Indonesiasenang-, Rumah produksi Dee Company menggelar Press Screening & Gala Premiere film Cek Khodam di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Jumat (10/07/2026). Acara ini dihadiri produser Dheeraj Kalwani, sutradara Jeropoint, serta para pemain seperti Jirayut, Saputra Kori, Benedictus Siregar, Roewina Umboh, Ence Bagus, Adi Sudirja, Fahira Almira, Cetul Leatheart, Anggie Williams, dan Fanny Fadilah.
Para tamu undangan dan wartawan menjadi penonton pertama yang menyaksikan film horor komedi tersebut sebelum resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 16 Juli 2026.
Usai pemutaran film, Jeropoint mengaku bersyukur atas antusiasme para penonton yang hadir. Ia berharap kesan positif setelah menonton dapat disebarluaskan melalui media sosial agar semakin banyak masyarakat tertarik menyaksikan Cek Khodam di bioskop.
"Terima kasih sudah hadir menjadi penonton pertama. Kalau suka dengan filmnya, jangan lupa sebarkan ke teman-teman dan media sosial kalian”, ujar Jeropoint.
Selain itu Jeropoint juga mengucapkan terima kasih kepada produser Dheeraj Kalwani yang telah mempercayainya menggarap film horor komedi pertamanya, serta seluruh pemain dan kru yang dinilainya sangat suportif selama proses produksi.
Menurut Jeropoint, ide cerita Cek Khodam lahir dari fenomena konten kreator horor yang kini semakin akrab di masyarakat. Jika dahulu orang memilih menghindari hal-hal mistis karena takut, kini banyak yang justru mengabadikannya menjadi konten digital. "Fenomena itu terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sekarang. Dari situlah kami mencoba menghadirkannya menjadi sebuah cerita yang relevan sekaligus menghibur”, katanya.
Sementara itu, produser Dheeraj Kalwani menjelaskan bahwa Cek Khodam bukan sekadar film horor komedi, melainkan juga potret kehidupan masyarakat modern yang dibalut humor segar.
Menurutnya, ketakutan manusia saat ini bukan lagi semata-mata soal hantu, tetapi juga persoalan sehari-hari seperti cicilan, dompet kosong, hingga datangnya tanggal tua. "Semua itu lahir dari diskusi saya dengan Jeropoint. Kami ingin membuat cerita yang benar-benar dekat dengan masyarakat”, ucap Dheeraj Kalwani.
Diungkapkan oleh Dheeraj Kalwani bahwa naskah Cek Khodam mengalami tiga kali pengembangan sebelum akhirnya memilih versi terakhir yang ditulis tim Jeropoint karena dianggap paling kuat, unik, dan berbeda dibandingkan film horor komedi lainnya.
Dheeraj Kalwani pun optimistis film ini memiliki daya tarik tersendiri saat mulai tayang pada 16 Juli 2026. "Semoga masyarakat bisa menerima Cek Khodam sebagai tontonan yang menghibur dan menikmati pengalaman berbeda yang kami tawarkan”, katanya.
Film Cek Khodam mengangkat fenomena viral konten mistis yang berkembang di media sosial. Cerita berpusat pada tiga sahabat, yakni Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benedictus Siregar) yang aktif membuat konten "cek khodam".
Tanpa mereka sadari, konten tersebut membuat Angka Ketakutan Manusia (AKM) terhadap dunia gaib terus menurun. Hantu dan khodam yang dahulu ditakuti kini justru menjadi bahan hiburan.
Kondisi itu memaksa Panglima Khodam turun langsung ke dunia manusia demi mengembalikan martabat makhluk gaib. Namun, setiap usaha menakut-nakuti manusia justru berujung pada berbagai kekacauan yang mengundang tawa.
Bagi Jirayut, yang memerankan karakter Sakti, film ini menjadi pengalaman yang penuh tantangan. Ia mengaku sempat gugup karena mendapat porsi dialog dan adegan yang cukup banyak. "Saya sempat takut tidak memenuhi ekspektasi penonton. Tapi saya sangat senang dan tidak sabar melihat hasil akhirnya di layar lebar," ujarnya.
Jirayut juga mengaku terbantu oleh dukungan seluruh pemain dan kru sehingga mampu beradaptasi dengan baik dalam memadukan adegan horor dan komedi.
Hal senada disampaikan Saputra Kori yang memerankan Wira. Menurutnya, karakter tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya karena harus memainkan emosi drama, horor, dan komedi sekaligus. "Saya bahkan melakukan riset tentang sosok indigo dan pembacaan khodam sebelum syuting. Semua tantangan itu justru membuat saya semakin tertarik menerima film ini," katanya.
Saputra Kori juga mengungkapkan banyak adegan komedi lahir dari improvisasi para pemain di lokasi syuting. Sutradara Jeropoint memberikan kebebasan kepada para pemain untuk berdiskusi dan mengembangkan humor bersama konsultan komedi, Wawan.
Sementara itu, Benedictus Siregar mengaku langsung tertarik sejak membaca premis cerita Cek Khodam. Menurutnya, konsep film ini sangat berbeda karena menghadirkan sudut pandang bahwa justru khodam membutuhkan manusia, bukan sebaliknya.
"Premisnya unik. Biasanya manusia yang mencari khodam, tapi di sini malah khodam yang membutuhkan manusia. Itu yang membuat saya langsung ingin bergabung”, ungkap Benedictus Siregar.
Disebutkan pula oleh Benedictus Siregar, proses syuting berlangsung sangat menyenangkan karena seluruh pemain diberi ruang untuk mengeksplorasi komedi secara natural.
Diproduseri Dheeraj Kalwani dan disutradarai Jeropoint, yang juga menulis skenario bersama Sandikagusti dan Shintapuji, Cek Khodam menawarkan kombinasi horor, komedi, serta sindiran terhadap budaya digital masa kini.
Lewat kisah yang dekat dengan keseharian masyarakat, film ini tidak hanya mengajak penonton tertawa, tetapi juga mengajak melihat bagaimana dunia gaib harus beradaptasi menghadapi manusia modern yang kini lebih sibuk menghadapi tekanan ekonomi dibandingkan rasa takut terhadap makhluk tak kasatmata.
Dengan premis yang segar, deretan pemain lintas generasi, serta balutan humor yang menghibur, Cek Khodam berpotensi menjadi salah satu pilihan tontonan menarik di bioskop mulai 16 Juli 2026, terutama bagi penonton yang ingin menikmati sensasi horor dengan tawa dalam satu paket hiburan. (satria; foto tcs)