Indonesiasenang-, Hari terakhir FLOII Expo 2026 masih terasa ramai dengan berbagai aktivitas menarik yang bisa diikuti pengunjung. Salah satunya datang dari Rencang Dolanan dan Maw-Maw Candle asal Pekalongan, yang selama empat hari menghadirkan produk sekaligus workshop kreatif untuk pengunjung.

Fasya, owner Rencang Dolanan dan Maw-Maw Candle, mengaku senang bisa menjadi bagian dari FLOII Expo 2026. Meski berada di area pojok, menurutnya antusiasme pengunjung tetap terasa hingga hari terakhir.

“Untuk kesan sangat-sangat seru dan fun. Walaupun kita berdiri paling pojok, ternyata exciting. Teman-teman juga masih kerasa banget antusiasnya,” ujar Fasha.

Kreasi candle dalam workshop Maw-Maw Candle di FLOII

Menurut Fasya, pengunjung yang datang ke booth mereka tidak hanya tertarik mengikuti workshop, tetapi juga penasaran dengan produk candle yang ditampilkan. Bentuk candle yang menyerupai makanan menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

“Jadi mereka excited juga, ‘oh ternyata ini ada harumnya ya’, ‘oh ternyata ada bunga yang seperti ini’, dan macam-macam. Jadi cukup senang ikut memeriahkan di FLOII ini,” tuturnya.

Workshop Candle hingga Flower Bouquet
Selama penyelenggaraan FLOII 2026, Rencang Dolanan dan Maw-Maw Candle membuka sejumlah aktivitas workshop. Mulai dari pembuatan candle hingga flower bouquet.

Menariknya, workshop tersebut juga menjadi aktivitas yang bisa diikuti anak-anak. Fasha bercerita, cukup banyak orang tua yang datang untuk berburu tanaman di area pameran, sementara anak mereka mengikuti workshop di booth.

“Para parents-nya mereka berburu tanaman, sedangkan anak-anaknya dititipkan di sini mengikuti workshop. Sembari parents-nya menunggu, anaknya dititipkan di sini untuk berkreasi,” kata Fasya.

Menurutnya, situasi tersebut justru menciptakan pengalaman menyenangkan bagi orang tua dan anak.

“Jadi sama-sama healing, orang tua dan anaknya keduanya sama-sama happy,” lanjutnya.

Untuk workshop candle, peserta juga bisa berkreasi sesuai selera. Mereka dapat memilih topping hingga menentukan tema candle yang ingin dibuat.

Bunga impor yang digunakan dalam workshop Maw-Maw Candle

Pakai Fresh Flower Lokal dan Impor
Selain membuat candle, pengunjung juga bisa berkreasi menggunakan bunga segar. Fasha menjelaskan, bunga yang digunakan dalam workshop merupakan fresh flower yang dirawat secara berkala.

“Untuk bunga-bunga yang di sini semuanya fresh flowers. Setiap hari airnya kita ganti berkala,” ujarnya.

Sebagian besar bunga yang digunakan berasal dari lokal. Namun, Rencang Dolanan dan Maw-Maw Candle juga menghadirkan beberapa bunga impor yang dinilai memiliki bentuk lebih eye-catching.

Menariknya, bunga-bunga tersebut sempat membuat pengunjung penasaran. Ada yang bahkan menyentuh langsung karena tidak menyangka bunga tersebut benar-benar asli.

“Mayoritas kita masih menggunakan bunga lokal, cuma tidak menutup kemungkinan juga beberapa ada yang impor. Kebanyakan yang impor itu yang eye-catching buat para pendatang. Mereka sampai menyentuh, ‘ini asli nggak ya? Ini palsu nggak ya?’ Karena ternyata mereka baru tahu juga, oh ada bunga semacam ini,” jelas Fasya.

Fasya dari Rencang Dolanan dan Maw-Maw Candle di FLOII 2026

Ingin Kembali Ikut FLOII
Bagi Rencang Dolanan dan Mau-Mau Candle, FLOII Expo 2026 menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti event tersebut. Meski baru pertama kali, pengalaman selama empat hari membuat Fasha tertarik untuk kembali berpartisipasi di kesempatan berikutnya.

“Jelas dong, pasti pengen ikutan lagi. Karena ternyata sangat-sangat recommended, seru banget event-nya. Pengalamannya cukup banyak, dapat banyak sekali pelajaran baru tentunya. Jadi sangat-sangat mau ikut lagi,” pungkasnya. (kintan)