Indonesiasenang-, Mengenal budaya, sejarah serta jatidiri bangsa salah satunya adalah dengan cara menjelajahi jejak-jejak masa lampau yang masih bertahan hingga kini. Tak hanya berwisata, perjalanan semestinya juga menjadi cara kita untuk mengetahui lebih dalam apa saja yang dimiliki oleh bangsa ini.

Untuk menarik wisatawan datang dan menikmati indahnya Jakarta dari dekat, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat memperkenalkan program Fam Trip dengan Jelajahi Wisata unggulan di Jakarta Barat. Kegiatan ini di ikuti oleh ratusan partisipan, dari sektor pariwisata seperti hotel, biro perjalanan wisata, dan komunitas travel.

Program ini menawarakan wisatawan berkeliling di 6 rute walking tour seperti kawasan Candranaya, Petak Sembilan, Petak Enam, Musuem BI, Kali Besar, dan Taman Fatahiilah. Dengan mengenalkan sejarah tanpa menghilangkan nilai otentik dari objek wisata itu sendiri.

Dalam acara ini turut dihadirkan juga pasangan Duta Pariwisata DKI Jakarta 2022, yaitu Nadya Andari Putri dan Rahmad Aroma Hasibuan. Keduanya bertugas untuk turut mensosialisasikan wisata Jakarta kepada para peserta.

"Jadi acara Fam Trip ini memang sengaja diadakan oleh Walikota Jakarta Barat untuk mengajak masyarakat lebih mengenal wisata yang ada di Jakarta Barat. Fam Trip ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11-12 November 2022”, ungkap Nadya Andari Putri.

Lebih lanjut lagi, Rahmad Aroma Hasibuan yang juga merupakan Duta Pariwisata DKI Jakarta menjelaskan sasaran dan tujuan dari acara Fam Trip ini. Untuk hari pertama, acara ini memiliki sasaran untuk memperkenalkan wisata, khususnya untuk pelajar dan mahasiswa. Sementara untuk besok hari kedua untuk para pelaku usaha dibidang pariwisata dan dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal.

“Selain untuk memperkenalkan budaya Jakarta, kita ingin merubah stigma Jakarta yg selama ini untuk bisnis. Padahal banyak wisata yang berbaur dengan bisnis di Jakarta yang bisa di tonjolkan. Jangan sampai wisata Jakarta hilang, karena banyak banget wisata bersejarah yang bisa dimaksimalkan”, Rahmad Aroma Hasibuan.

Lebih lanjut, Rahmad Aroma Hasibuan dan Nadya Andari Putri merasa bahwa untuk saat ini anak muda kurang peduli dengan adanya wisata sejarah. Mereka jarang berminat untuk mendatangi Kota Tua, Monas, dan Museum. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk berbelanja mengunjungi mall, atau nongkrong di cafe.

"Menurut saya, sebenarnya peduli yang perlu kita tekankan adalah kesadaran untuk tidak melupakan sejarah. Sebagai solusi, semestinya museum dibuat menarik, ada subsidi pelajar untuk masuk museum, selain itu harus ada kegiatan yang menarik karena anak-anak cepat bosan. Pemerintah harus mengikuti perkembangan tren yang ada sehingga anak-anak tertarik ke museum dan tempat bersejarah lainnya”, lanjut Rahmad Aroma Hasibuan.

Fam Trip ini akan dilaksanakan dua hari. Pada hari pertama para peserta berangkat di mulai dari kantor walikota Jakarta barat lalu menuju kawasan Candranaya, Petak Sembilan, Petak Enam , PCP , Musuem BI , Kali Besar dan Taman Fatahiilah.

Di hari ke dua perjalanan di mulai dari kantor walikota Jakarta barat, lalu menuju Hutan Kota Rawa Buaya, Museum Tekstil, Kawasan Pecinan, dan berakhir di Kota Tua. Dengan jarak tempuh sekitar 2-3 kilometer di setiap rutenya, wisatawan akan diajak mengunjungi sekitar 6-7 tempat wisata budaya bersejarah. (kintan; foto praba)