Manjakani Umumkan Kami Berlayar Tur 2026 Bagian 1

Manjakani umumkan Kami Berlayar Tur 2026 di Kalbar, hadirkan konser intim, kolaborasi kedai kopi, dan workshop penulisan lagu

Manjakani Umumkan Kami Berlayar Tur 2026 Bagian 1

Indonesiasenang-, Di tengah lanskap musik independen Indonesia yang kian bergerak ke arah pengalaman intim dan kolaboratif, duo folk-pop asal Pontianak, Manjakani, memilih cara yang hangat sekaligus membumi untuk memperkenalkan karya terbaru mereka. Lewat pengumuman Kami Berlayar Tur 2026 (Bagian 1), Manjakani tak sekadar merancang tur album, mereka merancang sebuah perjalanan emosional yang menjahit musik, ruang hidup, dan perjumpaan manusia.

Tur ini menjadi etalase bagi album kedua mereka yang bertajuk self-titled, sebuah fase baru yang menandai kedewasaan musikal sekaligus keberanian eksplorasi tema. Mengusung narasi “Kami Berlayar”, Manjakani mengajak pendengar menyusuri samudra pengalaman: tentang relasi yang tumbuh dan retak, kehilangan yang sunyi, hingga harapan yang terus menyala di tengah perjalanan batin.

Perjalanan dimulai dari Singkawang pada 30 April 2026, lalu berlayar ke Sambas, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, dan berlabuh di Pontianak pada pertengahan Juni 2026. Rangkaian ini bukan hanya soal titik geografis, melainkan tentang bagaimana musik menemukan rumahnya di berbagai sudut Kalimantan Barat.

Yang membuat tur ini terasa berbeda adalah pilihan ruang pertunjukan. Alih-alih panggung besar, Manjakani menggandeng Toko Kami ‘jaringan kedai kopi lokal’ sebagai titik temu antara musisi dan pendengar. Format ini menciptakan atmosfer yang lebih personal, di mana lagu-lagu tak hanya didengar, tetapi juga dirasakan dalam jarak yang nyaris tanpa sekat.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menjangkau pendengar baru dan membangun hubungan yang lebih dekat”, ujar Muhammad Taufan, gitaris Manjakani.

Sementara itu vokalis Nabilla Syafani menambahkan bahwa tur ini juga menjadi momen yang telah lama dinantikan untuk bertemu langsung dengan para pendengar yang selama ini hanya terhubung dari kejauhan.

Namun, “Kami Berlayar” tidak berhenti pada musik. Di setiap kota, Manjakani menyisipkan ruang belajar melalui lokakarya penulisan lagu di sejumlah SMA. Di sinilah dimensi lifestyle dan edukasi bertemu: musik tidak hanya menjadi konsumsi, tetapi juga praktik berbagi. Para siswa diajak menyelami proses kreatif dari merangkai lirik hingga membangun emosi dalam lagu sekaligus membuka dialog tentang bagaimana seni bisa menjadi medium ekspresi personal.

Perjalanan darat lintas kota yang mereka tempuh juga menambah lapisan makna. Ia menjadi metafora sekaligus realitas: bergerak dari satu tempat ke tempat lain, bertemu wajah-wajah baru, dan membawa pulang cerita yang tak selalu bisa dituliskan. Dalam konteks ini, tur menjadi pengalaman hidup, bukan sekadar agenda promosi.

Sebagai penanda momen, Manjakani juga menyiapkan merchandise eksklusif yang hanya tersedia selama tur berlangsung, sebuah artefak kecil bagi mereka yang ingin menyimpan kenangan dari perjalanan ini.

Didukung oleh berbagai pihak seperti demajors dan IM3, “Kami Berlayar Tur 2026” menjelma menjadi ekosistem kolaboratif yang mempertemukan musik, komunitas, dan ruang sosial. Ia bukan hanya tentang lagu-lagu baru, tetapi tentang bagaimana musik bisa hidup di antara percakapan, kopi hangat, dan perjalanan panjang yang penuh makna.

Dalam dunia yang serba cepat, Manjakani justru memilih untuk berlayar perlahan dengan menyapa, mendengar, dan merayakan setiap pertemuan. Dan mungkin, di sanalah esensi sesungguhnya dari sebuah tur: bukan sekadar menuju tujuan, tetapi menikmati setiap gelombang yang dilalui. (devin; foto hm)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.