Indonesiasenang-, Reza Ryan memulai babak baru dalam karier bermusiknya. Setelah dikenal sebagai gitaris Efek Rumah Kaca serta terlibat dalam sejumlah proyek seperti I Know You Well Miss Clara, Tiktaalik, dan Theory of Nothing, musisi asal Yogyakarta itu kini memperkenalkan proyek solo bertajuk Kantusfirmus.

Langkah perdana proyek tersebut ditandai dengan perilisan single "Bintang Magnolia" pada 5 Juli 2026 melalui Anikonik Records. Lagu ini menjadi penanda arah musikal baru Reza Ryan yang menjadikan musik pop sebagai medium eksplorasi kreatif tanpa kehilangan karakter eksperimental yang selama ini melekat pada dirinya.

Menariknya, seluruh proses produksi "Bintang Magnolia" dikerjakan secara mandiri oleh Reza Ryan. Ia menulis lagu, mengaransemen, merekam instrumen dan vokal, sekaligus menangani proses produksi, mixing, hingga mastering.

Bagi Reza Ryan, Kantusfirmus bukanlah upaya meninggalkan perjalanan musik yang telah dibangunnya selama ini. Sebaliknya, proyek tersebut menjadi ruang baru untuk mengembangkan gagasan mengenai musik pop yang menurutnya memiliki kemungkinan tanpa batas.

"Saya selalu punya ketertarikan akan penggabungan formula-formula musik tertentu menjadi suatu formulasi baru sebagai satu tawaran estetika”, ujar Reza Ryan.

Pandangan itu kemudian diterjemahkan melalui "Bintang Magnolia", sebuah lagu yang menggabungkan melodi pop dengan tekstur bunyi yang gelap, padat, dan penuh ketegangan. Perpaduan tersebut mencerminkan filosofi bermusik Reza Ryan yang berangkat dari latar belakang musik klasik, tetapi terbuka terhadap jazz, progressive rock, hingga musik eksperimental.

"Saat ini Kantusfirmus adalah kanal pikiran saya akan musik pop. Saya tidak memandang musik pop sebagai suatu formulasi musikal tertentu yang beku apalagi yang membatasi ruang gerak kreativitas. Dia sangat fluid dan elastis”, kata Reza Ryan.

Nama Kantusfirmus sendiri merupakan adaptasi dari istilah Latin cantus firmus, yaitu melodi utama dalam komposisi musik polifonik pada era Medieval hingga Baroque. Huruf "C" sengaja diganti menjadi "K" sebagai identitas baru.

Menurut Reza Ryan, nama tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa melodi tetap menjadi inti sebuah karya, sekompleks apa pun struktur musik yang dibangun. "Nama ini saya pilih sebagai suatu basis pikiran bahwa sekompleks apa pun bangunan musik dan instrumentasi, sepanjang ia mempunyai melodi, maka melodi adalah yang utama dan terutama”, tuturnya.

Tak hanya menawarkan eksplorasi musikal, "Bintang Magnolia" juga memuat refleksi atas situasi sosial di Indonesia. Melalui lirik-lirik puitis seperti "Bayangan hitam memanggil bulan", "Suar menyala, rotator jingga", hingga "Huma yang merah, tanah yang resah", Reza Ryan menggambarkan kegelisahan terhadap berbagai konflik yang dialami masyarakat sipil, komunitas adat, dan kelompok buruh.

Reza Ryan menilai persoalan tersebut berkaitan dengan perampasan ruang hidup, ketimpangan kekuasaan, hingga pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prioritas. "Kemanusiaan itu di atas segalanya. Dalam konteks negara, hak asasi, keselamatan, dan martabat manusia harus menjadi prioritas utama”, tegasnya.

"Bintang Magnolia" menjadi awal perjalanan Kantusfirmus. Reza memastikan proyek solo ini akan terus berkembang dengan rencana merilis album penuh di masa mendatang sebagai kelanjutan eksplorasinya terhadap musik pop yang lebih bebas dan elastis. Single "Bintang Magnolia" kini telah tersedia di berbagai platform digital streaming musik. (sugali; foto dprr)