Indonesiasenang-, Rasyiqa membuktikan bahwa lagu-lagu pop Indonesia tak pernah benar-benar kehilangan maknanya. Melalui single terbarunya, "Jangan Kau Lepas", penyanyi dan pencipta lagu asal Jakarta itu mengajak pendengar bernostalgia dengan salah satu karya ikonik era 2000-an yang kini hadir dengan sentuhan lebih segar dan personal.
Dirilis di seluruh platform musik digital pada 22 Juli 2026, "Jangan Kau Lepas" bukan sekadar lagu daur ulang dari karya yang dipopulerkan Alexa pada 2008. Single ini menjadi bentuk penghormatan Rasyiqa terhadap musik pop Indonesia yang telah menemani perjalanan hidupnya sejak kecil.
Bagi Rasyiqa, lagu-lagu yang pernah menjadi soundtrack kehidupan memiliki kemampuan untuk tumbuh bersama pendengarnya. Makna sebuah lagu pun dapat berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup seseorang.
"Aku sudah tahu lagu ini hampir seumur hidupku, tapi baru memahaminya belum lama ini. Selama bertahun-tahun, ini sekadar lagu yang muncul secara berkala dalam hidupku. Lalu pada suatu hari, aku mulai memahaminya dengan cara yang baru”, kata Rasyiqa.

Rasyiqa pertama kali mengenal "Jangan Kau Lepas" melalui televisi, pemutar musik milik sepupunya, hingga daftar putar lagu yang dibuat oleh mendiang kakaknya. Selama bertahun-tahun, lagu tersebut menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya tanpa pernah benar-benar ia pahami secara emosional.
Baru setelah melalui berbagai pengalaman pribadi dalam dua tahun terakhir, Rasyiqa menemukan makna baru di balik lirik dan nuansa romantis yang dimiliki lagu tersebut. Pengalaman menyaksikan penampilan Alexa secara langsung untuk pertama kalinya pun semakin menguatkan keinginannya untuk memperkenalkan kembali lagu ini kepada generasi pendengar masa kini.
Tak ingin menghilangkan identitas lagu aslinya, Rasyiqa terlebih dahulu menghubungi Nur Satriatama, gitaris Alexa sekaligus pencipta "Jangan Kau Lepas", untuk meminta izin dan menyampaikan konsep yang akan diusung dalam versi terbarunya.
"Sejujurnya aku gugup saat mengontak Mas Satrio, karena ini adalah lagu yang begitu ikonik dan sungguh berarti bagi banyak orang. Untungnya, beliau sangat hangat dan suportif terhadap idenya sejak awal. Mendapatkan restunya terasa sangat bermakna sepanjang prosesnya”, ujar Rasyiqa.
Dalam proses produksinya, Rasyiqa menggandeng Pandu Priyanto dan Dimas Poncodiwiryo sebagai produser. Keduanya dikenal sebagai musisi yang kerap mengiringi penampilan panggung Rasyiqa dan memiliki visi yang sama untuk menjaga ruh nostalgia dari lagu tersebut.
Alih-alih mengubah komposisi secara drastis, ketiganya justru memilih mempertahankan karakter pop romantis yang menjadi ciri khas "Jangan Kau Lepas". Mereka hanya menambahkan sejumlah elemen modern seperti synthesizer, vokal latar yang lebih hangat, dan solo gitar baru yang dimainkan Pandu Priyanto.
"Kami tidak berusaha merombak lagunya secara total. Bagian serunya adalah menemukan hal-hal kecil yang dapat membuat lagu ini terasa seperti milik kami, namun tetap menghormati apa yang membuatnya dicintai dari awal”, jelas Rasyiqa.
Hasilnya, lagu yang telah berusia hampir dua dekade itu kini terdengar lebih riang dan romantis, sekaligus tetap menghadirkan rasa nostalgia yang begitu kuat bagi para pendengar yang tumbuh bersama musik pop Indonesia era 2000-an.

Menariknya, "Jangan Kau Lepas" juga menjadi pembuka dari proyek mini album yang tengah dipersiapkan Rasyiqa. Album tersebut akan berisi sejumlah lagu pop Indonesia lintas generasi yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidupnya.
Melalui proyek ini, Rasyiqa ingin mengajak pendengar untuk kembali menemukan lagu-lagu lama yang mungkin pernah mereka dengarkan tanpa benar-benar memahami maknanya. Sebab, menurutnya, setiap fase kehidupan dapat menghadirkan perspektif baru terhadap sebuah karya musik.
"Mungkin itu yang terjadi saat menemukan kembali sebuah lagu di fase hidup yang berbeda. Kita mulai menyadari detail-detail yang sudah ada sejak dulu, namun entah kenapa terasa benar-benar baru. Itulah perasaan yang ingin saya tangkap di versi ini”, pungkas Rasyiqa.
Lewat "Jangan Kau Lepas", Rasyiqa tak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga merayakan kekayaan musik pop Indonesia yang terus hidup dan relevan lintas generasi. Lagu-lagu lama pun kembali menemukan rumahnya di hati pendengar yang baru maupun mereka yang telah menyimpannya sebagai kenangan. (sugali; foto hpr)