Indonesiasenang-, Sejak hijrah ke Amsterdam, Belanda tahun 1989 dan menempuh kehidupan di kampung halaman sang istri Nathalie Kollmann karir musik Hengky Supit tak terdengar musik lagi didunia tanah air. Tahun 2021 penyanyi rock era tahun 90-an ini sempat merilis mini album solo bertajuk Nathalie. Mini album tersebut berisi 5 lagu, salah satunya berjudul All I Wanna Do, dimana lirik lagu tersebut dibuatnya bersama sang istri semasa hidup.

Kepergian Nathalie Kollmann bagi penyanyi yang pernah meraih the best vocalist di ajang Festival Rock se-Indonesia V, dipromotori Log Zhelebour ternyata membekas meninggalkan kisah nyata perjalanan cinta dan kehidupannya bersama di Belanda dan menjadi kenangan terindah bagi dirinya.

Pada tahun 2022 ini penyayi yang terkenal dan melejit lewat single lagu Bila Engkau Izinkan dan Isi Hati ini membuat gebrakan yang terbilang cukup langka, yaitu dengan merilis album instrumental bertitel Where Are You Now, sebuah pertanyaan dan harapan terhadap sesuatu yang tak nyata dan masih merupakan misteri.

“Saya memilih tema Where Are You Now, karena masih banyak pertanyaan pertanyaan dan hal-hal yang masih mengganjal atas berpulangnya mendiang istri”, kata Hengky Supit melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Indonesiasenang.com baru-baru ini.

Ada cerita tersendiri dalam album Where Are You Now dimana Hengky Supit bermain gitar. Sepertinya tidak banyak yang mengetahui, bahwa selama berada di Belanda, Hengky Supit juga memainkan gitar bersama bandnya The Tuning Band. Dan di album Sepayung berdua dan mini album Nathalie, selain semua lagu ditulis olehnya dan semua track gitar dalam kedua album tersebut dimainkan oleh Hengky Supit.

Diungkapkan oleh Hengky Supit bahwa ketertarikkannya menjadi seorang gitaris berawal dari kedatangan dirinya ke Belanda untuk pertama kali. Kala itu Didik Sucahyo (eks bassit Elpamas) mengajaknya untuk mendirikan band di Belanda. Karena mereka baru berada di Belanda dan mencari gitaris pada saat itu agak sulit, Didik Sucahyo menyarankan agar Hengky Supit sajalah yang memainkan gitar dan vocalist di band mereka yang baru tersebut.

Sejak saat itu Hengky Supit menekuni dan lebih banyak belajar memaikan gitar, seiring berjalannya waktu semakin dirasakan keasyikkan tersendiri dalam bermain gitar. Dalam kesibukkannya sehari hari selain bekerja dan mengurus anak-anak yang telah ditinggal berpulang oleh almarhum istrinya Hengky Supit masih menyempatkan diri untuk tetap bermusik.

“Aktivitas musik saya di Belanda lebih kurang hanya sebagai hobi, disamping pekerjaan tetap, main di kafe dengan band saya The Tuning Band atau di acara acara Indonesia yang ada di Belanda.. Dalam waktu senggang itulah saya kemudian mencoba untuk merelease sebuah album instrumental, yang bertajuk Where Are You Now”, papar Hengky Supit.

Album Where Are You Now menurut Hengky Supit adalah sebuah proyek yang agak idealis, karena hanya berisikan lagu-lagu Instrumental saja. Album yang berisikan delapan lagu instrumental, diantaranya Where Are You Now, I see You Among The Stars, Just 1 Thing, Warrior, Tinombala, Crazy Monkey, Amor Ciego dan I’m Not That Funky.

Diceritakan pula oleh Hengky Supit pengemasan album instrumental ini proses kreatifnya memakan waktu beberapa bulan, yaitu proses pembuatan mixing dan mastering, Musisi yang membantu dan terlibat adalah Dava atau Danny yang merupakan sepupunya, merekalah yang juga memixing dan memastering album Where Are You Now.

Lebih lanjut Hengky Supit menjelaskan alasan dirinya kembali membuat album. Dikarenakan dirinya sangat yakin masih bisa berkarya dan menyalurkan kreativitas lewat media musik. ” Bagi saya musik merupakan terapi untuk tidak Terlalu larut dengan rutinitas pekerjaaan dan kegiatan sehari-hari”, pungkasnya.

Album Where Are You Now dipasarkan lewat iTunes, Spotify, dan platform penjualan lagu online lainnya. Klik album Hengky Supit spotify :

(rls; foto dok hengkysupit)