Indonesiasenang-, Momen peluncuran album perdana OURORA milik duo DJ DNA yang digawangi Mister Aloy dan JayJax bukan hanya menjadi perayaan bagi para penggemar musik elektronik. Di balik kesuksesan proyek ambisius tersebut, ada dukungan penuh dari orang-orang terdekat, yakni Karen, kekasih Mister Aloy, dan Alya, kekasih JayJax, yang ikut menyaksikan perjalanan panjang keduanya sejak awal.

Dalam acara Press Conference & Exclusive Listening Party OURORA yang digelar di W Superclub Gatsu, Jakarta Selatan, pada 01 Juli 2026, Karen mengungkapkan rasa bangganya melihat perjuangan Mister Aloy dan JayJax selama lebih dari satu setengah tahun hingga akhirnya album tersebut resmi lahir.

Menurut Karen, proses kreatif yang dijalani DNA bukanlah perjalanan yang mudah. Ia mengaku menjadi salah satu saksi bagaimana keduanya bekerja keras dari satu tempat ke tempat lain demi menyelesaikan album yang kini berisi 18 lagu tersebut.

"Aku benar-benar bangga. Selama sekitar satu setengah tahun aku melihat sendiri perjuangan mereka ke sana kemari untuk mewujudkan album ini sampai akhirnya bisa terealisasi”, ujar Karen.

Bahkan, Karen ternyata ikut meninggalkan jejak kecil dalam album tersebut. Ia mengaku suaranya muncul dalam salag satu lagu, meski memilih tidak tampil secara menonjol. "Ada satu suara aku di lagu, tapi memang aku belum mau terlalu terlihat. Aku masih ingin membedakan identitasku dengan DNA. Mungkin juga karena belum percaya diri untuk tampil”, katanya sambil tersenyum.

Meski begitu, Karen berharap OURORA menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar bagi Mister Aloy dan JayJax. Ia mendoakan agar target terbesar DNA untuk tampil di panggung musik elektronik dunia, Tomorrowland, dapat terwujud.

"Semoga mereka terus berkarya, semakin dikenal banyak orang, punya lebih banyak pendukung, dan semoga mimpi mereka tampil di Tomorrowland bisa tercapai”, ucap Karen.

Hal senada disampaikan Alya, kekasih JayJax. Ia mengaku mengikuti setiap proses kreatif yang dijalani sang kekasih selama pengerjaan album.

Alya mengatakan dirinya sering mendengar cerita mengenai proses produksi setiap lagu. Karena itu, ketika akhirnya DNA berhasil merampungkan album dengan 18 trek, rasa bangga yang ia rasakan begitu besar.

"Aku bangga banget. Aku tahu bagaimana proses mereka membuat setiap lagu. Jadi ketika akhirnya sampai di titik ini dan berhasil merilis album dengan 18 lagu, rasanya benar-benar bangga”, tutur Alya.

Sebagai pasangan, Alya menegaskan dirinya hanya ingin terus menjadi pendukung terbesar bagi JayJax dan DNA. "Kami hanya bisa terus mendukung apa pun yang mereka kerjakan. Semoga mereka selalu memberikan yang terbaik dan setiap langkahnya diiringi doa”, katanya.

Dukungan dari Karen dan Alya seolah menjadi gambaran bahwa perjalanan DNA bukan hanya dibangun oleh Mister Aloy dan JayJax, tetapi juga oleh orang-orang terdekat yang selalu berada di belakang mereka.

Album OURORA sendiri menjadi tonggak penting dalam perjalanan DNA setelah sebelumnya memperkenalkan karakter musik mereka lewat single Love Ya, Cowok Red Flag, dan Second Choice.

Sebagai album perdana, OURORA menghadirkan 18 lagu yang tidak terpaku pada satu warna musik. DNA tetap mempertahankan ciri khas Indo Bounce yang telah membesarkan nama mereka, namun juga mengeksplorasi techno, dirty dutch, drum and bass, hingga trap.

Album ini menghadirkan sejumlah kolaborator seperti Parkz, Qory Gore, Syeqy, Indahkus, WLVS, dan YB. Di balik proses produksinya, JayJax turut dibantu Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel dalam merangkai keseluruhan album.

Tak hanya dari sisi musikal, OURORA juga menawarkan pengalaman visual melalui ilustrasi album art karya Elsha Graciella. Visual tersebut menggambarkan matahari terbit sebagai simbol cita-cita DNA menuju panggung dunia, lengkap dengan berbagai elemen metaforis yang merepresentasikan perjalanan karier mereka, mulai dari kabel listrik yang semrawut sebagai lambang lika-liku perjuangan, layangan Bali sebagai simbol keceriaan, hingga burung-burung yang terbang menuju cakrawala sebagai representasi seluruh tim yang tumbuh bersama DNA.

Bagi Mister Aloy dan JayJax, DNA bukan hanya tentang dua orang di atas panggung, melainkan seluruh tim yang telah bekerja keras sejak awal hingga album ini akhirnya lahir.

OURORA resmi dirilis pada 3 Juli 2026 sebagai pintu masuk bagi para pendengar untuk mengenal lebih dalam dunia musikal DNA. Menjelang perilisannya, duo ini menggelar Press Conference & Exclusive Listening Party yang menghadirkan penampilan spesial selama sekitar 20 menit sebagai bocoran konsep konser dalam rangkaian Indonesia Tour mereka.

Dalam kesempatan itu, DNA juga mengajak para penggemar mengikuti sesi listening party secara eksklusif serta memperkenalkan berbagai merchandise kolaborasi, mulai dari kaus, bandana, keychain, hingga berbagai item yang merepresentasikan identitas khas DNA.

Di tengah euforia perilisan OURORA, dukungan tulus dari Karen dan Alya menjadi warna tersendiri. Bukan hanya sebagai pasangan, keduanya menjadi saksi bahwa mimpi besar Mister Aloy dan JayJax dibangun melalui kerja keras, pengorbanan, serta doa dari orang-orang yang selalu percaya pada perjalanan mereka sejak awal. (devin; foto tcs)