Indonesiasenang-, Di tengah dominasi platform digital dan algoritma, sosok Oleg Sanchabakhtiar justru memilih jalur berbeda dengan membangun ruang apresiasi yang berfokus pada para kreator di balik layar video musik. Melalui Indonesian Music Video Awards 2026, ia memperkenalkan format baru bertajuk Piala Swaradrisya, sebuah sistem penghargaan berkelanjutan yang berjalan sepanjang tahun.
Memasuki April 2026, Oleg Sanchabakhtiar mengungkapkan bahwa IMVA kini telah memasuki fase penjurian bulanan sejak Januari. “Januari dan Februari sudah diumumkan di media sosial, sementara Maret dan April masih dalam proses kurasi. Penilaian memang membutuhkan waktu maksimal dua bulan agar hasilnya matang”, katanya di CC Cafe at Nancys Place, Ampera Raya, Jakarta Selatan (23/04/2026).
Berbeda dari ajang penghargaan pada umumnya, IMVA mengusung mekanisme unik. Setiap bulan akan dipilih karya-karya terbaik yang kemudian dikumpulkan untuk melaju ke Grand Final pada 2027.

“Dari Januari sampai Desember akan terkumpul perwakilan bulanan. Semua akan dikurasi kembali untuk menentukan pemenang besar. Jadi ini proses yang tidak pernah berhenti”, jelas Oleg Sanchabakhtiar.
Dalam sistem ini, peserta tidak hanya dinilai sebagai satu kesatuan video, tetapi juga secara spesifik berdasarkan peran kreatif seperti sutradara, director of photography (DOP), editor, hingga stylist. Bahkan, karya yang belum sempurna secara keseluruhan tetap berpeluang diapresiasi melalui kategori teknis.
“Misalnya visualnya kuat tapi editing kurang tepat, itu tetap bisa kami angkat. Karena setiap profesi punya nilai masing-masing”, ujar Oleg Sanchabakhtiar.
Salah satu pembeda utama IMVA adalah fokusnya pada ekosistem produksi, bukan hanya penyanyi atau popularitas lagu. Oleg Sanchabakhtiar menyebut konsep ini lebih dekat dengan penghargaan film seperti Oscar atau FFI.

“Kita ingin mengangkat para kreator di balik video musik, bukan hanya penyanyi. Ini soal bagaimana sebuah lagu diterjemahkan secara visual”, tegas Oleg Sanchabakhtiar.
Kategori yang dihadirkan pun terbagi dalam tiga lapisan: utama, pendukung, dan spesial. Mulai dari Best Music Video, Director, Producer, hingga kategori teknis seperti lighting, wardrobe, hingga model.
Menariknya, IMVA membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berpartisipasi tanpa batasan latar belakang. “Sasaran saya justru anak SMP dan SMA. Karena mereka adalah generasi penerus. Bahkan saya sendiri pun boleh ikut”, ungkap Oleg Sanchabakhtiar.
Penjurian dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari praktisi industri hingga pelajar. Bahkan, suara dari siswa sekolah digabungkan sebagai satu penilaian kolektif.
Bagi Oleg Sanchabakhtiar, IMVA bukan sekadar momentum, melainkan sebuah warisan jangka panjang bagi industri kreatif Indonesia. Ia telah memperjuangkan keberlanjutan ajang ini sejak berhentinya program video musik serupa di awal 2000-an.

“Saya tunggu bertahun-tahun, tidak ada yang melanjutkan. Akhirnya saya urus legalitasnya dan saya jalankan sendiri. Ini tentang keberlanjutan”, kata Oleg Sanchabakhtiar.
Pada kesempatan yang sama Oleg Sanchabakhtiar juga menegaskan pentingnya menjaga independensi dalam proses penjurian. “Tidak boleh ada titipan. Kalau pun ada yang mencoba menyuap, lebih baik saya bubarkan dan mulai lagi dari awal”, ujarnya tegas.
IMVA juga tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi, termasuk penggunaan AI dalam proses kreatif. Namun, setiap penggunaan AI tetap harus disertai konsep yang jelas. “AI itu alat, bukan musuh. Tapi tetap harus ada arah dan ide dari kreatornya”, jelas Oleg Sanchabakhtiar.
Menurut Oleg Sanchabakhtiar, video musik kini menjadi satu kesatuan dengan konsumsi musik itu sendiri, terutama di era platform seperti YouTube dan media sosial.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lengkap atau mengikuti kompetisi Piala Swaradrisya IMVA 2026, dapat mengakses melalui:
- Website resmi: https://www.indonesianmusicvideoawards.com
- Instagram: https://www.instagram.com/planetdesign_indonesia/reels/
- Pendaftaran Piala Swaradrisya:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfgOAdk1iKAp1_nihhakA6ljdYh-DZ6DU2XvIspXBuaT4CvQw/viewform
Sementara itu, hasil kurasi dan pemenang bulanan Januari dan Februari 2026 juga telah diumumkan melalui kanal digital resmi IMVA.
Dengan konsep berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada ekosistem, Indonesian Music Video Awards 2026 melalui Piala Swaradrisya menjadi langkah baru dalam menghidupkan kembali apresiasi terhadap video musik Indonesia, bukan hanya sebagai karya visual, tetapi sebagai ruang kolaborasi lintas profesi kreatif. (damar; foto tcs)