Indonesiasenang-, Suasana sore di Rumah Batik Danar Hadi Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (30/4), terasa semakin elegan saat Batik Danar Hadi bersama Perhimpunan Kebayaku menggelar trunk show bertajuk “Prabhā Kartini: Dari Warisan Ke Masa Depan”. Acara ini menjadi bentuk penghormatan terhadap semangat emansipasi perempuan melalui balutan batik dan kebaya modern yang tetap berakar kuat pada budaya Indonesia.

Deretan muse lintas generasi tampil mencuri perhatian dalam perhelatan tersebut. Nama-nama seperti Marini Soemarno, Widyawati Sophan, Ingrid Kansil, Marini Zumarnis hingga Shelomita melenggang anggun membawakan koleksi Batik Danar Hadi di atas runway. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa semangat Kartini terus hidup dalam diri perempuan Indonesia dari berbagai usia dan latar belakang.

Widyawati Sophan mengenakan batik klasik dalam trunk show Prabhā Kartini Batik Danar Hadi

Mengusung tema “Prabhā Kartini”, trunk show ini menghadirkan filosofi mendalam tentang cahaya pemikiran R.A. Kartini yang terus bersinar melintasi zaman. Dalam bahasa Sanskerta, Prabhā dimaknai sebagai cahaya lembut yang terus menerangi tanpa pernah padam. Konsep tersebut diwujudkan melalui koleksi busana yang memadukan nilai tradisi dengan sentuhan modern yang relevan bagi perempuan masa kini.

Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam setiap karya dan kolaborasi budaya.

“Prabhā Kartini adalah cahaya lembut dari warisan pemikiran Kartini yang terus kami rawat. Melalui trunk show ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekadar kain pusaka, melainkan energi hidup yang membawa perempuan Indonesia melangkah percaya diri menuju masa depan,” ujar Diana Santosa.

Ia menambahkan, kolaborasi bersama Perhimpunan Kebayaku dan para mitra lainnya menjadi bukti bahwa semangat perempuan Indonesia untuk berdaya, berani dan berkolaborasi masih terus hidup hingga saat ini.

Tak hanya menghadirkan parade busana, Batik Danar Hadi juga menampilkan eksplorasi motif khas Nusantara dalam trunk show tersebut. Beragam motif klasik seperti parang, kawung hingga ceplok dipadukan dalam harmoni visual bertema bunga yang melambangkan mekarnya semangat emansipasi perempuan Indonesia.

Suasana runway Prabhā Kartini Batik Danar Hadi di Melawai Jakarta dengan koleksi batik elegan

Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, menyebut kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, tetapi simbol identitas perempuan Indonesia yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Melalui kolaborasi yang bertema ‘Prabhā Kartini: Dari Warisan ke Masa Depan’, kami mengajak semua perempuan Indonesia untuk menjadi bagian dari kelembutan cahaya pemikiran Ibu Kartini yang dengan gigih terus menerangi menebar manfaat,” kata Nunun Daradjatun.

Perhelatan ini juga melibatkan sejumlah mitra ternama seperti Devvya Aesthetic Dental & Implant Center, Roemah Kebaya Vielga, Manjusha Nusantara, MannaQueen hingga Mustika Ratu. Kolaborasi lintas industri tersebut memperkuat dukungan terhadap ekosistem budaya dan industri kreatif Indonesia.

Roemah Kebaya Vielga menghadirkan sentuhan kebaya modern yang elegan, sementara Manjusha Nusantara dan MannaQueen mempercantik tampilan melalui koleksi perhiasan bernuansa Nusantara. Adapun Mustika Ratu turut mendukung keseluruhan penampilan muse dan model lewat tata rias dan hairdo yang mempertegas karakter perempuan Indonesia masa kini.

Melalui trunk show “Prabhā Kartini”, Batik Danar Hadi kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga eksistensi batik sebagai identitas bangsa sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya Indonesia di masa depan. (kintan; praba)