Indonesiasenang-, Film IP MAN: Kung Fu Legend (2026) hadir sebagai film aksi terbaru yang kembali mengangkat sosok legenda bela diri Ip Man. Namun, dibandingkan film-film IP MAN sebelumnya, terutama versi yang dibintangi Donnie Yen, film terbaru ini justru terasa belum mampu menghadirkan kekuatan karakter dan emosi yang sama.
Disutradarai dengan jajaran pemain berbeda serta diproduksi oleh Kai Pictures, IP MAN: Kung Fu Legend (2026) dibintangi Dennis To Yu-Hang, Steven Dasz, Lee Yiu-King, Yan Yanlong, Zhang Tingfei, Zhou Xiaofei, dan Philip Condron.

Sinopsis IP MAN: Kung Fu Legend (2026)
Film ini mengikuti perjalanan Ip Man dalam membangun perguruan bela diri baru. Namun, usahanya tidak berjalan mudah karena menghadapi berbagai konflik dan hambatan dari sejumlah pihak, termasuk orang asing yang tinggal di Hong Kong.
Secara garis besar, premis film ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari kisah Ip Man yang sudah dikenal penonton. Tantangan terbesar film ini pun bukan pada ceritanya, melainkan bagaimana menghadirkan kembali sosok Ip Man dengan pendekatan yang mampu memberikan sesuatu yang baru.
Dennis To Belum Berhasil Membawakan Karakter Ip Man
Dennis To Yu-Hang memang memiliki tantangan besar ketika memerankan Ip Man. Sosok Ip Man selama ini dikenal sebagai karakter yang tenang, berwibawa, memiliki kehangatan, tetapi tetap mampu menunjukkan kekuatan luar biasa ketika bertarung.
Sayangnya, karakter tersebut terasa kurang kuat dalam film ini. Dennis To belum sepenuhnya mampu menghadirkan aura Ip Man yang ikonik. Tantangan terbesar dalam memerankan karakter seperti Ip Man adalah menampilkan kemarahan tanpa kehilangan ketenangan, serta menunjukkan kasih sayang tanpa harus terlalu banyak menggunakan ekspresi wajah.
Hal serupa juga terasa pada sejumlah karakter lainnya. Pendalaman karakter yang kurang maksimal membuat beberapa pemain tampak kaku dan seperti sekadar menghafalkan dialog. Chemistry antarkarakter pun tidak terasa kuat.
Padahal, konflik yang dibangun sebenarnya memiliki potensi untuk dibuat lebih tajam dan emosional. Sayangnya, potensi tersebut belum dimaksimalkan oleh penulis maupun sutradara.

Adegan Bela Diri Jadi Kekuatan Utama
Di sisi lain, IP MAN: Kung Fu Legend (2026) masih memiliki daya tarik melalui adegan bela diri, khususnya teknik Wing Chun yang terkenal dengan kecepatan dan ketepatan serangannya.
Pengambilan gambar dalam sejumlah adegan pertarungan cukup detail dan mampu menampilkan koreografi bela diri dengan baik. Beberapa pertarungan bahkan cukup seru untuk disaksikan.
Namun, film ini belum berhasil membuat penonton benar-benar ikut merasakan ketegangan, rasa sakit, maupun dampak emosional dari setiap pertarungan. Akibatnya, adegan aksi yang seharusnya menjadi kekuatan utama justru terasa biasa saja.
Terlebih lagi, kisah tentang Ip Man sudah cukup sering diangkat ke layar lebar. Tanpa konflik yang lebih kuat dan pendekatan karakter yang lebih segar, film ini terasa seperti mengulang formula lama.
Kesimpulan Review IP MAN: Kung Fu Legend (2026)
Secara keseluruhan, IP MAN: Kung Fu Legend (2026) masih bisa menjadi pilihan bagi penggemar film aksi dan bela diri, terutama mereka yang merindukan tontonan penuh pertarungan di tengah dominasi film horor.
Namun, film ini belum mampu menyamai kekuatan emosional dan karakterisasi dari film IP MAN sebelumnya. Dengan cerita yang familiar, pendalaman karakter yang kurang kuat, serta konflik yang terasa kurang tajam, film ini terkesan dipaksakan untuk hadir kembali.
Rating: 5,5/10
Durasi: 1 jam 34 menit
Jadwal tayang: 22 Juli 2026
(kintan; foto hfim)