pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Upaya tersebut diperkuat melalui kunjungan Marie Lavandier, Presiden Centre des monuments nationaux (CMN), ke Indonesia pada 18–24 Oktober 2026. Dalam kunjungan ini, delegasi Prancis bersama mitra Indonesia mengevaluasi kebutuhan Museum Borobudur dan menyusun prioritas pengembangan yang direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

CMN merupakan lembaga publik Prancis yang mengelola lebih dari 100 monumen bersejarah, termasuk Arc de Triomphe, Panthéon, dan Sainte-Chapelle. Pengalaman lembaga tersebut dalam konservasi, pengelolaan monumen, serta penyampaian nilai sejarah kepada masyarakat menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata budaya di Borobudur.

Kerja Sama Prancis-Indonesia untuk Pengembangan Museum Borobudur
Kemitraan ini berlandaskan Deklarasi Borobudur tentang Strategi Kerja Sama Bersama yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 29 Mei 2025. Komitmen tersebut diperkuat melalui Dialog Strategis Kebudayaan Prancis–Indonesia di Paris pada Juli 2025.

Langkah konkret diwujudkan pada 22 April 2026 melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara CMN dan InJourney Destination Management (IDM) di Paris. Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Christine Ferrand.

Dalam kunjungan terbaru, Marie Lavandier dan delegasi CMN bekerja bersama IDM serta Indonesia Heritage Agency (IHA). Evaluasi mencakup fasilitas museum, media informasi, program budaya, layanan pengunjung, dinamika pariwisata, hingga kondisi infrastruktur dan lingkungan di sekitar situs.

Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi strategis, termasuk pembenahan tata letak ruang, pengembangan media interpretasi sejarah, peningkatan alur kunjungan, serta penyempurnaan desain bangunan. Rencana kerja tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas Museum Borobudur sekaligus memperkuat keterhubungan antara museum dan pengalaman wisata di kawasan candi.

Tingkatkan Pengalaman Wisata Budaya di Borobudur
Pengembangan Museum Borobudur tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas fisik, tetapi juga pada cara pengunjung memahami sejarah, budaya, dan nilai spiritual yang melekat pada situs warisan dunia tersebut.

Melalui kolaborasi dengan para ahli Prancis, IDM akan mengeksplorasi pengembangan fasilitas edukasi dan interpretasi, penyajian informasi yang lebih mudah dipahami, serta peningkatan kenyamanan selama kunjungan. Dengan demikian, wisatawan diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih utuh, tidak hanya menikmati keindahan arsitektur Candi Borobudur, tetapi juga memahami nilai sejarah dan budaya di baliknya.

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menegaskan bahwa pengelolaan Borobudur perlu menyeimbangkan pelestarian warisan budaya dengan peningkatan kualitas pengalaman wisata.

“Pendekatan kami dalam mengelola Borobudur didasari empat pilar utama: konservasi, spiritualitas, edukasi, dan pariwisata. Melalui pengembangan museum, kami berharap pengalaman berkunjung menjadi lebih bermakna—tidak hanya melihat keindahan fisik candi, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kami percaya bahwa pengelolaan yang berkelanjutan akan menjaga keutuhan Borobudur, sekaligus memastikan keindahannya dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Febrina Intan.

Melalui kerja sama ini, Prancis dan Indonesia berharap Museum Borobudur berkembang menjadi ruang edukasi dan apresiasi budaya yang lebih inklusif. Peningkatan fasilitas, penyajian informasi, dan layanan pengunjung diharapkan memperkaya pengalaman wisata budaya di Indonesia sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan dunia dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. (kintan; foto praba)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.