Indonesiasenang-, Perayaan Hari Kartini kini hadir dengan pendekatan yang lebih relevan dan kontekstual. Melalui kampanye #KartiniKini: Racik Cerita Perempuan, Budaya & Jamu, THE 1O1 Hotels & Resorts menghadirkan ruang dialog yang mengangkat peran perempuan dari sisi budaya, kesehatan, hingga ekonomi.
Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah untuk mempertemukan nilai tradisi dengan semangat perempuan masa kini. Jamu dipilih sebagai medium utama karena memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah serta peran perempuan Indonesia.

Menghidupkan Nilai Kartini di Era Modern
Kampanye ini menghadirkan diskusi interaktif dan pengalaman budaya yang mengangkat kisah perempuan dalam berbagai peran—mulai dari pelestari tradisi hingga pelaku industri kreatif.
Melalui pendekatan ini, perayaan Kartini tidak lagi hanya mengenang sejarah, tetapi menjadi refleksi nyata bagaimana perempuan terus berkontribusi dalam kehidupan sosial dan budaya. Jamu menjadi jembatan yang menghubungkan generasi lama dengan generasi baru.
Menurut Nova Dewi Setiabudi, Founder Suwe Ora Jamu, jamu bukan sekadar minuman tradisional.
“Jamu bukan sekadar minuman, tapi juga menjadi narasi perjalanan hidup—kadang manis, getir, dan hangat, seperti kehidupan perempuan itu sendiri.”

Jamu sebagai Representasi Kekuatan Perempuan Indonesia
Jamu telah lama menjadi simbol pengetahuan, ketelatenan, dan ketahanan perempuan Indonesia. Sejak dahulu, perempuan berperan sebagai peracik, penjaga, sekaligus pewaris tradisi ini.
Nilai-nilai yang terkandung dalam jamu—ketelatenan, keseimbangan, dan kepedulian—merepresentasikan karakter perempuan Indonesia. Dalam konteks modern, jamu berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus identitas budaya yang semakin diminati.
Nova menambahkan:
“Jamu dibuat dengan kesabaran dan perhitungan matang. Itu mencerminkan bagaimana perempuan berperan dalam keluarga hingga masyarakat.”
Talkshow ini juga menghadirkan:
- Annisa Rengganis, S.IP., M.A (Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional)
- Dr. Rd. Rita Ritasari, S.T. Par., M.M (Kabag Humas & Kerjasama PFM -Politeknik Sahid)
Annisa menekankan bahwa nilai Kartini harus dimaknai lebih dalam, selama ini peringatan Hari Kartini hanya dipenuhi dengan selebrasi, tanpa mengenal dan memahami apa peran Kartini dan hal apa yang harus ditanamkan oleh perempuan bangsa ini. Raden Ajeng Kartini selalu menekankan percaya diri, bahkan dengan tekadnya yang kuat meski ditertawakan kaum kolonial waktu itu. Dengan mengangkat jamu, kampanye ini menegaskan bahwa perempuan adalah penjaga budaya sekaligus inovator yang mampu membawa tradisi ke panggung yang lebih luas.
Peluang Ekonomi dari Jamu dan Kolaborasi Strategis
Tidak hanya dari sisi budaya, kampanye ini juga membuka peluang ekonomi bagi perempuan.
Dalam kesempatan ini, dilakukan penandatanganan kerja sama antara:
- Suwe Ora Jamu
- PHM Hotels
- JNE

Kolaborasi ini bertujuan memperluas distribusi produk UMKM, khususnya jamu, agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Langkah ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha perempuan untuk:
- Mengembangkan bisnis berbasis tradisi
- Menjangkau pasar nasional hingga internasional
- Memperkuat posisi jamu sebagai produk lokal bernilai tinggi
Sinergi antara sektor hospitality dan logistik ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan budaya Indonesia.
Kartini Kini: Dari Tradisi ke Inovasi
Melalui kampanye ini, jamu tidak hanya diposisikan sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai simbol transformasi perempuan Indonesia.
Kartini masa kini adalah mereka yang mampu:
- Menjaga tradisi
- Beradaptasi dengan perubahan zaman
- Mengubah budaya menjadi peluang ekonomi
Dengan semangat tersebut, Kartini Kini menjadi representasi perempuan yang tidak hanya kuat secara budaya, tetapi juga mandiri secara ekonomi. (kintan; praba)