Indonesiasenang-, Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah mencekam yang berakar dari folklor urban masyarakat. Melalui gala premier film Tumbal Proyek di Epicentrum XXI, Kamis (07/05/2026), rumah produksi Dee Company memperkenalkan sebuah teror yang tak hanya bermain pada jumpscare, tetapi juga luka emosional tentang keluarga yang kehilangan orang tercinta tanpa kepastian.

Diproduseri Dheeraj Kalwani dan disutradarai Jero Point, film ini mengangkat cerita yang telah lama hidup sebagai bisik-bisik menyeramkan di tengah masyarakat: tentang pekerja proyek yang hilang misterius dan dipercaya menjadi “tumbal” pembangunan.

Menurut Dheeraj Kalwani, ide cerita lahir dari legenda urban yang sering terdengar di lingkungan masyarakat, terutama di kawasan pembangunan besar yang menyimpan kisah-kisah tak terjelaskan.

“Cerita tentang tumbal proyek itu sering kita dengar. Dari situ kita kembangkan, bukan cuma soal teror, tapi juga luka keluarga yang ditinggalkan”, kata Dheeraj Kalwani saat gala premier.

Nuansa folklor itulah yang menjadi kekuatan utama Tumbal Proyek. Film ini mencoba menghubungkan kepercayaan lama masyarakat dengan realitas modern pembangunan yang identik dengan kemajuan. Namun di balik beton, alat berat, dan gedung yang menjulang, tersimpan rahasia gelap yang perlahan memakan korban.

Cerita berpusat pada Yuda, diperankan Kiesha Alvaro, seorang anak yang hidup dalam bayang-bayang kehilangan ayahnya, Bayu, yang diperankan Rendy Khrisna. Bayu menghilang secara misterius ketika bekerja di sebuah proyek pembangunan dan tak pernah kembali.

Penantian panjang tanpa jawaban membuat Yuda terjebak dalam rasa kehilangan yang tak selesai. Pencariannya terhadap sang ayah justru membawanya masuk ke pusaran teror supranatural yang menyelimuti proyek tersebut.

Bagi Kiesha Alvaro, karakter Yuda menjadi salah satu peran emosional yang pernah ia jalani. Ia harus menggambarkan seorang anak yang berada di antara harapan dan keputusasaan. “Karakter Yuda itu berat, karena dia ada di posisi kehilangan sosok ayah tanpa kejelasan. Jadi emosinya harus benar-benar dapet antara harapan dan putus asa”, ungkapnya.

Kiesha Alvaro juga mengaku melakukan pendalaman karakter sejak awal bersama sutradara agar emosi Yuda terasa autentik di layar.

Sementara itu, pengalaman mencekam juga dirasakan Callista Arum yang memerankan Laras. Dalam film, Laras menjadi sosok yang membantu Yuda menelusuri misteri proyek penuh kutukan tersebut.

Callista Arum  mengaku beberapa adegan yang terlihat ketakutan di layar bukan sekadar akting. Ia benar-benar mengalami kepanikan ketika harus berhadapan dengan figuran berias menyeramkan di lokasi syuting. “Ada beberapa scene yang itu bukan acting, tapi beneran takut”, ucapnya.

Tak hanya menghadapi tekanan mental, Callista Arum juga menjalani adegan fisik ekstrem tanpa stunt double. Mulai dari adegan dibanting hingga menggunakan sling dilakukan sendiri hingga tubuhnya dipenuhi memar setelah syuting.

Selain itu, Callista Arum juga harus menghafal doa-doa Katolik seperti Salam Maria dan Bapa Kami untuk memperkuat adegan ritual yang emosional dan penuh ketegangan. “Aku harus nunjukin takut, sedih, sekaligus memohon. Tekanannya kerasa banget”, ujarnya.

Atmosfer mistis dalam film semakin kuat lewat kehadiran Fuad Idris sebagai Mbah Tarmo, sosok orang pintar yang mengetahui rahasia kelam di balik proyek pembangunan tersebut. Kehadiran karakter ini mempertegas unsur folklor Jawa yang lekat dengan mitos tumbal dan praktik spiritual di lokasi tertentu.

Di sisi lain, Karina Suwandi sebagai Bu Martha menghadirkan lapisan drama keluarga yang emosional. Film ini tidak hanya menyuguhkan ketakutan visual, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kehilangan seseorang dapat meninggalkan trauma panjang bagi keluarga yang menunggu kepulangan.

Dengan latar proyek pembangunan yang gelap dan penuh misteri, Tumbal Proyek mencoba menghadirkan horor yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kepercayaan tentang tumbal proyek yang selama ini dianggap sekadar mitos diolah menjadi cerita penuh suspense sekaligus refleksi emosional tentang kehilangan dan pencarian jawaban.

Film Tumbal Proyek dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026 dan siap menjadi salah satu horor lokal yang memadukan teror supranatural, drama keluarga, dan folklor urban dalam satu pengalaman sinematik yang mencekam. (alvin; foto ibonk)