Indonesiasenang-, Ajang Grand Final Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) 2026 berlangsung meriah di Grand Ballroom Hotel Sheraton Gandaria City, Selasa, 28 April 2026. Mengusung semangat Cantik, Cerdas, Sehat Tanpa Tembakau, malam final ini bukan sekadar kompetisi penampilan, tetapi juga panggung bagi generasi muda perempuan Indonesia untuk menyuarakan gaya hidup sehat, elegan, dan bebas asap rokok.

Di tengah sorotan lampu panggung dan balutan busana memukau para finalis, ajang ini menghadirkan definisi baru tentang kecantikan perempuan modern: tidak hanya tampil menarik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, wawasan kesehatan, dan karakter kuat.

Ditegaskan oleh Yanti Heru selaku  Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), bahwa pemilihan Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) ini bukan sekadar kontes kecantikan.

“Kami mencari sosok muda yang siap menjadi penerus perjuangan, menjadi duta WITT, dan menyuarakan bahwa hidup sehat bisa dijalani tanpa asap rokok”, kata Yanti Heru.

Pesan serupa juga disampaikan Founder WITT, Dr. Hj. Dewi Motik Pramono, yang mengingatkan pentingnya peran generasi muda perempuan dalam memberikan edukasi ke sekolah-sekolah mengenai bahaya rokok dan vape.

Menurut Dr. Hj. Dewi Motik Pramono, perempuan memiliki posisi penting sebagai agen perubahan di keluarga maupun lingkungan sosial.

Delapan finalis tampil percaya diri dengan pesona masing-masing, sekaligus membawa kampanye hidup sehat. Mereka dinilai bukan hanya dari penampilan, tetapi juga kecerdasan, public speaking, kepribadian, serta komitmen terhadap gerakan anti tembakau.

Malam grand final Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) 2026 dipenuhi nuansa glamor dan elegan. Para finalis tampil anggun dalam balutan gaun malam modern yang mencerminkan karakter muda, aktif, dan berkelas. Namun lebih dari sekadar fashion statement, penampilan mereka menjadi simbol bahwa perempuan bisa tampil stylish tanpa harus terjebak gaya hidup merokok atau vape yang kerap dianggap tren.

Juri Venna Melinda yang juga humas Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) menilai generasi muda perempuan tetap bisa terlihat keren tanpa rokok maupun vape. “Perempuan muda itu keren kalau tidak harus merokok dan tidak perlu vape. Mereka bisa menjadi contoh bagi lingkungannya”, ujarnya.

Setelah melalui penilaian ketat oleh dewan juri yang terdiri dari Tuti Rusdiono, Oki Asokawati, Venna Melinda, dan Yosilatu, terpilih para pemenang:

- Juara 1: Keisha Rochelline Simorangkir

- Juara 2: Athaya Sabina Deyna

- Juara 3: Nazwa Aulia Nursyifa

- Harapan 1: Cardia Abigail Edorose Wadoe

- Harapan 2: Sabrina Feyla Anggita

- Harapan 3: Madina Mazaya S

- Juara Persahabatan: Dhita Amelia Putri

- Juara Favorit: Syarifah Ashila Shofia Naoura Al Jufrie

Terpilihnya Keisha Rochelline Simorangkir sebagai Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau 2026 menjadi simbol lahirnya generasi perempuan baru yang tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga sehat secara gaya hidup dan kuat dalam visi.

Ajang ini sekaligus memperlihatkan bahwa kecantikan sejati tidak lahir dari tren sesaat, melainkan dari pilihan hidup sehat, pikiran cerdas, dan keberanian membawa perubahan.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap rokok dan vape di kalangan remaja, Putri WITT 2026 hadir sebagai wajah baru beauty movement Indonesia: fashionable, inspiring, dan smoke free. (satria; foto tcs)