Indoneaiasenang-, Semangat menikmati musik secara langsung kembali digaungkan melalui gelaran Jakarta Anti Culun yang hadir dengan tema "Balik Nge Gigs" di Warung Apresiasi (WAPRESS) Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). Menghadirkan empat band independen, yakni Overdrive, Intisokar, KNIV., dan Obelisk Stereo, acara ini menjadi momentum kebangkitan budaya live musik yang selama ini menjadi denyut nadi skena alternatif Jakarta.

Dimulai pukul 19.30 WIB, konser ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Konsep tersebut menjadi bentuk dukungan penyelenggara agar semakin banyak penikmat musik, khususnya generasi muda, dapat menikmati atmosfer pertunjukan secara langsung sekaligus mengenal lebih dekat karya-karya band independen Tanah Air.

Mengusung tema "Balik Nge Gigs", Jakarta Anti Culun tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak komunitas musik untuk kembali menghidupkan tradisi berkumpul di depan panggung. WAPRESS Bulungan dipilih karena memiliki sejarah panjang sebagai salah satu ruang kreatif yang melahirkan dan mempertemukan berbagai komunitas musik alternatif di Jakarta.

Masing-masing penampil membawa karakter musikal yang berbeda. Overdrive siap menyajikan aksi panggung yang eksplosif dengan energi rock yang kuat. Intisokar menawarkan nuansa alternatif yang khas, KNIV. tampil dengan sentuhan rock modern, sedangkan Obelisk Stereo melengkapi malam dengan eksplorasi musik independen yang segar dan dekat dengan selera pendengar muda.

Lebih dari sekadar konser, Jakarta Anti Culun juga mengusung kampanye "No Drugs & Alcohol" sebagai bagian dari komitmen menciptakan ruang pertunjukan yang aman, sehat, dan nyaman. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa skena musik independen dapat tumbuh dengan semangat positif tanpa meninggalkan nilai kebersamaan.

Kehadiran acara ini menunjukkan bahwa budaya gigs masih memiliki tempat di hati para penikmat musik. Di tengah pesatnya perkembangan platform digital, pengalaman menyaksikan penampilan musisi secara langsung tetap menjadi daya tarik yang tak tergantikan.

Melalui konsep sederhana namun sarat makna, Jakarta Anti Culun berharap dapat menjadi ruang bagi musisi, komunitas, dan penonton untuk kembali merayakan musik dalam suasana yang akrab. Gelaran "Balik Nge Gigs" pun menjadi bukti bahwa panggung-panggung kecil tetap mampu melahirkan energi besar bagi perkembangan skena musik independen Indonesia. (sugali; foto jac)