Indonesiasenang-, Jakarta, April 2026 – Supergroup hard rock Gerimis resmi merilis single perdana bertajuk So Lonely pada 22 April 2026 di seluruh platform digital.
Lagu ini menjadi langkah awal yang kuat bagi Gerimis dalam menghadirkan warna baru di industri musik rock Indonesia, dengan memadukan pengalaman lintas generasi dan pendekatan musikal yang matang.
Supergroup Rock dengan Formasi Solid
Gerimis terbentuk pada 14 Februari 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta, berawal dari pertemuan tak terduga di sebuah festival musik.
Formasi band ini diisi oleh musisi berpengalaman:
- Amirzidane (vokal)
- Luciano (gitar)
- Ary (gitar)
- Jaka Jackers (drum)
- Obin (bass)
Kombinasi ini menjadikan Gerimis sebagai supergroup dengan fondasi musikal yang kuat.
Kolaborasi dengan Adrian Sidharta
Untuk memperkaya warna musik, Gerimis menggandeng Adrian Sidharta sebagai featuring. Dikenal sebagai kibordis era awal Slank, Adrian menghadirkan sentuhan keyboard khas yang memberi dimensi baru pada lagu.
Di balik produksi, Bayu Randu dipercaya sebagai produser. Ia dikenal lewat kiprahnya bersama band seperti Edane, Funky Kopral, Voodoo, hingga Prison Of Blues.
“Kita butuh Mas Adri bukan buat sok-sokan, tapi karena kebutuhan lagunya. Kita butuh unsur Hammond dan synth untuk memperkuat karakter lagu,” ungkap Bayu Randu.
Proses Rekaman Organik dan Enerjik
Proses rekaman dilakukan di Starlight Studio dan Musicblast Studio dengan pendekatan organik.
Materi lagu berkembang secara spontan selama proses berlangsung, menghasilkan energi musik yang terasa lebih hidup dan natural. Backing vocal dari Wani Piranha turut memperkaya lapisan emosional lagu.
Lagu Lama dengan Cerita Personal
Menariknya, “So Lonely” sebenarnya telah ditulis sejak 2006 oleh Amirzidane, berdasarkan pengalaman pribadi yang mendalam.
“Lagu ini dibuat saat gue harus berpisah dengan seseorang. Dia masih ada, tapi nggak bisa bareng. Dan saat itu gue benar-benar merasa sendiri,” ungkap Amirzidane di ZIP Coffee.
Lagu ini juga menjadi eksperimen baru baginya dengan penggunaan teknik scream yang sebelumnya jarang digunakan.
Cerita tersebut menjadi fondasi emosional yang kuat dalam lagu ini. “So Lonely” menggambarkan perasaan ditinggalkan, kesepian, dan kebutuhan akan kehadiran orang lain—emosi yang sangat universal dan mudah dihubungkan oleh banyak pendengar.
Rock Emosional dengan Sentuhan Vintage
Secara musikal, Gerimis menghadirkan perpaduan:
- DNA rock 90-an
- Produksi modern
- Sentuhan keyboard vintage ala 70-an
Aransemen gitar yang sederhana namun kuat berpadu dengan elemen synth, menciptakan karakter unik di tengah lanskap musik saat ini.
Pesan reflektif yang diusung juga memperkuat makna lagu:
“Petunjuk arah terang justru dari kegelapan.”
Langkah Awal yang Menjanjikan
Sebagai supergroup baru, Gerimis tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga menawarkan perspektif segar dalam musik rock Indonesia.
Single So Lonely menjadi langkah awal mereka dalam membangun identitas sekaligus memberikan alternatif baru bagi penikmat musik Tanah Air. (kintan; praba)