Indonesiasenang-, Aktris Karina Suwandi mengungkapkan pengalaman personalnya saat kembali membintangi film horor melalui Tumbal Proyek. Ia mengaku sempat vakum cukup lama dari genre tersebut karena trauma yang pernah dialaminya di masa lalu.

“Beberapa tahun terakhir saya tidak syuting film horor karena trauma. Ada satu film yang membuat saya benar-benar takut, sampai membaca skrip horor saja saya gemetar. Padahal kita tahu, di Indonesia genre horor sedang sangat diminati, apalagi yang berkaitan dengan urban legend”, kata Karina Suwandi saat konferensi pers peluncuran trailer film Tumbal Proyek di Metropole XXI Megaria, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Dijelaskan oleh Karina Suwandi, trauma tersebut bukan berasal dari adegan fisik yang berat, melainkan pengalaman emosional yang begitu membekas. Hal itu sempat membuatnya ragu untuk kembali terlibat dalam proyek horor.

“Saya termasuk orang yang suka tantangan, pernah juga main action. Tapi pengalaman itu berbeda, bukan soal fisik, melainkan rasa takut yang sangat dalam”, ungkap Karina Suwandi.

Keputusan untuk kembali ke genre horor akhirnya muncul setelah melalui banyak diskusi dengan sutradara Jeropoint dan produser Dheeraj Kalwani. Dukungan serta kepercayaan dari keduanya menjadi faktor penting yang membuat Karina Suwandi kembali yakin.

“Jeropoint dan Dheeraj yang membawa saya kembali ke film horor. Terima kasih sudah percaya pada saya, dan akhirnya saya juga bisa percaya lagi untuk syuting horor”, ujar Karina Suwandi.

Disebutkan oleh Karina Suwandi, Tumbal Proyek menjadi film horor pertamanya setelah sekitar satu hingga satu setengah tahun tidak menyentuh genre tersebut sama sekali.

Dalam film ini, Karina Suwandi memerankan karakter yang lebih banyak bergulat dengan rasa kehilangan dibandingkan ketakutan semata. Menurutnya, kekuatan utama cerita justru terletak pada sisi emosional yang kuat.

“Kalau ditanya, karakter saya lebih berhadapan dengan rasa takut atau kehilangan, jawabannya kehilangan. Film ini bukan hanya horor, tapi juga tentang cinta dan kasih. Emosinya sangat kuat dan terasa dekat”, jelas Karina Suwandi.

Selain itu Karina Suwandi juga menilai proses kreatif bersama Jeropoint berjalan sangat nyaman. Ia menyebut sang sutradara sebagai sosok yang terbuka terhadap diskusi dan memiliki visi yang jelas, baik dari sisi cerita maupun pengembangan karakter.

“Jeropoint itu enak sekali diajak berdiskusi. Dari awal kami banyak membahas karakter, cerita, sampai teknis adegan. Secara visi dan cara berpikir, semuanya jelas, jadi membuat saya semakin yakin”, tutur Karina Suwandi.

Selain itu, Karina Suwandi juga mengapresiasi bagaimana tim produksi menjaga kenyamanan para pemain selama proses syuting berlangsung. “Di lokasi, kami merasa sangat aman dan diarahkan dengan baik. Semua pemain dijaga, sehingga kami bisa fokus menjalani peran masing-masing”, imbuhnya.

Dengan pengalaman tersebut, Karina Suwandi merasa semakin mantap untuk kembali mengeksplorasi genre horor, didukung oleh tim produksi dan rekan sesama pemain.

Film Tumbal Proyek sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Mei 2026. Trailer yang telah dirilis pun disebut berhasil memancing rasa penasaran penonton terhadap keseluruhan cerita yang menggabungkan unsur horor, misteri, dan drama emosional ini. (devin; foto tcs)