Indonesiasenang-, Aktris Gisella Anastasia membagikan pengalamannya saat dipercaya memerankan karakter Thalita dalam film Balas Budi. Ia mengaku ketertarikannya terhadap proyek ini muncul sejak awal, terutama setelah membaca naskah dan melihat rekam jejak sang sutradara, Reka Wijaya.

“Waktu pertama kali dipercaya untuk bergabung di Balas Budi, aku langsung tertarik. Apalagi sebelumnya aku baru menonton film karya Mas Reka Wijaya juga sebagai sutradara. Menurut aku filmnya bagus, cakep, dan menarik. Setelah membaca ceritanya, aku makin yakin”, kata Gisella Anastasia pada acara Cast Press Dialog Film Balas Budi (27/01/2026), di Jakarta.

Selain itu Gisella Anastasia juga menilai isu yang diangkat dalam film ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, khususnya fenomena love scamming yang semakin marak di era digital.

“Isu yang diangkat tentang love scamming itu menarik banget. Aku sendiri memang belum pernah jadi korban love scamming yang benar-benar sindikat seperti ini, tapi ada pengalaman yang sedikit merempet ke arah sana. Ada momen-momen di mana kita sebagai perempuan bisa berpikir, ‘Wah, ini kayaknya real,’ padahal belum tentu”, tutur Gisella Anastasia jujur.

Saat ditanya tentang irisan antara dirinya dan karakter Thalita, Gisella Anastasia mengakui ada beberapa kesamaan, termasuk soal proses belajar dalam hidup. “Kalau irisan paling jelas antara Thalita dan Gisella Anastasia, mungkin dari sisi ‘kurang pintarnya’ di masa-masa tertentu”, ujarnya sambil tersenyum.

“Namanya juga belajar hidup, semua orang pasti pernah ada di fase itu. Di film ini, Thalita juga berada di dunia entertainment, bahkan diceritakan sebagai seorang selebritas, jadi ada sedikit kemiripan dengan kehidupan aku”, imbuh Gisella Anastasia.

Gisella Anastasia juga menyoroti pesan sosial yang ingin disampaikan film Balas Budi, terutama terkait meningkatnya modus penipuan berkedok hubungan emosional. “Kalau kita lihat dari cerita Mas Reka Wijaya, ini memang fenomena sosial yang nyata. Ada yang mungkin awalnya tidak berniat jahat, tapi ada juga yang benar-benar sudah punya modus operandi. Love scamming itu sekarang banyak banget”, jelasnya.

Menurut Gisella Anastasia, korban love scamming tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki, bahkan siapa pun yang terlihat rapuh atau memiliki celah emosional. “Korban love scamming itu bukan cuma cewek, cowok juga. Siapapun yang terlihat sendiri, terlihat ada celah, itu sering banget jadi korban. Apalagi sekarang di era digital, gampang banget pakai muka siapa, ngaku jadi siapa, dan kita bisa chatting berbulan-bulan tanpa tahu kalau itu penipuan”, ungkapnya

Gisella Anastasia pun membagikan pesan reflektif dan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membangun relasi, khususnya yang berawal dari dunia maya. “Berdoa supaya nggak dijahatin orang. Tapi kalaupun dijahatin, semoga cepat ketahuannya. Kita juga harus lebih sabar, jangan menggebu-gebu, dan kasih waktu untuk membuktikan. Cross-check ke banyak sisi itu penting”, ujarnya.

Gisella Anastasia menyarankan agar setiap bentuk perhatian atau kebaikan tidak langsung diterima secara mentah, melainkan dibicarakan dengan orang-orang terdekat. “Kalau ada orang yang kelihatan naksir banget, terima aja kebaikannya, tapi jangan langsung percaya sepenuhnya. Bawa ke teman dekat, inner circle, atau keluarga yang kita percaya. Kadang kita lagi ‘buta’ karena perasaan, tapi orang lain bisa lihat lebih objektif”, katanya.

Lebih jauh, Gisella Anastasia menekankan bahwa budaya berbuat baik tetap penting, namun harus dibarengi dengan batasan yang sehat. “Dari kecil kita diajarin buat berbuat baik, membalas kebaikan dengan kebaikan, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan. Tapi dalam kasus seperti ini, ada batasan yang harus diperhatikan”, jelasnya.

Gisella Anastasia menambahkan bahwa membalas kebaikan tidak selalu harus berbentuk materi, terlebih jika hubungan belum memiliki kejelasan status. “Kalau belum resmi, belum apa-apa, jangan langsung all in. Bukan kebaikannya yang salah, tapi cara kita membalas kebaikan itu yang perlu dipelajari lagi”, tegasnya.

Menutup pernyataannya, Gisella Anastasia mengutip pesan penting dari karakter Thalita yang menurutnya relevan sebagai pegangan hidup. “Kita perlu slow down. Jangan mudah kena ‘sulap’. Tapi bukan berarti orang baik itu nggak ada. Kalau memang rezekinya, kebaikan pasti datang. Cuma biasanya yang baik itu nggak instan, selalu ada prosesnya, dan nggak ada yang sempurna”, pungkasnya. (devin; foto snas)