Indonesiasenang-, Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus yang kerap terkotak oleh jurusan dan jadwal akademik, sosok Eric Sudrajat muncul sebagai penggerak yang menjahit jarak itu menjadi ruang kebersamaan. Sebagai Project Officer Freshman Fair 2026, Eric tidak sekadar menyusun acara, ia merancang sebuah pengalaman kolektif yang menggabungkan musik, komunitas, dan semangat kolaborasi.
“Freshman Fair ini simpel, kita ingin mahasiswa teknik bisa saling kenal. Dari yang tidak tahu jadi tahu, dari tahu jadi kenal, dan dari kenal jadi peduli”, ujar Eric Sudrajat, menegaskan visi yang ia bawa disela-sela acara Freshman Fair 2026 (24/04/2026).
Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan gagasan besar membangun soliditas mahasiswa Fakultas Teknik melalui pendekatan yang lebih cair, bukan lewat ruang kelas, melainkan melalui panggung, lapangan, dan interaksi lintas minat.

Salah satu denyut utama Freshman Fair 2026 terletak pada panggung musiknya. Bagi Eric Sudrajat, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium paling efektif untuk menyatukan. Melibatkan delapan band dari berbagai jurusan serta satu band utama dari komunitas musik teknik, Enigma, panggung ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus titik temu.
“Genre-nya bebas, tapi kita arahkan ke pop dan rock yang lebih easy listening supaya semua bisa menikmati”, jelas Eric Sudrajat.
Di sinilah musik bekerja sebagai bahasa universal yang menghapus sekat antar departemen, mencairkan suasana, dan membuka ruang dialog yang lebih personal antar mahasiswa.
Selain musik, Freshman Fair juga menghadirkan rangkaian kegiatan berbasis komunitas seperti “Sport Teknik” dan “Freshman Cup”. Sport Teknik menjadi pembuka yang sarat energi, yel-yel, dukungan, dan kebersamaan yang dibangun dalam satu frekuensi. Sementara Freshman Cup mempertemukan berbagai jurusan dalam kompetisi olahraga dan e-sports yang kompetitif namun tetap hangat.

“Intinya bukan menang atau kalah, tapi bagaimana mereka bisa saling kenal dan merasakan kebersamaan”, kata Eric Sudrajat.
Melalui dua pendekatan ini musik dan olahraga Eric Sudrajat meramu pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap komunitas.
Lebih dari sekadar acara tahunan, Freshman Fair 2026 juga hadir sebagai respons terhadap berbagai isu yang sempat mencuat di lingkungan kampus. Eric Sudrajat ingin menunjukkan wajah lain mahasiswa: kreatif, produktif, dan penuh energi positif. “Kita ingin menunjukkan bahwa kampus itu juga ruang untuk berkarya. Ada seni, ada olahraga, ada kebersamaan”, ujarnya.
Pesan ini menjadi penting, bahwa komunitas tidak hanya dibangun dari kesamaan latar belakang, tetapi juga dari pengalaman bersama yang bermakna.

Menariknya, semangat kolaborasi yang diusung Freshman Fair tidak lepas dari perjalanan personal Eric Sudrajat sebagai musisi. Sejak usia empat tahun, ia sudah mengenal musik dan tumbuh sebagai drummer yang aktif bermain di berbagai band, termasuk band bernama Predator.
Bagi Eric Sudrajat, musik telah mengajarkannya banyak hal, terutama tentang kerja sama dan karakter. “Ciri khas itu bukan cuma dari teknik, tapi dari pembawaan. Dan di musik, kita belajar untuk saling mendengar dan melengkapi”, ujarnya.
Nilai inilah yang kemudian ia terjemahkan ke dalam konsep acara, bahwa setiap individu, seperti halnya instrumen dalam band, memiliki peran untuk menciptakan harmoni.
Di balik perannya sebagai mahasiswa teknik dan penyelenggara acara, Eric Sudrajat juga terus menjaga konsistensinya di dunia musik. Ia bahkan tengah mempersiapkan proses rekaman bersama bandnya.
Eric Sudrajat menyadari bahwa menjadi musisi di era sekarang membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. “Tidak cukup hanya jago main musik. Kita juga harus punya nilai yang bisa ditawarkan, termasuk aktif di media sosial dan membangun exposure”, katanya.
Perjalanannya juga tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan produksi musik yang tidak sedikit.

Bagi Eric Sudrajat, Freshman Fair 2026 bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sesuatu yang lebih besar: budaya kebersamaan di lingkungan mahasiswa teknik. “Kita ingin meninggalkan dampak, bukan hanya acara. Harapannya, setelah ini mahasiswa bisa lebih solid, lebih dekat, dan lebih peduli”, pungkasnya.
Di tangan Eric Sudrajat, Freshman Fair 2026 menjelma bukan sekadar event kampus, melainkan gerakan kecil yang menghidupkan kembali makna komunitas, di mana musik, kolaborasi, dan semangat kolektif berpadu dalam satu frekuensi. (sugali; foto rangga)