Indonesiasenang-, Ada lagu yang hanya hidup di ingatan. Ada pula lagu yang memilih menunggu, hingga penyanyinya cukup dewasa untuk kembali memeluknya. “Teras Biru” adalah lagu yang memilih menunggu Kristina.

Di awal perjalanan kariernya, Kristina pernah menyanyikan lagu ciptaan Solid AG ini tanpa banyak kata, tanpa perhitungan usia dan waktu. Lagu itu lalu berjalan bersamanya, diam-diam menjadi bagian dari fondasi musikal yang mengantar Kristina menuju panggung-panggung besar dan pengakuan luas sebagai diva dangdut Indonesia.

Tahun-tahun berlalu. Industri berubah cepat, irama musik berlari mengejar zaman, dan Kristina tumbuh bersama semua itu. Namun “Teras Biru” tetap tinggal, seperti halaman rumah lama yang tak pernah benar-benar ditinggalkan. Hingga akhirnya, Kristina memutuskan untuk kembali, bukan untuk mengulang, melainkan untuk menyapa kenangan dengan keberanian yang lebih matang.

Versi terbaru “Teras Biru” hadir dengan aransemen yang lebih modern, lebih lapang. Bukan untuk menghapus jejak lama, melainkan memberi ruang napas baru. Kristina kali ini tak hanya bernyanyi; ia juga bertindak sebagai produser dan eksekutif produser, memastikan setiap bunyi, setiap jeda, berbicara dalam bahasa yang ia pahami hari ini.

Kolaborasi bersama Ary “Dowenk” Oceano, Jaka BIP, dan arranger Ais Arza menghadirkan lapisan emosi yang berbeda. Sentuhan gitar dan drum yang dinamis berpadu dengan akar dangdut yang tetap kukuh, membentuk lanskap musik yang terasa lebih jujur dan berani.

Di atas semua itu, suara Kristina berdiri sebagai pusat cerita. Vokalnya kini terdengar lebih tenang, lebih penuh kendali, dan sarat pengalaman. “Teras Biru” tak lagi sekadar lagu cinta atau nostalgia, ia berubah menjadi ruang refleksi, tentang waktu, tentang perjalanan, tentang berdamai dengan diri sendiri.

“Lagu ini punya cerita penting dalam hidup saya. Membawakannya kembali seperti pulang, tapi dengan hati yang lebih siap”, ujar Kristina.

Dirilis melalui The Diva Projects dan didistribusikan bersama FYP Records, “Teras Biru” hadir sebagai jembatan antarwaktu. Ia mengajak pendengar lama untuk duduk sejenak di teras kenangan, sekaligus membuka pintu bagi pendengar baru untuk mengenal Kristina dari sisi yang lebih sunyi dan personal.

Kini, “Teras Biru” telah tersedia di berbagai platform musik digital. Sebuah lagu lama yang menemukan rumah baru di suara yang sama, namun dengan jiwa yang telah tumbuh. (kelvin; foto fypr)