Indonesiasenang-, Indonesia Summer Cooking Experience menjadi ajang promosi kuliner Indonesia yang sukses menarik perhatian pelaku usaha kuliner di Belanda. Melalui kelas memasak yang digelar Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Amsterdam, program ini tidak hanya memperkenalkan cita rasa Nusantara, tetapi juga membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia ke pasar Eropa.
Kegiatan yang berlangsung di Amsterdam tersebut diikuti oleh pelaku usaha kuliner, importir produk Indonesia, distributor bumbu masak, hingga perwakilan Warung Barokah di Amsterdam dan Toko Kalimantan di Zaandam, Belanda. Indonesia Summer Cooking Experience merupakan bagian dari program besar Rasa Rempah Indonesia (S'RASA), sebuah gerakan promosi kuliner global yang mengangkat identitas, cerita, dan warisan budaya Indonesia melalui restoran Indonesia di berbagai negara.
Mengusung konsep hands on cooking experience, shared dining, pengenalan produk, dan business engagement, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha kuliner mancanegara dengan produk pangan Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar internasional.
Dikatakan oleh Fajarini Puntodewi selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, bahwa Indonesia Summer Cooking Experience menjadi langkah strategis untuk memperluas pemanfaatan bahan baku Indonesia di industri kuliner global.
"Ketika pelaku usaha kuliner internasional mengenal dan menggunakan bahan baku Indonesia dalam produk kuliner yang dihidangkan, kita sedang membuka jalan bagi produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia untuk masuk ke pasar global", ujar Fajarini Puntodewi.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Para peserta kemudian diajak mempraktikkan langsung pembuatan empat hidangan khas Indonesia, yakni sate kambing, cireng, otak-otak, dan bolu gula aren.

Pengalaman memasak secara langsung ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal cita rasa autentik kuliner Nusantara sekaligus memahami kualitas bahan baku pangan Indonesia yang digunakan dalam setiap hidangan.
"Kami berharap kelas memasak hari ini dapat menginspirasi kemitraan baru, mendorong apresiasi yang lebih besar terhadap produk-produk pangan Indonesia di kancah global melalui diplomasi kuliner", kata Laurentius Amrih Jinangkung.
Sementara itu Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menilai Indonesia Summer Cooking Experience menjadi media efektif untuk memperkenalkan keunggulan produk pangan Indonesia kepada pelaku usaha kuliner luar negeri.
"Indonesia Summer Cooking Experience dirancang sebagai wadah pelaku usaha kuliner luar negeri untuk mengetahui kualitas dan keunggulan kuliner Indonesia. Kami memperkenalkan produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah dengan harapan produk pangan Indonesia bisa semakin diminati," ujar Ari Satria.
Pemilihan Amsterdam sebagai lokasi penyelenggaraan juga bukan tanpa alasan. Belanda dikenal sebagai salah satu hub perdagangan dan logistik terbesar di Eropa dengan pasar yang semakin terbuka terhadap kuliner internasional. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi produk pangan Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar ekspor.
Sedangkan Atase Perdagangan RI Den Haag, Annisa Hapsari, optimistis Indonesia Summer Cooking Experience mampu menjadi pintu masuk bagi produk pangan Indonesia di pasar Belanda dan kawasan Eropa.
"Dengan menghadirkan pengalaman kuliner Indonesia secara langsung kepada pelaku usaha kuliner, importir, dan distributor, kami optimistis dapat membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia di Belanda maupun Eropa", ungkap Annisa Hapsari.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah produk unggulan Indonesia juga turut dipromosikan, di antaranya Kecap Bango, gula aren produksi PT Mahorahora Bumi Nusantara, dan Kopi Kapal Api yang akan tersedia di pasar Belanda melalui importir setempat.
Salah satu peserta, pendiri Lakeside BV, Oswin Beingsick, melihat kegiatan ini sebagai peluang untuk memperluas kerja sama impor produk pangan Indonesia ke Belanda. "Melalui Indonesia Summer Cooking Experience, kami dapat membangun jejaring dengan para pelaku usaha Indonesia dan mengenal lebih dekat kualitas produk pangan yang ditawarkan. Saya melihat peluang yang sangat baik untuk memperluas impor produk pangan Indonesia ke pasar Belanda," tuturnya.
Melalui Indonesia Summer Cooking Experience, diplomasi kuliner Indonesia tidak hanya menghadirkan pengalaman memasak yang autentik, tetapi juga menjadi sarana promosi produk pangan dan penguatan jejaring bisnis. Langkah ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelaku usaha kuliner global yang menggunakan bahan baku Indonesia dan membuka peluang ekspor yang lebih luas di pasar internasional. (kelvin; foto bkkp)