Griya Kain Tuan Kentang Angkat Ekonomi Dan Rasa Percaya Diri Pengrajin Kain Tradisional Palembang

Griya Kain Tuan Kentang Angkat Ekonomi Dan Rasa Percaya Diri Pengrajin Kain Tradisional Palembang

Indonesiasenang-, Tuan Kentang adalah nama kampung di tepi Sungai Ogan Palembang, tepatnya di pertemuan Sungai Musi dan Sungai Ogan. Nama ini konon adalah saudagar Tionghoa yang pernah punya bisnis besar di sepanjang muara sungai dan dimakamkan di kampung tersebut.

Kampung ini punya keistimewaaan dimana sebagian besar warganya hidup sebagai perajin kain tradisional Palembang seperti kain songket, blongsong, tajung, pelangi, atau jumputan dengan mutu cukup baik. Produksinya besar dan dulu penyuplai utama beberapa galeri dan toko terkenal di kawasan kain Tangga Buntung, Palembang.

Melihat potensi itu, Pemerintah Daerah Kota Palembang dan Bank Indonesia membangun sebuah galeri yang menampung produksi mereka dan dinamakan Griya Kain Tuan Kentang yang diresmikan tahun 2016. Pada perjalanannya, Griya Kain Tuan Kentang tidak saja menjual kain, pakaian, tapi juga aksesoris khas Palembang.

Griya kain, berdiri di atas tanah Pemerintah kota Palembang ini terdiri dari 3 bagian, ada pendopo, yang dapat difungsikan sebagai teras jemur untuk kain jumputan. Dibagian tengah, nampaknya direncanakan untuk ruang produksi dan gudang. Pada bagian ketiga, sekarang digunakan sebagai toko dan ruang pamer.

Bagi para ruang pamer ini cukup membantu pemasaran karena sebelumnya mereka harus keliling pasar untuk menjual hasil karya. Kini pemasaran terorganisir karena terbentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tuan Kentang yang beranggotakan kurang lebih 200 pengrajin, kini terbukti bisa mengangkat ekonomi dan rasa percaya diri para perajin.

Jenis Kain Yang Diproduksi

Sejak pagi sampai jelang petang, kampung Tuan Kentang tak pernah sepi dari bunyi suara Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dari perajin. Mereka banyak memproduksi kain jumputan, kain tajung, kain blongsong, dan songket. Dari beberapa jenis kain yang dibuat perajin, kain jumputan paling banyak dicari konsumen karena warnanya beraneka ragam, unik, dan tidak ditemui di daerah lain.

Jumputan Palembang juga disebut kain pelangi, kain jumputan bersifat fleksibel dimana bisa digunakan pria dan wanita, serta cocok untuk busana resmi maupun santai. Teknik pembuatan, seperti jumputan pada umumnya yaitu dengan diikat atau dijahit kemudian baru dicelup. Bahan yang tersedia sifon, katun, fiskos, dan semi sutra. Motifnya yang terkenal titik tujuh, titik lima, titik sembilan, dan motif modern.

Di sini juga tersedia kain tajung dan blongsong yang merupakan kain yang sama, hanya berbeda pada penggunaannya saja. Kain tajung adalah kain tenun yang berbentuk sarung dan biasa dipakai laki-laki untuk upacara adat atau hari raya. Kain tajung dulu dibuat dengan alat tenun gendong, tapi sejak tahun 1970 mulai menggunakan ATBM untuk menghemat waktu produksi dari 15 hari jika memakai alat tenun gendong, menjadi 2 hari saja jika memakai ATBM untuk satu lembar kain. Bahan yang digunakan katun dan sutra, macam macam motif kain tajung antara lain limar, limar patut, petak-petak berwarna, dan gerbik.

Sedangkan kain blongsong digunakan oleh perempuan, terdiri dari sarung dan selendang. Selain itu ada juga kain blongsong yang menggunakan motif songket dan disebut blongket atau blongsong songket. Pengerjaannya lebih cepat dari songket karena menggunakan benang katun atau sutera.

Kampung ini juga memproduksi kain songket. Songket Palembang adalah salah satu karya budaya dari Sumatera Selatan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada tahun 2013. Karya budaya ini masuk ke dalam domain Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional dengan nomor pencatatan 201300009.

Songket berasal dari istilah sungkit yang berarti “mengait” atau “mencungkil.” Istilah ini secara langsung merepresentasikan metode pembuatannya yaitu mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun lalu menyelipkan benang emas kemudian menenun dan diakhiri dengan tahap penyempurnaan. Pembuatan bisa memakan waktu 3-6 bulan tergantung kerumitan motif. Ragamnya antara lain songket lepus, songket tabur, songket bunga, songket limar, songket trestes, dan songket rumpak. (rls; foto dok)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.