Indonesiasenang-, Menjelang penayangannya di bioskop pada 09 Juli 2026, film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea semakin meningkatkan rasa penasaran publik dengan merilis final trailer dan final poster. Melalui materi promosi terbarunya, film produksi MD Pictures bersama Umbara Brothers Film ini menegaskan identitasnya sebagai sajian horor lintas budaya yang memadukan atmosfer mencekam Korea Selatan dengan unsur mistis khas Indonesia.
Peluncuran poster dan trailer resmi dilakukan dalam acara jumpa pers yang menghadirkan para pemain serta tim pembuat film (09/06/2025). Dari materi yang ditampilkan, terlihat bahwa film ini tidak hanya menawarkan ketegangan dari lokasi rumah sakit terbengkalai yang terkenal angker, tetapi juga menghadirkan elemen supranatural yang dekat dengan pengalaman masyarakat Indonesia.
Final poster menampilkan sosok boneka misterius berbalut hanbok, pakaian tradisional Korea, yang berdiri di tengah nuansa suram dan penuh bayangan. Kehadiran noda darah serta latar rumah sakit yang menyeramkan memperkuat kesan bahwa ada rahasia gelap yang menunggu untuk diungkap di balik Ruangan 402.
Sementara itu, final trailer memperlihatkan perkembangan cerita yang lebih kompleks. Sekelompok kreator konten asal Indonesia yang awalnya datang untuk membuat tayangan eksplorasi horor justru terjebak dalam teror nyata yang mengancam keselamatan mereka. Situasi berubah semakin mencekam ketika ritual Jelangkung dilakukan di dalam Rumah Sakit Yongwon, sebuah tempat yang dikenal menyimpan sejarah kelam dan berbagai kisah supranatural.
Penggunaan ritual Jelangkung menjadi salah satu kejutan utama dalam film ini. Unsur budaya Indonesia tersebut hadir di tengah latar Korea Selatan dan menjadi pemicu munculnya kekuatan misterius yang sebelumnya tersembunyi. Perpaduan dua tradisi horor berbeda ini menciptakan warna baru yang jarang ditemukan dalam film horor Indonesia.
Dijelaskan oleh Anggy Umbara selaku sutradara, bahwa film ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda dibandingkan adaptasi pada umumnya. Menurutnya, pendekatan lintas budaya memungkinkan cerita berkembang dengan identitas yang lebih kuat sekaligus menghadirkan kejutan bagi penonton.
Pendapat serupa disampaikan oleh Arbani Yasiz yang memerankan karakter Juna. Ia menilai film ini membawa ketegangan yang terus meningkat karena para karakter tidak hanya berhadapan dengan sosok gaib, tetapi juga harus menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka sendiri saat mencoba berinteraksi dengan dunia arwah.
Selain menonjolkan teror visual, film ini juga mengandalkan ketakutan psikologis. Atmosfer rumah sakit kosong, lorong-lorong sempit, suara misterius, hingga kemunculan simbol-simbol ritual menjadi elemen yang membangun rasa tidak nyaman sepanjang cerita.
Di sisi lain, pencapaian internasional turut menjadi sorotan. Sebelum tayang di Indonesia, 402 Rumah Sakit Angker Korea berhasil terpilih dalam program Gala Presentation di Bucheon International Fantastic Film Festival 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kualitas produksi sekaligus menunjukkan bahwa karya horor Indonesia semakin mendapat perhatian di panggung global.
Untuk distribusi internasional, film ini akan menggunakan judul Korean Haunted Hospital, sedangkan di Korea Selatan akan dikenal dengan judul 폐병원 402 (Pye-byeong-won 402).
Dengan kombinasi lokasi autentik, nuansa horor Korea yang kuat, serta sentuhan mistis Indonesia melalui ritual Jelangkung, 402 Rumah Sakit Angker Korea menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dari film horor kebanyakan. Film ini tidak hanya mengajak penonton memasuki bangunan yang dipercaya menyimpan kutukan, tetapi juga menyaksikan bagaimana sebuah ritual lokal dapat membuka pintu menuju teror yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Ketika rasa penasaran mengalahkan logika, dan permainan pemanggilan arwah dilakukan di tempat yang salah, Ruangan 402 menjadi titik awal dari mimpi buruk yang mungkin tidak bisa dihentikan. Film ini siap membawa penonton menyelami ketakutan yang melampaui batas negara, budaya, dan dunia yang terlihat oleh mata. (damar; foto ehan)