Indonesiasenang-, Platform pembelajaran dan manajemen sekolah bernama Smarteschool menjadi platform yang dipercaya untuk mengembangkan program Go-Entrepreneur (Kewirausahaan) dalam jenjang pendidikan SMK melalui platform digital. Smarteschool sendiri adalah platform yang mendukung peningkatan penggunaan aspek digitalisasi didalam dunia pendidikan, hal tersebut terbukti dengan telah melakukan ratusan workshop diseluruh Indonesia.

Program Pengembangan Wirausaha SMK berkolaborasi dengan alumni dan industri bernama Go Entrepreneurs yang berkembang sejak 2019, hingga saat ini sudah dipercaya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan DKI. Jakarta menggunakan platform digital Smarteschool serta telah membuka banyak kesempatan wira usaha bagi banyak SMK diseluruh Indonesia.

Diungkapkan oleh CEO Smarteschool Rochim Ramadhani di sela-sela acara penandatanganan kerjasama Dinas Pendidikan DKI. Jakarta (25/10/2022) di SMKN 26 Jakarta Timur, meski secara potensi besar namun angka entrepreneur di Indonesia baru 3 persen. Artinya masih ada 97 persen potensi yang belum tergarap, misalkan SDM yang banyak dan sumber daya alam yang besar.

“Makanya kalo bicara potensi besar banget dan apa yang kami garap memang fokus anak SMK di mana bisa jadi jembatan awalnya mungkin lulusan SMK. Mereka kerja di perusahaan minimarket mereka bisa jadi wirausaha asalkan disupport dengan baik khususnya dari sekolah”, kata Rochim Ramadhani.

Smarteschool dibangun dan dikembangkan oleh PT.ITHO Indostock selama kurang lebih 3 tahun, yang pada saat ini telah memiliki ratusan fitur yang mendukung kegiatan belajar mengajar dan manajemen sekolah yang terintegrasi. Selama 3 tahun tersebut, telah bergabung puluhan ribu sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK dari seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Rochim Ramadhani mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan platform Smarteschool ini dirinya mengalami kendala yang tak mudah atau terbilang sulit lantaran infrastruktur internet di Jakarta belum memadai, bahkan ada yang masih sulit dapat internet.

Kerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI. Jakarta ini merupakan pencapaian yang fantastis bagi Smarteschool, namun demikian Smarteschool akan tetap terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan pengembangan kewirausahaan di jenjang pendidikan SMK.

Rochim Ramadhani berharap, dengan adanya MoU kerja sama ini, yang paling utamanya bisa memudahkan akses ke sekolah. Menurutnya, sekolah memiliki potensi besar, terutama di SMKN 26. Harapan kedua, dapat dimudahkan tidak hanya dari sisi sosialisasi tapi juga mendorong sekolah untuk menyukseskan program ini.

"Jujur kita butuh support kepala dinas untuk mendorong juga sekolah ini program yang menjadikan siswa siswi entrepreneurship dan lain sebagainya besar harapan mulai sosialisasi dukungan secara internal maupun eksternal lain hal sebagainya konkritnya memberikan sejumlah pelatihan untuk mengasah skill kemampuan siap menjadi seorang entrepreneur," harap Rochim Ramadhani.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Hj. Nahdiana, M.PD dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa Dinas Pendidikan DKI Jakarta memang harus open mind, berkolaborasi, decoratif, dan inovatif di era 4.0 serta era digitalisasi sekarang ini. Globalisasi adalah kesempatan, dimana memanfaatkan kesempatan yang saat ini semakin terdepan. Saat ini Indonesia membutuhkan banyak leander-leander atau pemimpinyang tangguh bekerja untuk kepentingan luas. Dan bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk besama memajukan daerah dan mendorong perekonomian.

“Fungsi dari dinas pendidikan yaitu mewujudkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas untuk semua. Melalui workshop go enterpreneur nasional dengan tema get to creativ entrepreneur, kita dapat ungkapkan kreatifitas, inovasi serta kita kembangkan potensi anak bangsa. Saya kepala dinas pendidikan DKI Jakarta mengajak generasi muda untuk mengikuti kegiatan workshop go enterpreneur dan anak bangsa dapat meningkatkan enterpreunership Indonesia dikancah internasional. Karena urusan pendidikan ini harus dikerjakan bersama tidak hanya dikerjakan oleh dinas pendidikan sendiri”, tutur Hj. Nahdiana, M.PD.

Harapan juga disampaikan oleh Hj. Nahdiana, M.PD, acara go enterprenuer dapat memfasilitasi generasi muda untuk pengenalan pengetahuan guna kembangkan enterpreunership Indonesia dimasa depan. “Workshop go enterprenuer segera ditingkatkan agar kemampuan siswa SMK penerus masa depan enterprenue kreatif.bisa kita kembangkan”, katanya.

Pada kesempatan yang sama Diding Wahyudin, Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta berharap, lulusan SMK bisa bekerja diperusahaan. Harapan kedua, lulusan SMK bisa menjadi wirausaha atau pengusaha. Harapan ketiga, lulusan SMK bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kerja sama ini baru dimulai tentu harus dievaluasi ketika program ini sudah berjalan. Adapun sampling tadi disampaikan beberapa provinsi belum mengevaluasi karena harus dilakukan program dulu yang paralel. Mudah-mudahan dengan adanya program Go Entrepreneur ini ini bisa melahirkan jiwa jiwa entrepreneur seperti Rochim Ramadhani yang sukses dari SMK muncul pengusaha”, pungkas Diding Wahyudi.

Hadir pada acara penandatanganan MoU Pengembangan Go – Entrepreneur Melalui Platform Digital Smarteschool.id Bagi SMK Di Provinsi DKI Jakarta : Harmony Ginting (Direktur Utama PT. ITHO INDOSTOCK), Rochim Ramadhani (CEO Smarteschool.id), Hj. Nahdiana, M.PD (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), Purwo Susilo (Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), Agus Ramdani (Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), Diding Wahyudin (Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), Rona Eveliner Sianipar (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Pusat), Badariyah (Plt. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Pusat), Sri Rahayu Asih Subekti (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Administrasi Jakarta Utara), Purwanto (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara), Aroman (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat), Junaedi (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Barat), Slamet (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Selatan), Sonny Juhersoni (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan), Linda Romauli Siregar (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur), Yanto (Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Timur), Taga (Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) dan para Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) dan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Provinsi DKI Jakarta yang hadir secara offline dan daring.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website kami di smarteschool.id atau melalui Instagram @smarteschool.id. (lela; foto yayo)