Indonesiasenang-, Setelah melewati perjalanan panjang yang penuh dinamika, band celtic punk TENHOLES kembali hadir dengan karya terbaru. Grup yang telah menjadi bagian dari skena punk Indonesia sejak 2004 itu resmi merilis maxi single berisi dua lagu, “Membakar Malam” dan “Tiga”, melalui kerja sama dengan label independen Demajors.
Perilisan ini menjadi momentum penting bagi TENHOLES. Bukan hanya karena menjadi penanda produktivitas terbaru mereka, tetapi juga karena kedua lagu tersebut lahir dari proses kreatif yang panjang sekaligus menjadi simbol keberlanjutan perjalanan band setelah berbagai perubahan yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak awal berdiri, TENHOLES dikenal sebagai band yang berakar pada musik oi/punk. Namun perjalanan musikal mereka mengalami perkembangan ketika mulai mengenal celtic punk, sebuah genre yang memadukan energi punk rock dengan instrumen dan nuansa musik tradisional Celtic.

Pengaruh tersebut datang setelah mereka diperkenalkan pada karya-karya Dropkick Murphys. Sejak saat itu, TENHOLES mulai membangun identitas baru dengan memasukkan unsur mandolin ke dalam musik mereka tanpa meninggalkan karakter oi/punk yang telah menjadi fondasi utama band.
Karakter itu masih terasa kuat dalam maxi single terbaru mereka. Sentuhan mandolin berpadu dengan riff gitar yang solid, dentuman bass yang mengalir, dan vokal yang lantang, menghasilkan warna musik yang tetap setia pada akar punk namun terdengar semakin matang.
Saat ini TENHOLES diperkuat oleh Ukien Skins pada vokal, Cepy dan Endry di gitar, Cpx pada mandolin, Lettoys di bass, serta Andyan Gorust sebagai drummer.
Perjalanan lahirnya “Membakar Malam” dan “Tiga” dimulai dari Rumah Bergerak, markas kreatif TENHOLES yang menjadi pusat berbagai aktivitas penciptaan lagu mereka.
Selama kurang lebih tiga bulan, para personel mengembangkan ide, menyusun aransemen, hingga merekam materi awal secara mandiri. Menariknya, tahap guide lagu diselesaikan tanpa melibatkan rekaman drum.
Keputusan tersebut muncul karena Andyan Gorust memilih untuk tidak mengisi drum pada versi awal. Langkah itu justru memberikan ruang bagi lagu untuk berkembang lebih bebas sebelum akhirnya mendapatkan sentuhan final dari permainan drum yang menjadi salah satu elemen paling menonjol dalam rekaman akhir.
Setelah demo awal selesai, TENHOLES membagikan materi tersebut kepada sejumlah rekan musisi untuk mendapatkan masukan. Proses ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kedua lagu tersebut.
Beberapa nama yang ikut memberikan perspektif antara lain Jimi Multhazam dan Yongki Quickening. Selain itu, keterlibatan tak terduga datang dari Prabu Pramayougha yang kemudian mempertemukan TENHOLES dengan David Tarigan dalam sebuah sesi pendengaran karya.
Masukan dari berbagai pihak tersebut membantu memperkaya perspektif band sebelum memasuki tahap produksi akhir. Secara lirik, kedua lagu dalam maxi single ini membawa tema yang berbeda namun saling melengkapi.
“Membakar Malam” hadir sebagai lagu yang mewakili semangat para pekerja yang harus menghadapi rutinitas setiap hari. Lagu ini menggambarkan mereka yang terus bergerak, bekerja, dan bertahan hidup tanpa kehilangan harapan maupun keberanian untuk bermimpi.
Di sisi lain, “Tiga” menjadi saluran ekspresi atas berbagai kegelisahan terhadap kondisi dunia saat ini. Lagu tersebut menampilkan energi yang lebih keras dan intens, dengan permainan drum yang agresif sehingga memberikan nuansa yang lebih eksplosif dibanding karya-karya TENHOLES sebelumnya.
Kedua lagu tersebut memperlihatkan bagaimana TENHOLES tetap memegang semangat punk sebagai medium untuk menyuarakan realitas sosial sekaligus pengalaman personal.
Perilisan maxi single ini juga tidak bisa dilepaskan dari perjalanan emosional yang dialami band. TENHOLES sempat memasuki masa vakum setelah meninggalnya drummer mereka, Aco, pada Oktober 2023.
Kehadiran Andyan Gorust di balik perangkat drum menjadi bagian dari fase baru perjalanan band. Bagi TENHOLES, Andyan bukan hadir untuk menggantikan sosok yang telah pergi, melainkan melanjutkan semangat dan energi yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas grup.
Semangat itulah yang terasa kuat dalam “Membakar Malam” dan “Tiga”. Dua lagu yang tidak hanya menandai kembalinya TENHOLES ke ruang kreatif, tetapi juga menjadi bukti bahwa api punk rock yang mereka nyalakan lebih dari dua dekade lalu masih terus menyala.
Sebelum tersedia di berbagai layanan streaming digital mulai 12 Juni 2026, kedua lagu tersebut terlebih dahulu diperkenalkan melalui kanal YouTube resmi TENHOLES. Kini, para pendengar dapat menikmati “Membakar Malam” dan “Tiga” di berbagai platform musik digital, sekaligus menyaksikan bagaimana TENHOLES kembali melangkah dengan energi baru, tanpa meninggalkan akar yang telah membentuk mereka sejak awal. (kelvin; foto ht)