Indonesiasenang-, Dunia pesugihan dan misteri pernikahan dengan makhluk gaib menjadi teror utama dalam film horor terbaru produksi Starvision, Dewi Siluman Ular. Mengangkat kisah seorang ayah yang terdesak keadaan ekonomi hingga nekat menikahi jin berwujud siluman ular, film ini memadukan teror supranatural dengan konflik rumah tangga, cinta, kecemburuan, dan perjuangan mempertahankan keluarga.

Dibintangi Derby Romero, Anya Geraldine, Aulia Sarah, dan Aghniny Haque, film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

Cerita berpusat pada Dedi (Derby Romero), seorang kepala keluarga yang kehidupannya berada di titik sulit. Tumpukan utang membuatnya terus dikejar penagih, sementara Rahma (Aulia Sarah), istrinya, harus menjalani operasi caesar untuk melahirkan anak mereka.

Dihadapkan pada situasi yang semakin menghimpit, Dedi merasa harus segera mendapatkan uang demi menyelamatkan istri dan calon buah hatinya. Dalam keputusasaan, ia memilih jalan pintas melalui pesugihan dengan menikahi Dewi (Anya Geraldine), sosok jin yang memiliki wujud siluman ular.

Keputusan tersebut menjadi awal dari rangkaian peristiwa misterius yang mengubah kehidupan Dedi. Perjanjian dengan Dewi bukan sekadar memberikan jalan keluar dari persoalan finansial, tetapi juga menyeretnya ke dalam hubungan yang penuh konsekuensi, konflik, dan teror yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Berbeda dari kisah horor yang hanya mengandalkan penampakan makhluk gaib dan kejutan menakutkan, Dewi Siluman Ular menghadirkan persoalan pesugihan melalui sudut pandang kehidupan rumah tangga.

Sosok Dewi yang diperankan Anya Geraldine menjadi pusat misteri. Sebagai jin berwujud siluman ular, Dewi digambarkan memiliki pesona yang memikat sekaligus sisi mengerikan. Namun, karakternya tidak semata-mata hadir sebagai makhluk gaib yang jahat.

Diungkapkan oleh Anya Geraldine bahwa Dewi mempunyai emosi dan perasaan layaknya manusia. Ia bisa merasakan kecemburuan, kemarahan, hingga kasih sayang terhadap orang yang dicintainya. “Jika selama ini sosok jin atau siluman digambarkan dengan sosok yang jahat, di film ini justru kita bisa melihat sisi jin yang manusiawi juga. Dia bisa cemburu, marah, dan memiliki kasih sayang”, katanya.

Pendekatan tersebut memberikan dimensi berbeda terhadap karakter Dewi. Di balik wujud siluman ular dan kekuatan supranaturalnya, terdapat persoalan emosional yang ikut membangun konflik cerita.

Teror dan misteri dalam film ini semakin berkembang melalui kehadiran tiga perempuan yang memiliki hubungan berbeda dengan Dedi.

Aulia Sarah memerankan Rahma, istri pertama yang telah menemani Dedi melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari masa sulit, merasakan kesuksesan, hingga kembali terpuruk menghadapi persoalan ekonomi.

Dijelaskan oleh Aulia Sarah, bahwa Rahma mungkin terlihat sebagai perempuan yang hanya mementingkan harta. Namun, di balik sikap tersebut, terdapat pengalaman panjang sebagai seorang istri yang telah berjuang bersama suaminya.

“Rahma mungkin akan dilihatnya jadi istri yang jahat dan hanya mementingkan harta. Tapi Rahma itu yang menemani suaminya dari titik nol, sukses, dan kembali lagi ke titik nol. Dia cuma mau kehidupannya lebih baik”, ujar Aulia Sarah.

Sementara itu, Aghniny Haque memerankan Lela, istri ketiga Dedi. Karakter Lela digambarkan sebagai perempuan sederhana yang tidak banyak menuntut dan memiliki kepribadian berbeda dari Rahma maupun Dewi.

Perbedaan karakter ketiga perempuan tersebut menciptakan dinamika hubungan yang semakin rumit. Persoalan cinta, kecemburuan, kesetiaan, dan kehadiran makhluk gaib menjadi bagian dari konflik yang harus dihadapi Dedi.

Di balik kisah pesugihan dan teror siluman ular, Dewi Siluman Ular juga membawa persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni perjuangan seorang ayah dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Derby Romero menilai karakter Dedi merepresentasikan sosok suami dan ayah yang berada dalam tekanan besar ketika harus menghadapi persoalan ekonomi sekaligus tanggung jawab terhadap keselamatan keluarganya. Menurutnya, perjuangan Dedi menjadi salah satu bagian yang membuat cerita film ini terasa dekat dan menyentuh.

“Film ini adalah perjuangan seorang suami untuk keluarganya. Itu yang menurut saya terasa sangat dekat dan menyentuh setiap hati orang-orang yang berjuang untuk keluarganya”, ungkap Derby Romeo.

Melalui karakter Dedi, film ini memperlihatkan bagaimana keputusasaan dapat mendorong seseorang mengambil keputusan berisiko. Niat awal untuk menyelamatkan keluarga justru membuka pintu bagi persoalan yang jauh lebih besar.

Dikatakan oleh Produser Chand Parwez Servia, Starvision kembali menghadirkan horor dengan pendekatan cerita yang memiliki karakter tersendiri. Setelah sebelumnya mengangkat horor dengan balutan persahabatan, cinta, dan keluarga, kali ini film tersebut menyoroti tanggung jawab serta pengorbanan seorang kepala keluarga.

“Horor dari Starvision selalu memiliki DNA yang berbeda. Kami sudah sukses dengan horor yang dibalut dengan persahabatan, cinta, dan keluarga. Melalui film Dewi Siluman Ular, film ini ingin mengangkat tentang tanggung jawab dan pengorbanan kepala keluarga”, ujar Chand Parwez.

Dewi Siluman Ular diadaptasi dari podcast berjudul Nikah Sama Jin karya Prasodjo Muhammad dengan Sherly Indria sebagai narasumber. Skenario film ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri. Sementara itu, film ini diproduseri Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar.

Selain empat pemeran utama, film ini turut melibatkan sejumlah pemain, di antaranya Humaira Jahra, Ashraf Dirgham, Arswendy Bening Swara, Totos Rasiti, Azzalia Assyifa, Ayu Diah Pasha, Yatti Surachman, Arief Didu, Ence Bagus, Judith Callysta, Agung Bla, dan Aldo Gudel.

Dengan memadukan mitos pesugihan, misteri pernikahan dengan jin, sosok siluman ular, serta konflik keluarga, Dewi Siluman Ular menawarkan pengalaman horor yang tidak hanya bertumpu pada teror makhluk gaib.

Film ini sekaligus mengajak penonton melihat sisi gelap sebuah pilihan yang lahir dari keputusasaan. Sebuah perjuangan seorang ayah yang ingin menyelamatkan keluarganya, tetapi justru harus menghadapi konsekuensi mengerikan dari perjanjian dengan dunia gaib. (alvin; foto hero)