Indonesiasenang-, Kikan Namara, vokalis band Cokelat, punya ketertarikan pada dunia tanaman hias, khususnya Monstera. Hobi tersebut membawanya mengikuti FLOII 2026 untuk pertama kalinya. Tak sekadar ikut meramaikan, Kikan berhasil meraih posisi ketiga dalam FLOII Aroid Contest, kategori Monstera Variegated Class.
Bagi Kikan, pencapaian tersebut tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, kemenangan bukan menjadi satu-satunya alasan dirinya mengikuti ajang tanaman hias tersebut. Justru, pengalaman pertamanya di FLOII menjadi motivasi untuk terus belajar dan mempersiapkan tanaman dengan lebih baik.
“Yang jelas sih ini memang pasti jadi kayak semacam motivasi ya. Artinya kan bisa meraih kemenangan tuh ya pastinya happy, tapi itu kan bukan titik akhirnya,” ujar Kikan Namara.
Menurut Kikan, jika kembali mengikuti FLOII pada tahun berikutnya, ia ingin mempersiapkan tanaman sejak jauh-jauh hari. Terlebih jika kembali turun di kategori Monstera variegata atau aroid variegata.
“Mungkin setelah ini jadi lebih termotivasi untuk benar-benar, oke next year kalau memang mau ikutan lagi di kategori Monstera yang variegata atau aroid variegata, berarti kan harus nyiapin dari sekarang supaya benar-benar tanaman yang diikutin itu yang perform,” tuturnya.
Berawal dari Monstera Hijau Saat Pandemi
Ketertarikan Kikan pada Monstera sendiri sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Ia mengingat masa pandemi sebagai salah satu periode ketika tanaman Monstera begitu populer dan membuat banyak orang jatuh cinta.
“Kalau ingat beberapa tahun lalu, terutama kalau aku nggak salah ingat waktu zaman pandemi, itu kita memang semua jatuh cinta sama Monstera, walaupun masih yang hijau. Orang bilangnya misalnya Monjo, Monstera hijau,” ungkap Kikan.
Dari Monstera hijau, rasa penasarannya kemudian berkembang. Kikan mulai mempelajari berbagai jenis Monstera, termasuk Monstera variegata dan Thai Constellation, hingga berbagai bentuk mutasi lainnya.
Menurut Kikan, daya tarik Monstera justru terletak pada kejutan yang selalu diberikan oleh tanaman tersebut. Ia tidak pernah tahu persis seperti apa bentuk daun berikutnya atau bagaimana corak variegata yang akan muncul.
“Buat aku, kecantikannya Monstera itu selalu kayak ditunggu-tunggu. Bentuk daun berikutnya akan kayak gimana, corak variegatanya akan kayak gimana. Itu sih yang menurut aku bikin kecintaan sama Monstera-nya jadi nambah terus,” katanya.
Belum Mau Disebut Kolektor Monstera
Meski sudah memiliki koleksi Monstera di rumah, Kikan mengaku belum merasa pantas disebut sebagai kolektor. Menurutnya, seorang kolektor biasanya memiliki beragam ID atau jenis tanaman yang cukup lengkap.
“Kalau ditanya sudah berapa banyak, mungkin aku bisa jawabnya ya lumayan. Tapi kalau bisa dibilang lengkap, enggak. Karena apalagi sekarang ID Monstera banyak sekali, dan aku juga masih banyak banget wishlist yang belum punya,” ujarnya.
Bagi Kikan, pengalaman pertama mengikuti FLOII 2026 dan meraih posisi ketiga di FLOII Aroid Contest Monstera Variegated Class menjadi bagian dari proses menikmati dunia tanaman hias.
Baginya, menang atau kalah dalam sebuah kompetisi merupakan hal biasa. Yang lebih penting adalah kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan tanaman, dan mengenal lebih jauh proses pemuliaan tanaman.
“Menang kalah itu kan biasa ya. Tapi bagaimana kita mau menjadi pemulia tanaman. Jadi sebetulnya keikutsertaan aja tuh menurut aku udah cukup menyenangkan,” pungkas Kikan. (kintan)