Indonesiasenang-, Dua puluh dua tahun setelah pertama kali memperkenalkan “Cinta Bisa Diperjuangkan”, Riani Sovana kembali membawa lagu tersebut kepada pendengar dengan wajah yang berbeda. Bukan lagi melalui balutan alternative rock seperti versi originalnya, kali ini lagu tersebut hadir dalam format akustik yang lebih intim melalui “Cinta Bisa Diperjuangkan (Live Session)”.

Video live session tersebut tayang di YouTube pada 14 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari proyek The Halloween Live Sessions, EP yang merangkum lima lagu dari katalog musik Riani Sovana. EP tersebut dirilis di berbagai platform musik digital pada 21 Agustus 2026.

Bagi Riani Sovana, kembalinya “Cinta Bisa Diperjuangkan” bukan sekadar menghadirkan ulang lagu lama. Ada perjalanan panjang yang membuat pesan dalam lagu tersebut memperoleh makna baru.

Lagu yang ditulisnya ketika masih muda itu berbicara tentang keberanian untuk mempertahankan sesuatu yang dianggap berharga, termasuk ketika hubungan dan kehidupan menghadapi berbagai persoalan. Setelah lebih dari dua dekade berlalu, Sovana justru kembali menemukan kekuatan dari pesan yang pernah ia tuliskan sendiri.

“It’s amazing bagaimana lagu yang aku tulis ketika lebih muda bisa menjadi penghibur sekaligus pembakar semangat yang mujarab sampai hari ini. Dan aku ingin membagikan semangat dari lagu ini ke teman-teman semua”, ujar Riani Sovana.

“Cinta Bisa Diperjuangkan” pertama kali dirilis pada 2004 sebagai single perdana dari album debut Benang Merah. Lagu tersebut menjadi salah satu tonggak awal perjalanan Riani Sovana di industri musik Indonesia hingga membawanya masuk nominasi Best Alternative Singer dalam AMI Awards 2005.

Kini, lagu tersebut kembali dengan pendekatan musikal yang lebih sederhana. Baby grand piano dan gitar menjadi fondasi utama dalam versi live session. Aransemen yang minimalis membuat vokal Riani Sovana terdengar lebih dominan sekaligus memberikan ruang bagi emosi dalam lirik untuk tampil lebih jelas.

Perubahan aransemen itu turut menggeser pengalaman mendengarkan lagu. Jika versi original menawarkan energi alternative rock, versi live session terasa lebih dekat dan personal. Nuansa tersebut membuat tema tentang cinta dan perjuangan terdengar seperti percakapan emosional yang berlangsung secara langsung antara penyanyi dan pendengarnya.

Kembalinya “Cinta Bisa Diperjuangkan” juga memperlihatkan bagaimana sebuah karya dapat berubah makna seiring bertambahnya usia penciptanya. Lagu yang dahulu lahir dari perspektif seorang Riani Sovana yang lebih muda kini dinyanyikan kembali oleh musisi yang telah melewati perjalanan panjang di dunia musik.

Perjalanan tersebut turut membentuk karakter musikal Riani Sovana. Sebagai penyanyi, penulis lagu, dan produser musik, ia mengeksplorasi beragam warna musik, termasuk karya-karya dengan atmosfer gelap dan sinematik yang kemudian menjadi salah satu identitasnya.

Riani Sovana juga pernah bekerja sama dengan sejumlah musisi dan pekerja musik, di antaranya Sujiwo Tejo, Atiek CB, Denny Chasmala, serta komposer film Aghi Narottama.

Eksistensinya sebagai penulis lagu juga berlanjut di ranah film. Ia menulis “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti”, lagu yang dinyanyikan Ardina Rasti sebagai original soundtrack film Penunggu Rumah: Buto Ijo yang tayang di bioskop pada Januari 2026.

Sementara itu, The Halloween Live Sessions memiliki perjalanan tersendiri. Proyek tersebut bermula dari rangkaian video live session yang pertama kali ditayangkan pada Halloween 2025.

Lima lagu dari katalog Riani Sovana kemudian dikumpulkan dalam format EP, yakni “Cinta Bisa Diperjuangkan”, “Sisi Gelap”, “Sudah Biasa”, “Cenayang”, dan “Senandung”.

Konsep live session tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan musik, tetapi juga diperkuat elemen visual. Proyek ini melibatkan penari kontemporer Pavel Gunawan dan sutradara Rima Mariana untuk membangun pengalaman yang lebih sinematik.

Melalui The Halloween Live Sessions, Riani Sovana tidak hanya mengajak pendengar bernostalgia dengan karya-karya masa lalu. Ia juga memperlihatkan bahwa katalog musik memiliki kesempatan untuk menemukan kehidupan baru ketika dibawakan dari perspektif yang berbeda.

“Cinta Bisa Diperjuangkan” akhirnya menjadi titik temu antara masa lalu dan masa kini. Lagu yang lahir pada 2004 tersebut kembali hadir pada 2026 dengan pesan yang tetap sederhana, yaitu ketika sesuatu memiliki arti, cinta dan harapan masih bisa diperjuangkan. (triyadi; foto hrs)