Indonesiasenang-, Jakarta kembali menjadi pusat event seni budaya dengan hadirnya pementasan terbaru Teater Koma bertajuk Rumah Sakit Jiwa. Setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan, lakon legendaris karya N. Riantiarno ini kembali hadir di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Diproduksi sebagai karya ke-237 Teater Koma, dan berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, Rumah Sakit Jiwa tidak sekadar menghadirkan hiburan. Disutradarai oleh Rangga Riantiarno, lakon ini mengajak penonton merenungkan persoalan kemanusiaan, relasi kekuasaan, hingga dinamika sosial yang masih terasa dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Meski telah melewati lebih dari tiga dekade, pesan yang dibawa pertunjukan ini tetap relevan dengan kondisi zaman.
"Meski pernah dipentaskan 35 tahun lalu, namun saya ingin membawa suasana baru. Saya bahkan tidak mengijinkan para pemain menonton kembali video pementasan Rumah Sakit Jiwa versi dulu. Jadi kini totally di buat baru. " Jelas Rangga saat konferensi pers pada Jumat, 10 Juli 2026 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Cerita berpusat pada sosok dr. Rogusta, dokter baru yang bergabung di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Dengan pendekatan yang lebih humanis terhadap pasien, Rogusta berusaha membawa perubahan. Namun, niat baik tersebut justru memicu benturan dengan sistem yang telah lama mengakar. Konflik yang berkembang kemudian menjadi refleksi mengenai perjuangan melawan kebiasaan lama, sekaligus mempertanyakan apakah dunia saat ini justru sedang berubah menjadi sebuah "rumah sakit jiwa" yang lebih besar.
Sebagai salah satu kelompok teater Indonesia paling berpengaruh, Teater Koma kembali menunjukkan kualitasnya melalui proses produksi yang mendalam. Para pemain tidak hanya menjalani latihan naskah, tetapi juga melakukan observasi ke rumah sakit jiwa, berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater agar mampu menghadirkan karakter yang autentik dan penuh empati. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas seni peran yang selama ini menjadi ciri khas Teater Koma.
Kekuatan pementasan juga hadir melalui kolaborasi lintas disiplin. Tata artistik, tata cahaya, tata suara, multimedia, hingga tata musik dirancang untuk membangun pengalaman teater yang lebih emosional. Musik garapan Fero A. Stefanus mengikuti perkembangan emosi setiap adegan sehingga memperkuat atmosfer yang dirasakan penonton sepanjang pertunjukan.
Di sisi lain, kostum karya Samuel Wattimena dan Rima Ananda tidak hanya mempercantik visual, tetapi juga membantu memperjelas identitas dan perkembangan psikologis setiap tokoh di atas panggung.
"Ketika saya diikutkan dalam project pementasan ini, saya meminta pada Tanggal sebagai sutradara untuk membebaskan saya berekspresi. Saya bilang, saya bukan tukang jahit, beri saya ruang untuk mengimplementasikan ide ke dalam kostum yang akan para pemeran pakai. Dan semua ada filosofinya. " Ungkap Samuel.
Pementasan kali ini juga menjadi momen istimewa dengan kembalinya Ratna Riantiarno memerankan Ibu dr. Rogusta setelah 35 tahun. Pengalaman hidup yang bertambah membuat interpretasi karakter menjadi semakin kaya, sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah karya klasik dapat terus berkembang tanpa kehilangan makna aslinya.
Berlokasi di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, pusat kesenian yang telah lama menjadi rumah bagi berbagai event budaya di Jakarta, pementasan Rumah Sakit Jiwa diprediksi menjadi salah satu agenda seni paling dinantikan tahun ini. Dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation semakin memperkuat komitmen menghadirkan pertunjukan berkualitas yang mampu menjangkau generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan seni pertunjukan Indonesia.
Dengan harga tiket mulai dari 100 ribu rupiah, pertunjukan yang penuh berisi kritik tak kunjung usai ini mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi. Hingga 10 Juli, tiket sudah terjual 70%.
Pementasan Rumah Sakit Jiwa akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, setiap pukul 19.30 WIB. Khusus Sabtu (1 Agustus), pertunjukan akan digelar dua kali pada pukul 13.30 WIB dan 19.30 WIB, sedangkan Minggu (2 Agustus) pukul 13.30 WIB. Tiket pertunjukan dapat diperoleh melalui situs resmi Teater Koma dan platform Loket.com. (kintan)