Residensi Rimbaud Diluncurkan, Prancis-Indonesia Buka Babak Baru Kerjasama Sastra di Kota Semarang

Residensi Rimbaud resmi diluncurkan sebagai program pertukaran sastra Prancis-Indonesia. Semarang menjadi kota tuan rumah pertama dengan Louis-Philippe Dalembert.

Residensi Rimbaud Diluncurkan, Prancis-Indonesia Buka Babak Baru Kerjasama Sastra di Kota Semarang

Indonesiasenang-, JAKARTA – Hubungan budaya Prancis dan Indonesia memasuki babak baru melalui peluncuran Residensi Rimbaud, program residensi sastra bilateral yang mempertemukan penulis dari kedua negara. Program ini diluncurkan dalam konferensi pers di Kediaman Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengangkat perjalanan Rimbaud di Jawa, termasuk pameran “Arthur Rimbaud: A Journey through Java” yang diresmikan di Lawang Sewu, Semarang pada 6 Agustus 2026 lalu. Pembukaan pameran khusus di Semarang dibuka dengan perjalanan simbolis Duta Besar Prancis menyusuri rute yang dilalui Rimbaud dari Semarang ke Kedungjati, Tuntang dan Salatiga. Pameran tersebut menjadi salah satu momentum yang menghidupkan kembali jejak perjalanan sang penyair di Jawa sekaligus membuka ruang baru bagi hubungan budaya Prancis dan Indonesia.

peluncuran-residensi-rimbaud-2026
Peluncuran Residensi Rimbaud sebagai program pertukaran sastra Prancis-Indonesia

Peluncuran Residensi Rimbaud dihadiri Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, serta Louis-Philippe Dalembert, residen pertama dalam program tersebut.

Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan bahwa dalam perjalanannya pameran ini melibatkan puluhan penulis.
"Kami memiliki program menulis cerita pendek. Pesertanya setiap tahun bisa mencapai sekitar 1.500 orang. Tahun lalu, misalnya, ada kategori SD dengan tema cerita tentang kampung, SMP dengan tema bercerita dengan kotaku, dan kategori umum. Masing-masing menghasilkan 50 karya terbaik. Karya-karya itulah yang akan kami pertemukan dengan penulis. Kami berharap ada proses penyemangat bahwa cara mereka menulis ini bisa menjadi masa depan. Bisa menjadi seperti Louis." Terang Agustina saat acara press conference pada Kamis (10/08/2026).

agustina-wilujeng-residensi-rimbaud
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam peluncuran Residensi Rimbaud

Pameran khusus Arthur Rimbaud sebagai penulis maupun pelukis ini berlangsung di Lawang Sewu selama empat hari dan berhasil menarik sekitar 450 pengunjung.

"Ini adalah awal mula yang baik bagi Indonesia dan Prancis. Semarang, seperti yang telah disampaikan Ibu Wali Kota, merupakan salah satu kota penting di Indonesia. Kami ingin turut berpartisipasi dalam kebijakan luar biasa yang sedang Anda jalankan untuk mengembangkan, memperbarui, dan menginternasionalkan kota ini. Kami terus berupaya memperkuat hubungan bilateral antara Prancis dan Indonesia. Ini merupakan prioritas bersama bagi pemerintah Prancis dan Indonesia. Kami memberikan perhatian khusus pada bidang kebudayaan, tetapi kami juga bekerja sama dengan berbagai kota di seluruh Indonesia." Ungkap Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia.

fabien-penone-residensi-rimbaud-semarang
Duta Besar Prancis Fabien Penone dalam peluncuran Residensi Rimbaud

Mengubah Jejak Sejarah Menjadi Pertukaran Sastra
Kehadiran Louis-Philippe Dalembert sebagai residen pertama menjadi langkah awal program tersebut. Melalui residensi ini, penulis diharapkan dapat berinteraksi secara langsung dengan lingkungan dan komunitas setempat sekaligus memperkaya proses penciptaan karya.

"Saya berangkat ke Semarang, sebuah kota tempat Charles Rimbaud tiba hampir tepat 150 tahun lalu, pada 1876. Bukan untuk mengikuti jejaknya, karena itu tentu mustahil.  Namun, saya akan meluangkan waktu di tempat yang pernah disinggahinya. Saya akan berada di sana selama tiga bulan dan bertemu berbagai komunitas sastra, serta melakukan workshop. " Jelas Louis-Philippe Dalembert menceritakan perjalanannya dalam mengumpulkan "jejak" Charles Rimbaud.

Program ini dikembangkan melalui kerja sama Institut français d'Indonésie (IFI) dan Pemerintah Kota Semarang, dengan dukungan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Semarang dipilih sebagai kota tuan rumah pertama karena memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan penyair Prancis Arthur Rimbaud ketika berada di Jawa pada 1876.

louis-philippe-dalembert-residen-rimbaud
Louis-Philippe Dalembert, residen pertama dalam program Residensi Rimbaud

Nama Residensi Rimbaud sendiri diambil dari sosok Arthur Rimbaud (1854–1891), salah satu tokoh penting dalam sastra Prancis dan pelopor puisi modern. Perjalanan singkatnya di Jawa kemudian menjadi bagian dari sejarah dan warisan sastra yang menghubungkan Prancis dengan Indonesia.

Peluncuran Residensi Rimbaud tidak sekadar menjadi upaya mengenang perjalanan Rimbaud di Jawa. Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali jejak sejarah tersebut dalam bentuk penulisan, pertukaran gagasan, dan dialog antara penulis serta komunitas sastra dari Prancis dan Indonesia.

Pemilihan Semarang juga memiliki makna simbolis. Pada Juli 1876, Rimbaud tiba di Semarang setelah mendaftarkan diri di Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Ia kemudian melakukan perjalanan menggunakan kereta api melalui Kudungjati dan Tuntang sebelum tiba di Salatiga. (kintan)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.