Indonesiasenang-, Di tengah menjamurnya kedai kopi dan minuman kekinian, Kafe Jamu Tjap Nyonya Kaya Bogor justru memilih jalan berbeda. Melalui konsep "Jamu Modern Tanpa Rasa Pahit", kafe yang resmi dibuka di Jalan Ahmad Sobana, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (27/06/2026), berupaya mengangkat kembali warisan budaya Nusantara menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat modern, terutama Generasi Z.

Grand opening berlangsung meriah sejak pagi hari. Acara diawali dengan penyambutan tamu undangan dan rombongan pesepeda, dilanjutkan sambutan Owner Hendra Gustaman, doa bersama, prosesi pemotongan pita oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, minum jamu bersama, pembacaan puisi, foto bersama, hingga public opening yang dibuka dengan promo menarik bagi masyarakat.

Bagi Hendra Gustaman, membuka Kafe Jamu Tjap Nyonya Kaya bukan sekadar membangun bisnis minuman. Ia ingin menghadirkan ruang baru yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap jamu.

"Kami ingin menghidupkan kembali cara berdagang yang penuh keberkahan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Harapannya usaha ini bukan hanya menjadi ladang rezeki, tetapi juga menjadi ibadah sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat”, kata Hendra Gustaman.

Menurut Hendra Gustaman, selama ini jamu identik dengan rasa pahit dan hanya dikonsumsi kalangan orang tua. Padahal Indonesia memiliki kekayaan rempah yang luar biasa dan menjadi bagian dari warisan budaya bangsa.

Melalui konsep kafe modern, stigma tersebut ingin diubah. Interior yang nyaman, suasana yang cozy, serta penyajian yang menarik diharapkan mampu membuat anak muda merasa akrab dengan jamu sebagaimana mereka menikmati kopi atau minuman kekinian lainnya.

"Kami ingin jamu menjadi bagian dari healthy lifestyle. Anak-anak muda sekarang senang nongkrong di kafe. Kenapa tidak menghadirkan pilihan minuman yang lebih sehat, alami, tetapi tetap enak dan kekinian?”, ujar Hendra Gustaman.

Keputusan Hendra Gustaman memilih bisnis jamu juga didasari hasil riset selama beberapa bulan. Ia melihat tren masyarakat yang semakin peduli terhadap kesehatan setelah pandemi COVID-19.

"Orang sekarang mulai rutin olahraga, menjaga pola makan, hingga menjalani diet sehat. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan gaya hidup itu melalui minuman herbal yang berasal dari kekayaan alam Indonesia”, tutur Hendra Gustaman.

Saat ini Kafe Jamu Tjap Nyonya Kaya Bogor menawarkan 32 varian menu, mulai dari Warisan Nyonya, Beras Kencur, Pria Sejati, Dewa Ginseng, Putri Ayu, Laras Ayu, STMJ, Kopi Jahe, Susu Jahe, Kembang Telang, Banyu Kunyit Asam, Banyu Temulawak, Banyu Secang, Banyu Kencur, Bunga Rosella, Temu Sari Susu, Buah Hati, hingga Pahitan. Seluruh menu dibanderol dengan harga mulai Rp9.000 hingga Rp45.000.

Menu favorit yang banyak direkomendasikan adalah Warisan Nyonya, racikan berbagai rempah seperti temulawak, kunyit, kencur, lengkuas, dan serai yang dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan stamina, melancarkan peredaran darah, hingga membantu mengurangi pegal-pegal.

Seluruh minuman dibuat menggunakan bahan alami tanpa pengawet, tanpa pewarna sintetis, dan tanpa bahan kimia tambahan. Menariknya lagi, penyajian jamu kini tampil lebih modern dengan tambahan berbagai topping, termasuk Puding Emas berbahan kunyit serta nata de coco.

Sementara itu Perwakilan Pusat Jamu Tjap Nyonya Kaya, Erna, mengungkapkan bahwa lahirnya merek ini bermula dari pengalaman pribadi sang pendiri, Ryukintaro. Saat mengalami gangguan kesehatan, ia lebih sering mengonsumsi jamu racikan ibunya dibandingkan obat-obatan.

Karena merasakan langsung manfaat dan cita rasa jamu tersebut, muncul ide untuk mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang dapat dinikmati masyarakat luas. Outlet pertama dibuka di Gading Serpong pada 2024. Respons masyarakat ternyata sangat positif hingga kini jaringan Jamu Tjap Nyonya Kaya berkembang ke berbagai daerah, termasuk Samarinda, Batam, dan kini Bogor.

Menurut Erna, antusiasme pelanggan bukan hanya karena rasa jamunya yang tidak pahit, tetapi juga karena manfaat kesehatannya. "Banyak pelanggan datang sambil berkonsultasi. Ada yang sulit tidur, kami rekomendasikan kembang telang. Ada yang batuk, kami sarankan minuman berbahan kencur. Jadi mereka datang bukan sekadar membeli minuman, tetapi juga mencari solusi kesehatan alami”, ungkapnya.

Ditambahkan oleh Erna, inovasi menjadi kunci agar jamu tetap relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, konsep penyajian dibuat menyerupai minuman modern lengkap dengan berbagai topping agar lebih menarik bagi generasi muda.

Transformasi tersebut sejalan dengan perubahan tren masyarakat yang kini semakin menjadikan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. Jamu yang dahulu hanya dikenal sebagai ramuan tradisional kini mulai hadir di berbagai ruang ekonomi kreatif seperti kafe, hotel, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata berbasis wellness.

Sebagai warisan kesehatan asli Indonesia, jamu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Pengetahuan meracik rempah, filosofi hidup sehat, hingga tradisi yang diwariskan turun-temurun merupakan bagian dari kekayaan intelektual bangsa yang layak terus dikembangkan.

Melalui konsep modern, cita rasa yang lebih ramah di lidah, serta suasana kafe yang nyaman, Kafe Jamu Tjap Nyonya Kaya Bogor berharap mampu menjadikan jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan simbol gaya hidup sehat baru bagi generasi muda Indonesia. Dengan begitu, warisan leluhur tetap hidup, berkembang, sekaligus memiliki daya saing di tengah industri kuliner dan wellness yang terus bertumbuh. (satria; foto tcs)