Indonesiasenang-, Tidak semua teror datang dari kegelapan. Sebagian justru lahir di ruang sempit, sunyi, dan tak memberi jalan keluar. Itulah mimpi buruk yang ditawarkan film horor psikologis LIFT, karya terbaru Trois Films, yang resmi merilis official trailer menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026.
Sejak detik pertama, trailer LIFT langsung mencekik. Pintu lift menutup. Lampu berkedip. Dan waktu seolah berhenti. Apa yang awalnya tampak sebagai gangguan teknis berubah menjadi perang mental tanpa ampun, saat sebuah suara misterius dari interkom mulai berbicara, dingin, mengancam, dan mengetahui setiap rahasia yang seharusnya terkubur selamanya.

Di dalam lift, Linda (Ismi Melinda) dan Anton (Max Metino) terjebak bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin. Suara tersebut memaksa mereka membuka kembali insiden lift enam tahun lalu, kecelakaan berdarah yang menewaskan Gabriel, Direktur Utama PT Jamsa Land. Setiap pengakuan terasa seperti hukuman. Setiap kebohongan mempercepat teror berikutnya.
Horor LIFT tidak berteriak ia berbisik, menekan, dan menghancurkan perlahan. Ketegangan meningkat saat Hansen (Verdi Solaiman), direktur pengganti, menghilang tanpa jejak. Sementara itu, ancaman berubah menjadi nyata ketika Linda mengetahui bahwa anaknya, Jonathan (Luthi Saputra), kini berada di tangan pelaku teror. Waktu menipis. Kesalahan masa lalu menuntut harga darah.
Di sisi lain, Doris (Shareefa Daanish), istri Hansen, menerima pesan anonim yang memaksanya datang ke kantor di tengah malam. Tanpa ia sadari, langkahnya menuju gedung itu adalah langkah menuju jebakan, tempat rahasia, rasa bersalah, dan kematian saling berkelindan.

Sekitar 60 persen film berlangsung di dalam lift, menjadikannya simbol kuburan hidup, ruang sempit tempat manusia dilucuti dari topeng moralnya. Tidak ada monster. Tidak ada setan yang menampakkan diri. Yang ada hanyalah rasa bersalah yang berubah menjadi algojo.
Disutradarai oleh Randy Chans dan diproduseri oleh Ario Sagantoro, nama di balik The Raid 1 & 2, LIFT menolak horor instan. Film ini memilih menghantui pikiran, bukan sekadar mengejutkan mata. Setiap dialog adalah pisau. Setiap jeda adalah ancaman.
Diungkapkan oleh Ismi Melinda,, bahwa pengalaman syuting di ruang sempit sebagai siksaan emosional yang nyata. Tanpa ruang lari, para aktor dipaksa menggali ketakutan terdalam dan kamera merekamnya tanpa ampun.

Sebelum menghantui penonton Indonesia, LIFT telah lebih dulu menebar teror di panggung internasional sebagai Official Selection Dubai City Film Festival 2025 dan meraih empat nominasi Los Angeles Fantasy Fest 2025, termasuk Best Feature Film.
LIFT bukan sekadar film horor, Ia adalah penghakiman. Dan saat pintu lift tertutup, tidak semua dosa bisa disembunyikan. LIFT tayang serentak di bioskop Indonesia 26 Februari 2026. (alvin; foto hfl)