Indonesiasenang-, Masyarakat umum sudah tidak awam lagi menikmati susu sapi perah, dan pasti kita sudah sering merasakan segarnya, begitu pula susu kambing masyarakat sudah mulai terbiasa menikmati gurihnya. Bahkan susu kuda liar sebagai menambah stamina serta vitalitas sudah banyak yang mengkonsumsi. Tapi pernahkah mendengar atau merasakan susu kerbau ?, dan ternyata susu kerbau itu enak dan memiliki kandungan gizi.

Bukti dari kerbau bisa diperah susunya, yang kemudian hasil perahannya berupa susu dapat diolah menjadi berbagai penganan enak dan bergizi seperti kuliner Dangke di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, Dadih di Sumatera Barat, dan Dali Ni Horbo atau Roti Batak di Sumatera Utara, serta Permen Susu di NTB

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita menjelaskan bahwa berbagai kuliner tersebut bahkan bisa menjadi industri skala rumahan. Misalnya dapat dijadikan sebagai souvenir, buah tangan, ikon atau penanda khas dari daerah tertentu.

Tapi jangan sampai keliru, kuliner dari yang dihasilkan dari susu kerbau tentunya berasal dari kerbau rumpun khusus. Yaitu kerbau sungai bukan kerbau yang biasa kita saksikan sehari hari.

“Kerbau ini memiliki kemampuan produksi susu yang lebih tinggi dan karakteristik bentuk tanduknya yang khas. Karena kemampuan menghasilkan susu yang lebih tinggi, kerbau sungai sering disebut kerbau perah." ungkap I Ketut Diarmita.

Perlu diketahui, kerbau biasa tanduknya berbentuk seperti setengah lingkaran memanjang ke dalam. Sedangkan kerbau perah ini tanduknya mengarah keluar, sedikit melingkar di atas kepalanya relatif pendek. Dan ada dua jenis kerbau, yaitu yang pertama kerbau lumpur yang biasa

ditemui dan sering berkubang di perairan yang berlumpur. Jenis kerbau yang kedua adalah kerbau perah yang habitatnya lebih ke arah perairan, seperti sungai, sehingga bisa juga disebut sebagai kerbau sungai.

"Tapi keduanya juga sama-sama senang dengan berkubang. Keduanya juga berkulit lebih tipis dari sapi, mempunyai kelenjar keringat sedikit sehingga tidak tahan panas matahari”, ujar I Ketut Diarmita.

Kerbau perah merupakan salah satu kekayaan plasma nutfah Indonesia dan populasinya saat ini mulai terancam. Sehingga diperlukan pendekatan khusus dengan memakai pendekatan kuliner untuk mempertahankan dan mengembangkan populasinya. Dengan pendekatan tersebut maka sendirinyaakan terkait dengan event pariwisata, yaitu kuliner yang dapat jadi ciri khas daerah bersangkutan. Sehingga para wisatawan domestik atau mancanegara tentu akan menikmati ciri khas suatu daerah dari kuliner kerbau perah ini

"Mari kita pertahankan kerbau perah yang unik itu yang merupakan salah satu kekayaan plasma nutfah Indonesia. Mari makan beragam kuliner olahan dari susu kerbau Indonesia. Susu enak, bergizi, nikmat, asli kuliner Indonesia”, pungkas I Ketut Diarmita. (rls; foto dok)