Indonesiasenang-, Prestasi perfilman Indonesia kembali mendapat sorotan internasional. Film horor misteri terbaru garapan sutradara  berjudul internasional The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy atau Lobang Buaya resmi terpilih dalam ajang bergengsi  di Korea Selatan.

Keikutsertaan film ini menjadi langkah penting setelah sebelumnya mencatatkan penayangan perdana dunia di , salah satu festival film paling prestisius di Eropa yang dikenal sebagai ruang bagi karya-karya sinema inovatif dari berbagai belahan dunia.

Di BIFAN 2026, festival genre terbesar di Asia yang berfokus pada film horor, fantasi, thriller, dan science fiction, The Hole berhasil menembus program prestisius B Extreme. Kategori tersebut dikenal sebagai etalase film-film dengan pendekatan paling berani, penuh ketegangan, kekerasan visual, serta eksplorasi imajinasi yang ekstrem.

Film produksi kolaborasi  dan  ini menarik perhatian para kurator internasional berkat keberhasilannya memadukan kisah sejarah Indonesia dengan atmosfer horor yang mencekam.

Martin Lee selaku Programmer BIFAN menilai karya Hanung Bramantyo menghadirkan perpaduan unik antara tragedi sejarah dan misteri kriminal. Menurutnya, film tersebut secara cerdas merangkai serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor psikologis dan drama investigasi, menghasilkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menegangkan tetapi juga menyisakan refleksi emosional mendalam.

Mengusung latar Indonesia pada dekade 1960-an, Lobang Buaya membawa penonton ke masa penuh gejolak politik dan ketegangan sosial. Cerita berpusat pada rangkaian pembunuhan misterius yang selalu terjadi pada tanggal 30 setiap bulan. Setiap korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, meninggalkan lubang misterius pada tubuh mereka serta pesan-pesan aneh yang tertulis di wajah korban.

Seiring penyelidikan berlangsung, benang merah kasus tersebut perlahan mengarah pada rahasia kelam yang berkaitan dengan propaganda, kepercayaan masyarakat, serta sisi gelap sejarah bangsa yang terinspirasi dari peristiwa .

Bagi Hanung Bramantyo, genre horor dan thriller menjadi medium yang efektif untuk mengeksplorasi trauma kolektif dan ketakutan yang tersimpan dalam memori sebuah bangsa. Melalui The Hole, ia mencoba menghadirkan kembali luka sejarah dalam balutan mistisisme yang dekat dengan kultur masyarakat Indonesia.

Setelah mendapatkan sambutan positif di Rotterdam dan kini melaju ke BIFAN, film ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu film horor Indonesia yang paling diperbincangkan di sirkuit festival internasional tahun ini. Kehadirannya juga menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia terhadap karya-karya genre dari Indonesia yang berani mengangkat sejarah lokal dengan pendekatan sinematik yang segar.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor papan atas Indonesia seperti Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, dan Anya Zen. Setelah perjalanan festival internasionalnya, Lobang Buaya dijadwalkan segera menyapa penonton Indonesia dan menghadirkan pengalaman horor misteri yang menggabungkan teror, sejarah, serta teka-teki yang menggugah rasa penasaran. (fathur; foto hflb)