Indonesiasenang-, Gitaris legendaris Indonesia sekaligus personel band Gigi, Dewa Budjana, siap menggelar konser spesial bertajuk Pranayama Concert pada 10 April 2026. Acara ini akan berlangsung di Deheng House, tepatnya di DeConcert Room, Kemang, dengan konsep intimate yang menawarkan pengalaman musikal lebih dekat dan mendalam.

Konser yang dimulai pukul 19.00 WIB ini akan menghadirkan kekuatan aransemen instrumental khas Budjana yang dikenal eksploratif, memadukan unsur etnik, progresif, dan spiritual dalam satu panggung.

Dewa Budjana saat press conference Pranayama Concert 2026 menjelaskan konsep konser intimate

Kolaborasi Musisi dan Pencarian Vokal yang Tepat
Dalam konser ini, Dewa Budjana tidak tampil sendiri. Ia mengajak Endah vokalis dan gitaris dari duo "Endah N Rhesa", ditemani oleh sejumlah musisi yang telah lama berkolaborasi dengannya, seperti Shadu Rasjidi (bass), Yandi Andaputra (drum), Dio Siahaan (synthesizer), Irsa Destiwi (piano), serta Jaeko Siena (perkusi dan suling).

Menariknya, dalam menentukan vokalis, Budjana sempat mengalami kebingungan. Ia mencari sosok yang mampu membawakan lagu-lagu bernuansa etnik dengan karakter kuat.

Pilihan akhirnya jatuh pada vokalis dan gitaris duo "Endah N Rhesa", yang dikenal dengan eksplorasi musik akustik dan sentuhan etniknya.

“Saya sempat bingung mencari penyanyi yang cocok. Lalu ada yang menyarankan Endah vokalis dan gitaris duo "Endah N Rhesa", akhirnya saya merasa itu pilihan yang tepat,” ungkap Budjana.

Tantangan Membawakan Lagu Berbahasa Sansekerta
Keterlibatan Endah menjadi salah satu daya tarik utama dalam konser ini. Vokalis dan gitaris duo "Endah N Rhesa" akan membawakan lagu dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Sansekerta—bahasa klasik yang jarang digunakan dalam musik modern.

Ia mengaku harus melakukan persiapan khusus demi mendalami pelafalan dan makna bahasa tersebut.

“Ini bahasa nggak mudah ya. Saya sampai melakukan diskusi dan belajar langsung untuk memahami pengucapan bahasa Sansekerta. Meskipun ini kontemporer, tetap harus ada pemahaman yang benar,” ujar Endah tentang proses latihan.

Persiapan ini menunjukkan keseriusan Endah dalam menyajikan performa yang tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga autentik secara budaya dan emosional.

Endah vokalis dan gitaris duo "Endah N Rhesa", dalam sesi konferensi pers konser Pranayama membahas lagu berbahasa Sansekerta

Suguhan Karya dan Konsep Intimate yang Berbeda
Dalam konser Pranayama, Dewa Budjana juga akan membawakan sejumlah karya dari album terbarunya, seperti On the Way Home, Dreamland, dan Karma. Album-album tersebut sebelumnya direkam secara live di Praha, Republik Ceko, menghadirkan nuansa global dalam balutan musik khas Budjana.

Meski dikenal gemar berimprovisasi, Budjana menegaskan bahwa konser ini akan lebih mengutamakan kenyamanan penonton.

“Improvisasi berlebihan belum tentu dinikmati penonton. Banyak improvisasi bahkan bisa bikin penonton bosan, itu yang saya hindari. Saya ingin konser ini bisa dinikmati maksimal selama kurang lebih dua jam,” jelasnya.

Venue DeConcert Room di Deheng House sendiri dirancang untuk menghadirkan pengalaman audio-visual yang optimal, dengan dukungan tata suara, pencahayaan, dan visual LED yang imersif.

Founder Deheng House, Lexi M. Budiman, menyebut konser ini sebagai bentuk apresiasi terhadap musisi yang telah memberikan kontribusi besar bagi industri musik Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana musik bisa dinikmati lebih dekat, lebih hangat, dan lebih bermakna,” ujar Lexi.

Selain aktif bermusik, Dewa Budjana juga dikenal melalui berbagai inisiatif sosial, salah satunya program Gitaris Untuk Negeri yang secara konsisten menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia.

Harga Tiket dan Informasi Konser
Konser Pranayama menjadi salah satu pertunjukan yang sayang untuk dilewatkan, khususnya bagi penikmat musik instrumental, etnik, dan eksploratif.

Tiket dibanderol mulai dari Rp300.000 hingga Rp500.000 dan dapat dibeli melalui platform resmi BookCabin. (kintan; praba)