Indonesiasenang-, Jakarta – Di era modern, kecantikan tak lagi hanya soal tampil menarik. Semakin banyak perempuan yang mulai memperhatikan dampak dari produk yang mereka gunakan, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga pengaruhnya terhadap lingkungan. Tak heran jika tren sustainable beauty atau kecantikan berkelanjutan terus berkembang dan menjadi perhatian industri kecantikan global.

Kesadaran ini juga mendorong banyak perusahaan untuk mencari cara menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi konsumen, tetapi juga ramah terhadap alam.

Salah satu yang menunjukkan komitmen tersebut adalah ParagonCorp, perusahaan kecantikan asal Indonesia yang baru-baru ini membawa pesan penting mengenai pelestarian hutan dan potensi bioekonomi ke forum internasional di London.

Pengunjung P4F Conference melihat showcase ParagonCorp yang menampilkan inovasi sustainable beauty berbasis hasil hutan Indonesia.

ParagonCorp menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan Indonesia yang hadir dalam Partnership for Forests Conference (P4F), sebuah forum global yang didukung Pemerintah Inggris untuk mendorong model bisnis berkelanjutan yang mampu menjaga hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kehadiran ParagonCorp di forum tersebut menjadi bukti bahwa industri kecantikan Indonesia tidak hanya fokus pada pengembangan produk, tetapi juga turut berpartisipasi dalam upaya menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Hutan dan Industri Kecantikan Bisa Berjalan Bersama
Selama ini, banyak orang menganggap bahwa pertumbuhan industri sering kali berdampak pada berkurangnya kawasan hutan. Namun, ParagonCorp ingin menunjukkan bahwa terdapat cara lain untuk memanfaatkan kekayaan alam tanpa harus merusak lingkungan.

Dalam forum tersebut, ParagonCorp mengangkat potensi bioekonomi Indonesia melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu. Salah satu yang diperkenalkan adalah prototype produk berbasis Illipe Butter, bahan alami yang berasal dari buah pohon tengkawang (Shorea stenoptera) yang tumbuh di Kalimantan Barat.

Illipe Butter dikenal memiliki karakteristik yang mirip dengan berbagai bahan pelembap alami yang banyak digunakan dalam industri kecantikan dunia. Menariknya, bahan ini diperoleh tanpa perlu menebang pohon atau membuka lahan baru.

dr. Sari Chairunnisa menjelaskan potensi bioekonomi Indonesia dalam industri kecantikan berkelanjutan di forum internasional London.

Buah tengkawang dipanen oleh komunitas Dayak dengan mengikuti siklus alami pohon yang tumbuh di hutan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan tempat mereka hidup.

Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat besar dan berpotensi menjadi sumber inovasi bagi berbagai industri, termasuk kecantikan.

“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Perempuan Kini Semakin Peduli pada Produk Berkelanjutan
Perubahan perilaku konsumen juga menjadi salah satu alasan mengapa isu keberlanjutan semakin penting. Saat ini, banyak perempuan tidak hanya mencari produk make up dan skincare yang berkualitas, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana produk tersebut dibuat.

Mereka mulai mempertimbangkan apakah bahan baku yang digunakan berasal dari sumber yang berkelanjutan, apakah proses produksinya memperhatikan lingkungan, dan apakah keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Prototype produk berbasis Illipe Butter dari buah tengkawang Kalimantan yang diperkenalkan ParagonCorp dalam forum global.

Kondisi tersebut membuat konsep kecantikan berkelanjutan menjadi semakin relevan. Industri kecantikan kini dituntut untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Meski demikian, ParagonCorp menegaskan bahwa eksplorasi Illipe Butter masih berada dalam tahap riset dan pengembangan. Kehadiran bahan tersebut di forum London bukanlah pengumuman peluncuran produk baru, melainkan upaya membuka diskusi tentang peluang besar bioekonomi Indonesia di masa depan.

Hutan Lebih dari Sekadar Kumpulan Pohon
ParagonCorp juga menyoroti pentingnya melihat hutan dari perspektif yang lebih luas. Hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon atau penghasil oksigen, tetapi juga menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna serta sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, ParagonCorp bersama Indika Nature dan CFES turut mendukung perlindungan sekitar 4.000 hektare hutan di Jambi dan sekitar 1.000 hektare hutan di Kalimantan.

Kawasan tersebut menjadi habitat bagi berbagai satwa penting Indonesia, seperti Macan Dahan Borneo, Pangolin, Bekantan, Rangkong Gading, Beruang Madu, Owa Kelawat, hingga Binturong.

Pengunjung P4F Conference London mengunjungi booth ParagonCorp yang menampilkan inovasi sustainable beauty berbasis hasil hutan Indonesia dan bioekonomi berkelanjutan.

Upaya ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan, tetapi juga tentang bagaimana sumber daya alam yang menjadi bagian dari rantai pasok dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.

Melalui partisipasinya di forum global tersebut, ParagonCorp ingin menunjukkan bahwa industri kecantikan dan pelestarian lingkungan tidak harus berjalan berlawanan. Justru, dengan inovasi yang tepat, hutan yang tetap berdiri dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat sekaligus inspirasi bagi produk kecantikan masa depan.

Bagi perempuan yang semakin peduli terhadap isu lingkungan, langkah seperti ini menjadi bukti bahwa tampil cantik dan menjaga alam bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya dapat berjalan bersama, menciptakan manfaat yang lebih besar bagi manusia dan bumi. (kintan; humpara)