Indonesiasenang-, Film drama komedi Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) siap meramaikan layar bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026. Diproduksi oleh Scovi Films bersama Rapi Films, CAPER hadir sebagai tontonan yang dekat dengan denyut kehidupan masyarakat urban, terutama soal jeratan pinjaman online ilegal yang kian marak.
Dibintangi Amanda Manopo dan Fajar Sadboy, film ini mengemas isu serius tentang pinjol dalam balutan komedi segar. Ceritanya menyoroti bagaimana jalan pintas finansial kerap berujung masalah, sekaligus menyentil budaya pamer gaya hidup yang lekat dengan media sosial masa kini.
Naskah CAPER ditulis bersama Widya Arifianti, peraih Piala Citra FFI 2025, dengan Sunar S Samtani duduk sebagai produser. Menurut Sunar S Samtani, film ini sejak awal dirancang sebagai hiburan yang menyenangkan, namun tetap membawa pesan tentang ketahanan diri menghadapi tekanan hidup.
“Mungkin banyak orang pernah berada di titik terendah seperti para karakter di film ini. Lewat komedi, kami ingin mengajak penonton untuk lebih resilien dan tidak menyerah”, ujar Sunar S Samtani.
Amanda Manopo memerankan Tina, seorang pemenang kontes kecantikan yang terjebak gaya hidup boros hingga terlilit utang pinjol. Bagi Amanda Manopo, karakter ini menjadi refleksi penting, terutama bagi perempuan di era media sosial yang penuh godaan hidup instan.
“Film ini mengingatkan kita supaya enggak kalap dan tergoda jalan instan lewat pinjol. Pesannya serius, tapi disampaikan dengan cara fun”, kata Amanda Manopo.
Sementara itu, Fajar Sadboy mengaku CAPER menjadi pengalaman penting dalam perjalanan karier layar lebarnya. Ia memerankan Umski, adik Tina, dengan karakter yang memberi tantangan baru sekaligus kesempatan belajar dari para pemain lain.
Transformasi menarik juga ditunjukkan Devano yang tampil berbeda sebagai Mail alias DJ Smile, seorang DJ dengan gaya musik funkot. Tak hanya berakting, Devano juga dipercaya mengisi lagu tema film ini. CAPER turut diperkuat jajaran pemain pendukung seperti Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Martin Carter, Sastra Silalahi, Jovial Da Lopez, Richard Derrick, Arnold Kobogau, hingga Lukman Sardi.
Secara cerita, CAPER mengikuti kehidupan Tina yang tinggal bersama adiknya Umski dan sang nenek, Oma Grace. Gaya hidup Tina yang makin boros usai menang kontes kecantikan menyeretnya ke utang pinjol. Di sisi lain, Mail harus menghadapi kenyataan pahit ketika adiknya, Adam, bunuh diri karena tak sanggup membayar utang pinjol dari kantor yang sama.
Konflik memanas ketika dua debt collector sangar, Sintong dan Yopie, salah paham dan mengira Mail berbohong soal kematian adiknya. Situasi absurd pun terjadi, mulai dari kejar-kejaran warga hingga fakta bahwa utang pinjol bisa “diwariskan” kepada keluarga. Tina sendiri akhirnya dipaksa bekerja di kantor pinjol tersebut demi melunasi utangnya, dan harus turun langsung ke lapangan dengan dalih efisiensi.
Cerita kemudian berkembang ketika Tina, Mail, Sintong, dan Yopie bersatu membongkar kebusukan kantor pinjol, termasuk sosok bos mereka yang di media sosial dikenal sebagai “perencana keuangan”, Teduh Iman Santoso (Jovial Da Lopez). Dari sudut pandang yang berbeda, para korban, keluarga korban, hingga debt collector, film ini menunjukkan betapa kompleks dan kejamnya ekosistem pinjol ilegal.
Sebagai film komedi, CAPER tak hanya mengandalkan nostalgia chemistry Amanda Manopo dan Fajar Sadboy. Karakter pendukung seperti Oma Grace yang nyentrik, Pak Oyo yang pikun, trio tetangga TLC yang gemar nyeletuk, hingga dua debt collector yang awalnya antagonis namun perlahan menjadi sahabat, memberi warna tersendiri yang memperkaya cerita.
Mengangkat fenomena kekinian seperti pinjol, investasi bodong, hingga budaya flexing, CAPER dilabeli untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Tema yang sederhana namun relevan membuat film ini terasa dekat dengan realitas, bukan sekadar soal pinjol, tetapi juga tentang sulitnya menahan godaan hidup mewah secara instan.
Dengan cerita yang relevan, komedi yang menghibur, serta pesan sosial yang kuat, Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) berpotensi menjadi tontonan ringan yang mengajak penonton tertawa sekaligus berpikir. (alvin; foto hedo)