Indonesiasenang-, Semangat perubahan di dunia pendidikan Indonesia terasa makin nyata. Tahun 2026, program Wardah Inspiring Teacher (WIT) kembali mencatat pencapaian besar dengan menjangkau lebih dari 25 ribu guru dari berbagai daerah di Indonesia. Tak lagi sekadar program pelatihan, WIT kini berkembang menjadi gerakan nasional yang menyatukan para pendidik dalam semangat belajar, bertumbuh, dan beradaptasi dengan tantangan era digital.
Pembukaan Wardah Inspiring Teacher Generasi ke-8 digelar meriah di Gedung Sibuga, Bandung. Lebih dari 1.000 guru hadir langsung di lokasi, sementara ribuan lainnya mengikuti secara daring dari Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, hingga Makassar. Suasana acara terasa hangat dan penuh energi, mulai dari sesi materi, diskusi inspiratif, berbagi pesan di wall WIT, hingga momen kebersamaan di photobooth yang mempererat solidaritas antarguru.

Tahun ini, materi pembelajaran WIT semakin relevan dengan kebutuhan zaman. Para peserta dibekali wawasan tentang Computational Thinking, AI Literacy, dan Project-Based Learning. Topik-topik ini dirancang untuk membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan berpusat pada siswa, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi transformasi digital.
Dalam sambutannya, Salman Subakat selaku CEO Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda.

“Bagi kami, sekolah bukan sekadar institusi, melainkan sebuah keluarga. Guru memiliki peran paling krusial karena pengaruhnya terhadap murid sangat besar dan menentukan arah masa depan mereka. Inilah alasan kami menghadirkan Wardah Inspiring Teacher sejak 2017,” ujarnya.
Berawal dari inisiatif kecil bersama 30 guru di Yogyakarta pada 2017, WIT kini telah memiliki lebih dari 11.000 alumni yang tergabung dalam 30 komunitas di 30 provinsi. Efek snowball dari para alumni membuat gerakan ini terus berkembang dan menjangkau semakin banyak pendidik setiap tahun.

Menariknya, WIT 2026 juga mendapat dukungan akademik dari Institut Teknologi Bandung. Untuk pertama kalinya, ITB terlibat dalam penguatan materi, khususnya terkait Artificial Intelligence (AI) dan etika penggunaannya di dunia pendidikan.
Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan periode 2025–2030, menjelaskan bahwa ITB berkontribusi dalam perumusan konsep AI serta pendekatan student-centered project-based learning yang dimodifikasi agar mudah diterapkan oleh para guru di sekolah.
“Kami terlibat dalam konsep diskusi utamanya di bidang AI, terkait penggunaan dan etika. Model pembelajaran berbasis proyek yang biasa digunakan di kampus, kami modifikasi agar dapat diterapkan oleh para guru,” ujarnya.

Ke depan, ITB juga membuka peluang agar modul WIT dapat diakui sebagai kredit akademik bagi sebagian peserta. Jika sebagian kecil peserta saja dapat melanjutkan ke tahap tersebut, hal ini dinilai sudah menjadi pencapaian besar bagi peningkatan kualitas guru Indonesia.
Dengan capaian 25 ribu peserta di tahun 2026, Wardah Inspiring Teacher membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang kelas. Ketika guru terus belajar dan berkembang, dampaknya akan terasa luas—mendorong lahirnya generasi Indonesia yang lebih siap menghadapi tantangan era digital. (kintan; praba)